http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/issue/feed Intizar 2018-08-13T08:08:00+00:00 Nazarudin nazarudin_uin@radenfatah.ac.id Open Journal Systems <p><img src="/public/site/images/padjrindha/homepageImage_en_US.jpg"></p> <p>Intizar Journal&nbsp;<a title="ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1180429539" target="_blank" rel="noopener">(ISSN:&nbsp;1412-1697)</a> and <a title="E-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1446472199" target="_blank" rel="noopener">(E-ISSN: 2477-3816)</a> is a&nbsp;peer-reviewed&nbsp;that publishes thescientific articles concerned on Islam and civic, published by <a title="LP2M" href="http://lp2m.radenfatah.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Pusat Penelitian (Puslit) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).</a> The published articles include research results (priority) and contemporary conceptual nature.<br>Intizar Journal performs a rigorous selection of the articles that go into the editor to conduct a review by the Editorial Board and Mitra Bebestari. The decision of the articles received by the editorial board meeting based on the recommendation of the Mitra Bebestari.<br>Intizar has become a CrossRef Member since the year 2016. Therefore, all articles published by Intizar will have unique DOI number.<br><strong>Indexed in:</strong></p> <p><strong><a title="DOAJ" href="https://doaj.org/toc/2477-3816" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/doaj.png"></a><a title="Moraref" href="http://moraref.or.id/browse/index/484" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/Moraref3.png"></a><a title="GS" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=prUMezEAAAAJ&amp;hl=id"><img src="/public/site/images/padjrindha/scholar_logo_24dp2.png"></a><a href="http://crossref.org" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/DUvEDvQWsAEjXeh.jpg"></a><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/7973" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/Garuda.png"></a><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?and_facet_journal=jour.1285082" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/dimensions.png" width="222" height="39"></a></strong></p> http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/1951 Motivasi Orang Tua Memilih Pondok Pesantren untuk Anaknya 2018-08-13T07:51:51+00:00 Dedi Supriatna busro.kinjeng@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang motivasi orang tua memilih pondok pesantren Sunanulhuda dan keberadaan orang tua santri putri di pondok pesantren Sunanulhuda.&nbsp; Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif lapangan, dengan mengambil latar di Pondok Pesantren Sunanul Huda&nbsp; Cikaroya Cibolang Kaler Cisaat Sukabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dengan sumber data utama adalah orang tua/wali santri putri pondok pesantren Sunanul Huda. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitik, untuk mendeskripsikan dan menganalisa lingkungan sosial manusia atau organisasi eksternal yang mempengaruhi motivasi orang tua dalam memilih pendidikan untuk anaknya. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Dari penelitian ini didapatkan motivasi orang tua memasukkan anaknya ke Pondok pesantren itu karena (1) keinginan orang tua agar anak memiliki akhlak yang bagus, (2) perasaan ketidak mampuan orang tua mendidik anak di rumah, (4) orang tua menganggap biaya pesantren tidak begitu mahal, (3) orang tua merupakan alumni dari pondok pesantren, (4)orang tua memilih lembaga pendidikan yang didalam nya terdapat pendidikan sekolahnya juga, (5),&nbsp; agar anak di bekali ilmu agama yang bisa di amalkan oleh dirinya sendiri dan orang lain, (6) agar anak tumbuh menjadi anak yang cerdas (7) keyakinan orang tua terhadap pesantren sebagai tuntunan agama islam yang paling benar. Pesantren dipandang sebagai lembaga pendidikan yang unggul di banding sekolah umum, walaupun latar belakang orang tua berbeda-beda tetapi tetap mempunyai kesamaan tujuan yaitu agar anak menjadi orang yang berguna, sesuai dengan harapan orang tua</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/1968 Budaya Tutur dalam Tafsir Melayu (Studi Wacana Peribahasa Melayu dalam Tafsir Al-Azhar Karya Hamka) 2018-08-13T07:54:34+00:00 Lukmanul Hakim lukmanulhakim_uin@radenfatah.ac.id <p>Peribahasa Melayu berupa pepatah, perumpamaan, pemeo dan pantun atau sajak dalam Tafsir Al-Azhar karya Hamka sebagai wacana budaya, politik dan agama, dapat dipahami dengan baik melalui metode pendekatan analisis wacana kritis (AWK). Pendekatan ini dapat dengan jelas mengungkapkan hubungan antara wacana (discourse), kekuasaan, dominasi, ketidaksetaraan sosial yang berkembang mengiringi hadirnya wacana tersebut dengan memfokuskan pada bahasa yang digunakan, wacana yang dibangun, interaksi verbal dalam kegiatan komunikasi. Dilihat dari analisis wacana kritis, peribahasa Melayu yang dibawakan Hamka dalam Tafsir al-Azhar memperlihatkan adanya tiga aspek produksi makna dalam kehidupan sosial yang menyiratkan adanya kepentingan, maksud dan tujuan tertentu, atau bahkan nilai yang disembunyikan di balik peribahasa Melayu yang digunakan oleh Hamka, yakni aspek budaya, politik dan agama.