LEGENDA PULAU KEMARO : STUDI PANDANGAN PENGUNJUNG DAN HUBUNGANNYA DENGAN AYAT-AYAT KEIMANAN

  • John Supriyanto Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang

Abstract

Tulisan ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana pandangan para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro dan menghubungkannya dengan ayat-ayat keimanan yang ada dalam Alquran. Sebagaimana diketahui, Pulau Kemaro menyimpan legenda dan cerita cinta antara Pangeran Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah. Dalam legenda tersebut, Pulau Kemaro dipercayai terbentuk karena kematian pangeran dan putri yang tenggelam di Sungai Musi akibat ingin menyelamatkan hartanya. Pandangan para pengunjung yang datang ke pulau inilah yang kemudian akan dihubungkan dengan ayat-ayat keimanan—sebagaimana yang ada di dalam al-Quran —untuk sebenarnya al-Quran berbicara tentang suatu legenda. Secara prinsip, ayat-ayat keimanan yang ada dalam al-Quran memang mengajak manusia untuk selalu mentauhidkan Allah dalam segala aspek; baik untuk kehidupan dunia atau agama. Dalam substansinya, ayat-ayat keimanan mengajak manusia untuk selalu percaya kepada Allah; tidak menyekutukan-Nya; dan selalu beribadah dan berserah diri hanya kepada-Nya. Karena itulah, motif dan niat para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro memang bertujuan untuk berlibur; bukan beribadah. Hal sebaliknya terjadi dengan komunitas Cina dan pemeluk agama Konghucu yang datang memang untuk memuja dan mendoakan arwah nenak moyang atau dewa yang mereka percayai
Published
11-07-2018
Section
Artikel Juni 2018