EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii [Ness.] BI) TERHADAP DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis

Main Article Content

Moh. Syaifuddin Qomar Moch. Agus Krisno Budiyanto Sukarsono Sukarsono Sri Wahyuni Husamah Husamah

Abstract

Staphylococcus epidermidis is one of the bacteria that can cause infectious diseases. In general Staphylococcus epidermidis can cause diseases of swelling (abscess) such as skin infections or acne. Cinnamon (Cinnamomum burmannii [Ness.] BI) leaf extract has a substance which gives antimicrobial effects that can be used as an inhibitor of the Staphylococcus epidermidis bacteria’s growth because it contains substances such as essential oils, flavonoids, saponins, tannins, and alkaloids. The aim of this research is to analyse the effect of the concentration of cinnamon leaf extract and to determine the concentration of extract which has the best influence to the inhibition zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria. This research was conducted in Biology Laboratory of University of Muhammadiyah Malang, on 17-18 May 2017. The results showed that there was an effect of giving various concentrations of cinnamon leaf extract to the inhibition zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria’s growth. The concentration of cinnamon leaf extract which has the best influence to the inhibitory zone diameter of Staphylococcus epidermidis bacteria is 100% with the mean of inhibitory zone diameter 15.16 mm.

Article Details

How to Cite
Qomar, M., Budiyanto, M., Sukarsono, S., Wahyuni, S., & Husamah, H. (2018). EFEKTIVITAS BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii [Ness.] BI) TERHADAP DIAMETER ZONA HAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus epidermidis. Jurnal Biota, 4(1), 12-18. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/Biota.v4i1.1454
Section
Artikel

References

[1] Angelica, N. (2013). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun dan Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees & Th. Nees)) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(2): 1 – 8.
[2] Aprianto. (2011). Tesis Penelitian Ekstraksi Kayu Manis. URL http://eprints.undip.ac.id/ 36560/2/Tesis_penelitian_ekstraksi_kayu_manis_Aprianto.pdf
[3] Chang, S. T., Chen, P. F., & Chang, S. C. (2001). Antibacterial Activity of Leaf Essential Oils and Their Constituents from Cinnamomum osmophloeum. Journal Ethnopharmacology, 77: 123 – 127.
[4] Dewi, F. K. (2010). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu (Morinda
Citrifolia, Linnaeus) Terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Skripsi. Surakarta: Jurusan Biologi MIPA Universitas Sebelas Maret.
[5] Djajadisastra, J. (2009). Formulasi Gel Topikal dari Ekstrak Nerii Folium dalam Sediaan Anti Jerawat. Jurnal Farmasi Indonesia, 4(4): 210 – 216.
[6] Fahria & Muktiana, S. (2007). Ekstraksi Zat Aktif Antimikroba dan Tanaman Yodhium (Jatropha multifida L.) sebagai Bahan Baku Alternatif Antibiotik Alami. Artikel Ilmiah. Program Studi Teknik Kimia. Universitas Diponegoro, Semarang.
[7] Fitri, N. L., Susetyarini, R. E. Waluyo, L. (2016). The effect of ciplukan (Physalis angulata L.) fruit extract on SGPT and SGOT levels against white male mice (Mus musculus) hyperglycemia induced by alloxan as biology learning resources. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(2): 180-187.
[8] Gobel, B88. R., Zaraswati, D. & As`adi , A. (2008). Mikrobiologi Umum Dalam Praktek. Makassar, Universitas Hasanuddin.
[9] Gurriannisha, R. (2010). Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Siswa SMA Negeri 5 Medan Terhadap Jerawat Tahun 2010. Karya Tulis Ilmiah. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara Medan, 1 – 11.
[10] Hermawan. (2013). Bakteri Penyebab Jerawat. URL http://www.penyebabjerawat.com/bakteri penyebab-jerawat/. Diakses: 07 Maret 2017.
[11] Jawetz, Melnick, & Adelberg’s. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Jilid 1. Terjemahan oleh Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Jakarta: Salemba Medika.
[12] Khasanah, I., Sarwiyono & Surjowardojo, P. (2014). Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) sebagai Antibakteri terhadap Streptococcus agalactiae Penyebab Mastitis Subklinis Pada Sapi Perah. Laporan Penelitian. Fakultas Peternakan. Universitas Brawijaya. Malang.
[13] Muwarni, S., Soemardini, M. K., & Wardhani. (2009). Efek Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) sebagai Antimikroba terhadap Salmonella typhi secara In-Vitro. Jurnal Penelitian. Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya.
[14] Pelczar, M. J. & Chan, E. C. S. (2008). Dasar-dasar Mikrobiologi 2. Jakarta: UI Press.
[15] Prasetyo. (2008). Aktivitas Sediaan Gel Ekstrat Batang Pohon Pisang Ambon dalam Proses Penyembuhan Luka Pada Mencit. Artikel Ilmiah. Fakultas Kedokteran Hewan. IPB. Bogor.
[16] Pratiwi, S. T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.
[17] Putri, Z. F. (2010). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper betle L.) terhadap Propionibacterium acne dan Staphylococcus aureus multiresisten. Skripsi. Surakarta: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
[18] Radji, M. (2011). Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi dan
Kedokteran. Jakarta: EGC.
[19] Ningrum, R., Purwanti, E. & Sukarsono. (2016). Alkaloid compound identification of Rhodomyrtus tomentosa stem as biology instructional material for senior high school X grade. Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia, 2(3): 231-236.
[20] Rinawati, N. D. (2009). Daya Antibakteri Tumbuhan Majapahit (Crescentia cujete L.) terhadap Bakteri Vibrio alginolyticus. Artikel Ilmiah. 1 – 3.
[21] Robinson, T. (1998). Kandungan Organik Tumbuhan Tingkat Tinggi. Bandung: Kosasih Padmawinata.
[22] Santoso, S. E., Asmaningsih & Sanjaya. (2014). Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanniii) sebagai Antimikroba terhadap Bakteri Shigella dysenteriae secara In Vitro. URL http://eventarchives.litbang.depkes.go.id/jspui/bitstream/123456789/246/1/majalah%20ryan.pdf.
[23] Sasmita, F. W., Susetyarini, E., Husamah & Pantwati, Y. (2017). Efek Ekstrak Daun Kembang Bulan (Tithonia diversifolia) terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Alloxan. Biosfera, 34(1): 22-31.
[24] Sholihah, Husamah, & Setyaningrum, Y. (2010). Serai (Andropogon nardus) Sebagai Insektisida Pembasmi Aedes aegypti Semua Stadium. Laporan PKMI. Malang: Kemahasiswaan UMM.
[25] Sundari, E. (2001). Pengambilan Minyak Atsiri dan Oleoresin dari Kulit Kayu Manis. Bandung: Ganesha.
[26] Suriadi, A. (2006). Manfaat Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) Terhadap Khasiat Antioksidasi Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff.) Boerl.) Selama Penyimpanan. Skripsi. Bogor: Program Studi Biokimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor.
[27] Syahrurachman, A. (2001). Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Edisi Revisi. Jakarta: Binarupan Aksara.
[28] Syamsuhidayat, S. S. (2005). Inventaris Tanaman Obat Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
[29] Thomas, J. & Duethi, P.P. (2001). Cinnamon Handbook of Herbs and Spices. New York: CRC Press.