QANUN PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM DI INDONESIA

Main Article Content

Yuswalina Yuswalina

Abstract

Regional Regulation (Perda) which substantially adopts Islamic law (Qanun), began to bloom again debated, and is made in conjunction with the implementation of the idea of broader regional autonomy post-centralized authoritarian Soeharto. This article explores deeply qanun (Islamic law in Aceh Province) in pluralism perspective case Indonesian Law.

Article Details

How to Cite
Yuswalina, Y. (2016). QANUN PERSPEKTIF PLURALISME HUKUM DI INDONESIA. Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat, 16(2), 117-140. Retrieved from http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/Nurani/article/view/937
Section
Artikel

References

Erwin Muhammad dan Amrullah Arpan. 2007. Filsafat Hukum. Palembang: Universitas Sriwijaya.
Indarayana, Deni. 2008. Negara Antara Ada dan Tiada Reformasi Ketatanegaraan. Jakarta: Kompas.
Natabaya, HAS. 2001. Seminar tentang Pemberdayaan Daerah dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah. Jakarta.
Saukani, Imam dan A. Ahsin Thohari. 2004. Dasar-Dasar Politik Hukum. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.
Dokumen :
1. Undang Undang Dasar Republik Indonesia 1945 setelah Amandemen.
2. TAP MPR No.IV/MPR/1978
3. TAP MPR No.II/MPR/1983
4. TAP MPR No.II/MPR/1988
5. TAP MPR No.IV/MPR/1999
6. Undang Undang No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintah Daerah
7. Undang Undang No. 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Provinsi Aceh
8. Undang Undang No.18 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus Provinsi Daerah Istimewa Aceh sebagai Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
9. Undang Undang No.32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah