ISTIHSĀN, MENGAPA DITENTANG? (PRO-KONTRA KEHUJJAHAN ISTIHSĀN)

Main Article Content

Ahmad Rasyidi Halim

Abstract

During the time of Imam Hanafi, there was a spreading of false hadiths, so he was very careful about it, so that when there is a case that is not found in the Qur'an or shahih hadith, one of the methods used is istihsān, unlike Imam Syafi 'i which in its time is increasingly widespread of personal groups and groups that refused against sunnah, so people when it prefers to use the mind rather than the nash, the social influence makes Imam Shafi'i harder in terms of purifying the primary teachings of Islam namely the Qur'an and sunnah, thus limiting the use of reason and reason, including the good presumption in deciding a case on the basis of reason and lust. This is the background why Imam Hanafi accepted istihsān and on the contrary Imam Shafi'i refused.

Article Details

How to Cite
Halim, A. (2018). ISTIHSĀN, MENGAPA DITENTANG? (PRO-KONTRA KEHUJJAHAN ISTIHSĀN). Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat, 17(2), 181-197. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/nurani.v17i2.1843
Section
Artikel

References

Abdullah, Sulaiman, Sumber Hukum Islam: Permasalahan dan Fleksibilitasnya, (Jakarta: Sinar Grafika, 2004, cet. II).
Abdullah, Taufik, dkk, Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, (Jakarta: PT. Ichtiar Baru Van Hoeve).
Aibak, Kutbuddin, Metodologi Hukum Islam, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008, Cet. I).
Al-Jauziyyah, Ibn Qayyim, I’lam al-Muwaqqi’in, (Beirut: Dar al-Kutub al’Ilmiyyah, 1991 M).
Ali, Mohammad Daud, Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Islam di Indonesia, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006).
Arikunto, Suharsimi, Manajemen Penelitian, (Jakarta: Rineka Cipta, 1990).
As-syafi’i, Al Imam Muhammad bin Idris bin, Al-Umm (Beirut: Dar Al-Kutub Al Alamiyah).
Bambang, Sunggono, Metodologi Penelitian Hukum, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1998).
Bisri, Cik Hasan, Penuntut Penyusanan Rencana Penelitian dan Penelitian Skripsi: Bidang Ilmu Agama Islam, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2003)
Chalil, Moenawar, Biografi Empat Serangkai Imam Mazhab (Jakarta: Bulan Bintang, 1996).
Djalil, A. Basiq, Ilmu Ushul Fiqih 1 dan 2, (Jakarta: Kencana, 2010).
Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif : Analisis Data, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2012, Cet. III).
Hambal, Imam Ahmad bin, Hadis-hadis Imam Ahmad, diterjemahkan M. A. Fatah dari kitab asli Al-Musnad Li-Imam Ahmad ibn Hambal, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009.
Hanbal, Ahmad bin, al-Musnad, Kitab al-Sunnah, (Beirut: al-maarif, 1365 H).
Haroen, Nasrun, Ushul Fiqh, (Ciputat: PT. Logos Wacana Ilmu, 1997).
Khallaf, Abdul Wahhab, Ilmu ushul fikih, (Jakarta : Pustaka Amani, 2003).
Khallaf, Abdul Wahab, Ilmu Ushul al-Fiqh, (Kairo: Maktabah Dakwah al-Islamiyah, 1986).
Komite Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar Mesir, Hukum Waris, diterjemahkan Addys Aldizar dan Fathurrahman dalam kitab asli Ahkamul Mawārits fil Fiqhil Islami, (Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2004).
Mahmasani, Subhi, Filsafat Hukum Islam, alih bahasa Ahmad Sujono dari buku asli Filsafat At-Tasyr’i Al-Islam (Bandung: Al-Ma’arif, 1981).
Muhadjir, Noeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000).
Nadzir, Moh, Metode Penelitian, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2005).
Natsir, Mohd., Islam dan Akal Merdeka, (Jakarta: Budaya, 1970)
Qudamah, Ibnu, Al-Mughni, (Beirut: Dar al-Kutub, 1997 M).
Ramulyo, Mohd. Idris, Asas-asas Hukum Islam: Sejarah Timbul dan Berkembangnya Kedudukan Hukum Islam dalam Sistem Hukum di Indonesia (Edisi Revisi), (Jakarta: Sinar Grafika, 2004).
Salman, Otje dan Mustofa Haffas, Hukum Adat Indonesia – Suatu Pengantar, (Bandung: PT Refika Aditama, 2010, Cet. III)
Sarwat, Ahmad, Seri fiqih Kehidupan, (Jakarta: Rumah Fiqih Publishing, 2002, Cet.II).
Sholahuddin, M. Agus dkk, Ulumul Hadits (Bandung: Pustaka Setia, 2009).
Syarifuddin, Amir, Ushul fiqh jilid II, (Jakarta: Kencana, 2011).
SA, Romli, Studi Perbandingan Ushul Fiqh, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014)
Umam, Khairul dkk, Ushul Fiqih I, (Bandung: CV. Pustaka Setia, 2000, Cet.II).
Umar, Iskandar, Istihsān dan Pembaharuan Hukum Islam, (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1994).
Yanggo, Huzaimah Tahido Pengantar Perbandingan Madzhab (Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997).
Zuhailiy, Wahbah, al-Fiqh al-Syafii al-Muyassar, (Beirut: Dar al-Fikr, tt).

Jurnal Ilmiah
Baharuddin, Ahmad, “Istihsān dan Pembaruan dalam Hukum Islam”, dalam Diktum Vol. 13 No.2, Juli 2015.
Nashirudin, Muh., “Istihsān dan Formulasinya (Pro Kontra Istihsān dalam Pandangan Mazhab Hanafi dan Syafi’i)”, dalam Jurnal Asy-Syir’ah, Vol. 43 No. 1, 2009.
Salendra, Kasjim, “Kehujjahan Istihsān dan Implikasinya dalam Istinbat Hukum”, dalam Ad-Daulah Vol. 1 No. 2, Juni 2013.
Syarifuddin, “Istihsān dan Pembaharuan Hukum Islam”, dalam Tahkim, Vol. X No. 2, Desember 2014.
Internet
Adminstrator, http://www.bimbingan.org/pengertian-pendekatan-deskriptif-analitis.htm, diakses pada tanggal 24 Oktober 2016 Pukul 20.46 WITA.

Diskusi Kelas
Amir Tajrid, “Istihsān, mengapa di tentang?” (diskusi kelas mata kuliah Ushul fikih dan qawaidhul fiqhiyah), Samarinda, 22 Oktober 2016 Pukul 16.00 WITA.