ETIKA PROFESI DA’I MENURUT AL-QUR’AN

  • M Amin Sihabuddin Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Abstract

Tulisan ini menggambarkan aturan prilaku bagi da’i menurut al-Qur’an dalam melaksanakan dakwah Islam. Berdasarkan hasil kajian dipahami bahwa etika da’i yang diatur dalam al-Qur’an dikelompokkan pada tiga kategori, yaitu etika bertutur kata. Da’i dalam berdakwah bil al lisan menurut norma al-Qur’an haruslah dengan bahasa yang jelas (baligh), tidak memberatkan audien, bahasa yang santun (qaulan layyinah), etika bahasa sesuai dengan forumnya, dan prinsip amar ma’ruf nahi munkar; (2) Etika perbuatan, adalah pengaturan dari norma al-Qur’an tentang perbuatan da’i yaitu untuk beramal sesuai dengan perkataan, berikap kasih sayang kepada khalayak, istiqamah, mewujudkan iman dengan amal  shaleh, beramal sesuai dengan syari’at Islam, meninggalkan larangan Allah dan melaksanakan perintah, tidak bersikap keras kepada khalayak dan memaksa, dan (3) etika dalam keteladanan, yaitu sebagai profil dari manifestasi nilai baik (mahmudah) menurut norma al-Qur’an bahwa keteladanan da’i, adalah jelmaan akhlak dari nilai al-Qur’an dengan penampilannya yang sopan, hubungan akrab dengan umat, menyebarkan wujud kasih sayang sebagai da’i dengan mad’u, dan berserah diri secara total terhadap nilai kebenaran al-Qur’an.
Published
25-04-2018