Jurnal Ilmu Agama http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small; text-align: justify;">Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama</span> <a title="ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1427073876" target="_blank">(ISSN Print: 2443-0919)</a> merupakan jurnal yang mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama yang diterbitkan oleh <a title="Ushuluddin dan Pemikiran Islam" href="http://ushuluddin.radenfatah.ac.id" target="_blank">Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang</a>. Jurnal Ilmu Agama mulai tahun 2016 terbit dalam dua versi yaitu cetak dan online. Jurnal Ilmu Agama terbit pada bulan Juni dan Desember.</p><p>Kami Dewan Redaksi berharap dengan adanya Jurnal Ilmu Agama ini dapat dijadikan sebagai wadah publikasi dan komunikasi antarpeneliti yang fokus pada kajian jurnal kami. Dengan dipublikasikannya hasil penelitian di jurnal ini, diharapkan juga dapat memberikan dampak yang positif pada pengembangan keilmuan dan peradaban umat manusia.</p><p>Jurnal Illmu Agama dalam melakukan publikasi ilmiah berpedoman  pada Etika Publikasi Ilmiah dan setiap artikel yang masuk ke redaksi kami dipastikan melewati proses review oleh editor dan mitra bebestari.</p><p>Bagi yang berminat silakan kunjungi jurnal kami di http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jia</p><p>Salam Jurnal !!!</p><span style="font-family: helvetica; font-size: small; text-align: justify;">Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama</span> Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang en-US Jurnal Ilmu Agama 2443-0919 <h4>The requirements that must be met by the author are as follows:</h4><ol><li>The author saves the copyright and gives the journal simultaneously with the license  under <span>Creative Commons Attribution License </span>which permits other people to share the work by stating that it is firstly published in this journal.</li><li>The author can post their work in an institutional repository or publish it in a book by by stating that it is firstly published in this journal.</li><li>The author is allowed to post their work online (for instance, in an institutional repository or their own website) before and during the process of delivery. (see<span>Open Access Effect</span>).</li></ol> PENGARUH PEMIKIRAN ULAMA SUMATERA SELATAN ABAD XX TERHADAP DINAMIKA DAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT SUMATERA SELATAN http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2378 <p>In the twentieth century, South Sumatra was characterized by the postmodernist religious phenomenon and the problems diverse religious articulation. To respond to these phenomena and problems, some South Sumatra Islamic scholars such as K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry formulated theocentric theological thought. Their theological thought and pattern influenced the progress of civilization in South Sumatra. Subject matter of theocentric theological thought K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry consists of: the position of reason, the function of revelation, the concept of faith, human actions, anthropomorphism, beatific vision, the attributes of God, the deeds of God, the power of God, the justice and the word of God. Thought and style of Islamic Theology such as K.H. Anwar Kumpul, K.H. M. Zen Syukri, K.H. Zainal Abidin Fikry is relevant for the condition of postmodern society, people experiencing psychosocial stressors, Malay society, sociological and theological societies, and trichotomization of South XX-XXI century society. This study deconstructs the collective perceptions and memories introduced by Harun Nasution. He conjures that traditional theology is the cause of stagnation.</p> Nurseri Hasnah Nasution ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 GAGASAN REKONSTRUKSI TRADISI MUSABAQAH TILAWATIL QURAN (MTQ) DALAM PERSPEKTIF RAHMATAN LIL ‘ALAMIN http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2379 <p>Nilai-nilai universal yang terkandung dalam Alquran adalah pembawa rahmat untuk semesta alam, termasuk juga dalam pelaksanaan perlombaan berbasis Quran yang tiap tahun diadakan di Indonesia dan termanifestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran atau yang biasa disebut MTQ. Oleh karena itu, idealnya kegiatan MTQ banyak melibatkan seluruh umat. Pada awal pelaksanaannya, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) berjalan dengan semangat kekeluargaan, kejujuran dan demi mensyiarkan dakwah Islam itu sendiri. Kenyataannya saat ini semarak MTQ di Indonesia diduga kuat telah tergeser seiring dengan problem empiris yang ikut menghiasi ajang tahunan tersebut, seperti manipulasi data peserta, kecurangan antar offisial, hingga adanya