Multikulturalisme Islam: Studi Tingkat Pemahaman Keberagamaan Multikulturalisme bagi Komunitas Muslim di Kota Palembang

Main Article Content

Nyimas Anisah

Abstract

Multikulturalisme adalah sebuah ideologi dan sebuah alat untuk meningkatkan martabat manusia dan kemanusiaan. Untuk memahami multikulturalisme diperlukan pembangunan berbasis pengetahuan dan konsep yang relevan yang mendukung keberadaan dan fungsinya dalam kehidupan manusia. Membangun konsep-konsep ini harus dikomunikasikan antara ahli yang memiliki perhatian ilmiah yang sama pada multikulturalisme sehingga ada pemahaman yang sama dan saling mendukung. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman tokoh agama Islam di Palembang pada keberadaan multikulturalisme dan perkembangan Islam secara sosiologis dan antropologis melalui fenomena tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bermaksud untuk menggambarkan tingkat pemahaman multikulturalisme Islam di Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi item-item pilihan. Kuesioner yang disebarkan adalah tentang pemahaman mereka tentang Islam dan multikulturalisme dalam kerangka artikulasi agama mereka. Selain itu, wawancara mendalam dilakukan serta para tokoh masyarakat dari dua kelompok Ernis yang berbeda. Wawancara ini hanya mengetahui tingkat partisipasi masing-masing kelompok etnis dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari data yang dikumpulkan menemukan bahwa: (1) Bahwa tingkat pemahaman Palembang agama rakyat berdasarkan data yang dikumpulkan kuesioner dan wawancara menunjukkan tingkat tinggi, terutama pada isu-isu yang berkaitan dengan hubungan sosial; (2) Dalam hal iman (aqidah), ajaran Islam yang benar tidak pernah membiarkan toleransi berlebihan mereka. Hal inilah yang menyebabkan responden memiliki sikap rendah dalam mengapresiasi mulitikulturalisme di bidang iman; (3) Jika dikaitkan dalam kehidupan masyarakat, dalam pemahaman masyarakat multikulturalisme Palembang menyebabkan integrasi sosial.Multiculturalism is an ideology and a tool to enhance the dignity of man and humanity. To understand multiculturalism is required in the form of building a knowledge base of relevant concepts and supporting the existence and functioning of multiculturalism in human life. Building these concepts must be communicated among the experts who have the same scientific attention on multiculturalism so that there is a common understanding and mutual support in fighting this ideology. The purpose of this study to know the level of understanding of religious Islamic figures in Palembang on the existence of multiculturalism and the development of Islam as a sociological and anthropological at the phenomenon. This research is descriptive qualitative intends to describe the level of understanding of Islamic multiculturalism in Palembang. The research method used is survey method. The data collection is done by using a questionnaire containing items specific selection. Questionnaire distributed is about their understanding of Islam and multiculturalism within the framework of their religious articulation. In addition, in-depth interviews conducted as well the community leaders of the two groups Ernis different. This interview is just knowing the level of participation of each ethnic group in the lives of everyday people. From the data collected found that: (1) That the level of understanding of people's religious Palembang based on data collected questionnaires and interviews showed a high level, especially on issues related to social relationships; (2) In the case of a faith (aqidah), the teachings of true Islam never allow their excessive tolerance. This is what causes the respondents have a low attitude in appreciating mulitikulturalisme in the field of faith; (3) If it is associated in public life, in the understanding of multiculturalism society Palembang lead to social integration.

Article Details

How to Cite
Anisah, N. (2016). Multikulturalisme Islam: Studi Tingkat Pemahaman Keberagamaan Multikulturalisme bagi Komunitas Muslim di Kota Palembang. Intizar, 19(1), 129-146. Retrieved from http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/406
Section
Artikel

References

American Anthropologist XXXVIII; Man XXXV; Africa IX dan Oceania VI. C. Kluckhohn, 1953, Universal Categories of Culture.
F. Keesing, Culture Change: An Analysis And Bibliography Of Anthropological Sources To 1952.
Fadillah, Moh. Ali. (1999). “Etnisitas dan Nasionalisme Indonesia Perspektif Arkeologi”, dalam Panggung Sejarah persembahan kepada Prof. Dr. Denys Lombard. EFEO-Puslit Arkenas.
Harian Kompas edisi 15 Oktober 2004, Said Aqil Siradj “Agama dan Spiritualitas”.
Nasution, Harun. (1985). Islam ditinjau dari Berbagai Aspeknya. Jakarta. UI-Press.
Nasution, S. (2002). Metode Research. Bumi Aksara: Jakarta.
Rahardjo, Sucipto. (1983). Hukum dan Perubahan Sosial. Bandung. Alumni.
Steenbrink, Karel A. (1984). Beberapa Aspek tentang Islam di Indonesia. Jakarta: PT Bulan Bintang.
Siswomihardjo, Koento Wibisono. (1997). “Pluralisme dalam semangat kebangsaan bhineka tunggal ika”, makalah Seminar Nasional “Pengabdian dan Profesionalisme dalam menghadapi abad XXI” dalam rangka Munas VII KAGAMA di Palembang.
Singarimbun, Masri dan Effendi, Sofian. (1983). Metode Penelitian Survay. LP3ES: Jakarta.
Usman, Husaini dan Akbar, Purnomo setiady. (2003). Metodologi Penelitian Sosial. Bumi Aksara: Jakarta.