indikasi penilaian yang tidak transparan dan objektif pada Dewan Hakim yang diduga ingin memenangkan tuan rumah penyelenggara. Ditambah nuansa perlombaan yang dinilai stagnan dan monoton, maka perlu memikirkan ulang (rethinking) tentang konsep penyelenggaraan MTQ yang ada. Maka dalam penelitian ini ada dua hal yang hendak di kaji. Pertama, bagaimana fenomena kulturas dalam tradisi MTQ? Kedua, bagaimana rekonstruksi tradisi MTQ dalam perspektif rahmatan lil ‘alamin? Adapun metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah bersifat analisis deskriptif, yaitu suatu metode penelitian melalui pendekatan kualitatif yang dihasilkan dari suatu data yang dikumpulkan melalui survei di lapangan. Sementara teknik pengumpulan data yang digunakan adalah triangulasi yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam pada itu, penelitian ini berusaha menjawab dan memetakan berbagai problem dan kulturas MTQ yang ada seperti pedoman pelaksanaan, transparansi penilaian dewan juri, validitas kepesertaan MTQ, hingga kecurangan-kecurangan yang kerap terjadi dan menjadi hal permisif. Sehingga model penyelenggaraan MTQ yang akan datang adalah sebuah kegiatan yang representatif melingkupi nilai rahmatan lil’alamin itu sendiri dan sesuai dengan substansinya, bukan hanya ajang seremoni belaka, tetapi juga memiliki nuansa religius yang tipikal, dinamis, serta memiliki semacam kurikulum tertentu yang telah baku. Pada tataran pelaksanaannya inilah rekontruksi MTQ dapat dilakukan pengembangan dalam bidang seni, sains dan teknologi, budaya dan humaniora, teologi dan Epoleksoshankam yang kesemua bidang tersebut dapat memberi nuansa dan tampilan yang segar dalam ajang tahunan ini, baik dari sistem penyelenggaraan, upacara seremoni, hingga substansi materi MTQ sesuai dengan visi Islam rahmatan lil alamin yang dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.</p> Alfi Julizun Azwar ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 EKSISTENSI ISLAM KULTURAL DI TENGAH GEMPURAN GERAKAN ISLAM TRANSNASIONAL http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2380 <p>In the midst of the swift flow of transnational Islamic movements in spreading the ideas and ideologies of puritanism to all levels of Indonesian society that not only to the urban community but also has penetrated into the corners of the village at least it has led to resistance from the Muslim community of Indonesia, especially the Muslim community strongly upholding traditional values ​​in their religious systems. Such resistance is seen in some cases that occur on the island of Bangka which is related to the culture of maulidan, grave, tahlilan, and the reading of talqin which has become a tradition of Muslim communities of Bangka island. However, responding and responding to this, Kampung teachers using and promoting the method of education and teaching 'pengajian kampung' at least enough to stem the flow of movement of ideology of puritanism that began to penetrate into the island community of Bangka. So then the existence of Islamic cultural that characteristic of Malay can still be maintained.</p> Ahmad Syarif Hidayatullah ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 POLA KAJIAN HADIS AKADEMIK DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2381 <p>Studi hadis di Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) Indonesia memiliki pola, ragam dan karakteristik sesuai dengan kekhasan masing-masing. Berbagai jenis dan bentuk mata kuliah yang tawarkan dalam studi hadis menandakan adanya dinamika yang berkesinambungan. Sejak tahun 1995 hingga 2016, jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang yang di dalamnya prodi Ilmu Hadis berlindung, telah mengasilkan alumni sebanyak 276 Alumni. Idealnya karya-karya tersebut didiseminasikan kepada khalayak agar memberikan dampak yang positif bagi kehidupan keagamaan. Realitanya tidak demikian, hingga hari ini belum ada yang melakukan penelusuran secara serius melalui penelitian. Penelitian ini menjadi penting untuk mengetahui pola dan tipikal kajian hadis akademik yang berkembang pada mahasiswa Tafsir Hadis, terutama prodi Ilmu Hadis di UIN Raden Fatah Palembang serta memberikan kontribusi yang memadai dalam pengembangan kajian hadis di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah <em>library</em> <em>research</em>, karena objek kajiannya literatur dengan menelusuri data-data berupa skripsi mahasiswa Tafsir Hadis sejak tahun 1996 sampai 2016 untuk kemudian dideskripsikan secara kritis. Landasan teori yang digunakan adalah <em>content analisys</em>, oleh Harold D. Lasswell yaitu mencatat lambang atau pesan secara sistematis kemudian diberi interpretasi. Sedangkan sifat penelitian ini adalah kualitatif, mengingat fokus penelitian ini adalah pola kajian hadis akademik dan kecenderungannya.</p> Almunadi Almunadi ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 MAHASISWI HIJABERS http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2382 <p>The rule of wearing veil is set by Allah in Al - Qur’an which aims to protect and keep off women from impaired lust and men’s bad stare. In its implementation, most Muslim women have different styles in wearing it. The difference caused by their difference of understanding and point of views as to veil. As if to support the difference, every Ulama has different perception about women’s aurat limitation. The difference veil implementation is happened as well on IQT’s female students of Ushuluddin and Islamic Thought Faculty. This difference occurs because some factors like family, campus environment, boarding house, and their own understanding toward meaning and veil’s goal.</p> Muhamad Arpah Nurhayat ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 STUDI LIVING HADIS TENTANG HAK DAN TANGGUNG JAWAB TUNGGU TUBANG PADA TRADISI MASYARAKAT SEMENDE http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2383 <p>Pada hak dan tanggung jawab sebagai Tunggu Tubang selintas pandang seolah bertentangan dengan tradisi (sunnah) Rasulullah saw secara umum. Sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadis bahwa seorang laki-laki (suami) adalah sebagai pemimpin dalam keluarganya dan ia akan ditanya tentang kepemimpinannya, namun dalam hak dan tanggung jawab Tunggu Tubang seolah wanita yang memiliki tanggung jawab tersebut. Penelitian ini mencoba menyoroti kesesuaian antara dua tradisi yaitu tradisi (sunnah) Rasulullah saw dan tradisi masyarakat Semende dalam hak dan tanggung jawab Tunggu Tubang.</p> Uswatun Hasanah ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 LEGENDA PULAU KEMARO : STUDI PANDANGAN PENGUNJUNG DAN HUBUNGANNYA DENGAN AYAT-AYAT KEIMANAN http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2384 <p>Tulisan ini diarahkan untuk mengetahui bagaimana pandangan para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro dan menghubungkannya dengan ayat-ayat keimanan yang ada dalam Alquran. Sebagaimana diketahui, Pulau Kemaro menyimpan legenda dan cerita cinta antara Pangeran Tan Bun An dan Putri Siti Fatimah. Dalam legenda tersebut, Pulau Kemaro dipercayai terbentuk karena kematian pangeran dan putri yang tenggelam di Sungai Musi akibat ingin menyelamatkan hartanya. Pandangan para pengunjung yang datang ke pulau inilah yang kemudian akan dihubungkan dengan ayat-ayat keimanan—sebagaimana yang ada di dalam al-Quran —untuk sebenarnya al-Quran berbicara tentang suatu legenda. Secara prinsip, ayat-ayat keimanan yang ada dalam al-Quran memang mengajak manusia untuk selalu mentauhidkan Allah dalam segala aspek; baik untuk kehidupan dunia atau agama. Dalam substansinya, ayat-ayat keimanan mengajak manusia untuk selalu percaya kepada Allah; tidak menyekutukan-Nya; dan selalu beribadah dan berserah diri hanya kepada-Nya. Karena itulah, motif dan niat para pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro memang bertujuan untuk berlibur; bukan beribadah. Hal sebaliknya terjadi dengan komunitas Cina dan pemeluk agama Konghucu yang datang memang untuk memuja dan mendoakan arwah nenak moyang atau dewa yang mereka percayai</p> John Supriyanto ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1 TUDUHAN NEPOTISME TERHADAP UTSMAN BIN AFFAN DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEKHALIFAHAN ALI BIN ABI THALIB http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/2385 <p>One of the important issues in the leadership of Uthman ibn Affan's caliphate is the nepotism issue. This is due to the vile slander waged by the hypocrites that led to the rebellion and the murder of Uthman ibn Affan tragically. The case had an impact on the caliphate of Ali bin Abi Talib with the emergence of rebellion in Jamal War, the Shiffin War, and the Khawarij who undermined the leadership of the Caliph Ali. The purpose of this study is to determine the validity of the allegations of nepotism addressed to the Caliph Uthman ibn Affan, for remembering that the caliph is the first ten people who converted to Islam and secured into heaven. Historical data proves that the nepotism committed by Uthman ibn Affan did not violate Islamic norms as alleged to him. In addition, the face of nepotism in Indonesia needs to receive great attention, given that nepotism is a disease rooted in the environment of officials to the general public. It is suggested to the government that efforts to eradicate nepotism can be done by introducing a national integrity system and building a clean and healthy political will.</p> Murtiningsih Murtiningsih ##submission.copyrightStatement## 2018-07-11 2018-07-11 19 1