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/1879 Konsep Khalifah Fil Ardhi dalam Perspektif Filsafat (Kajian Eksistensi Manusia sebagai Khalifah) 2018-08-13T07:56:31+00:00 Zulhelmi Zulhelmi zulhelmi0101zh@gmail.com <p>This research entitled “The Concept of Khalifah fil Ardhi in Philosophy Prespective; Study about human existence as Khalifah. This research is discribing about the concept of Khalifah in philosophy prespective, and finding the meaning of human existence as khalifah on earth. The method used in this research is historic desciptive method, interpretation method, comparative method and heuristics method. The analysis used in this study is qualitative descriptive explaining the description&nbsp; of human existance in charge of their duty as Khalifah on earth... The results of this research conclude that Khalifah is the duty given to human (Adam and his offspring) on earth and the reality of the human leadership in managing and organizing the universe that is appropiate with the rules given by God in order to dedicating fot God. A Khalifah should habe these characters: <em>Yahduna bi amrina; wa awhayna ilayhim fi’la al-khayra; ‘abidin</em> (including <em>Iqam Al-Al-Shalat and Ita’ al Zakat); yaqiny; shabaru. </em>Al Shabru’ becomes the consideration of making someone becomes a Khalifah, this character is important for a khalifah. Besides that it alsi describing the mental character of themselves, shown as the behavior when execute the Khalifah duty. The Khalifah existence as the pilot and role model for all human, can build the justice and give the welfare to all people and also bring the happiness in the world and hereafter.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2186 Pendidikan Islam dan Kelas Menengah Muslim Yogyakarta: Studi di SDIT Insan Utama Yogyakarta 2018-08-13T07:58:06+00:00 Nur Azizah dzakiyahazizah12@gmail.com Imam Machali imammachali@gmail.com <p>Masyarakat kelas menengah Muslim di Indonesia jumlahnya semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan sekolah Islam terpadu. Mengetahui persepsi masyarakat tersebut terhadap sekolah Islam terpadu akan memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat kelas menengah Muslim Yogyakarta di SDIT Insan Utama menganggap bahwa lembaga pendidikan Islam sangat penting dan sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak yang Islami serta menambah pengetahuan mengenai ajaran-ajaran Islam. Sebanyak 77% masyarakat kelas menengah Muslim yang ada di SDIT Insan Utama adalah <em>supportive parent</em>, yaitu orang tua yang ideal yang memiliki <em>high democratic </em>dan<em> high involvement </em>terhadap anak. Berdasarkan kategori perilaku konsumen, sebanyak 55% kelas menengah Muslim di SDIT Insan Utama adalah <em>universalist </em>dan 45% <em>conformist</em>. <em>Universalist</em> adalah mereka yang memiliki nilai spiritual dan emosional yang tinggi terhadap suatu produk. Sedangkan <em>conformist</em> adalah mereka yang memiliki nilai spiritual yang tinggi tetapi tidak memperhatikan <em>emotional/functional value</em> dari suatu produk. Adapun faktor yang mempengaruhi persepsi mereka adalah faktor pengetahuan orang tua, latar belakang pendidikan, pengalaman, kemampuan, lokasi sekolah, lingkungan masyarakat, materi pelajaran dan budaya di lembaga pendidikan Islam.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2188 Pemetaan Ayat-Ayat al-Qur’an tentang Rumpun Ilmu Agama dalam Perspektif Paradigma Integrasi-Interkoneksi 2018-08-13T07:59:45+00:00 Toto Suharto tosuh71@gmail.com <p>Kehadiran UU No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi menjadi angin segar bagi PTKI, karena penyelenggaraan pendidikannya mendapat pengakuan secara konstitusional. Namun demikian, basis konstitusional ini masih menyisakan banyak persoalan, salah satunya dilihat dari perspektif epistemologi integrasi-interkoneksi yang telah menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai core values bagi keilmuan Islam. Tulisan ini dengan analisis isi menemukan bahwa epistemologi keilmuan integrasi-interkoneksi merupakan gagasan <em>Prof. M. Amin Abdullah yang berusaha </em>memadukan dan mengaitkan antara&nbsp; “ilmu” dan “agama”, yang tergambar dalam model Jaring Laba-Laba. Tujuh wilayah rumpun ilmu agama Islam, sebagaimana tertera dalam UU No. 12/2012 mendapat legitimasi al-Qur’an melalui sebaran berbagai ayatnya dalam bentuk pemetaan. Ketujuh bidang rumpun ilmu agama Islam ini posisinya masih berada dalam Lingkar Lapis Dua dalam epistemologi integrasi-interkoneksi model Jaring Laba-Laba. Dengan demikian,tujuh bidang rumpun ilmu agama Islam dalam UU No. 12/2012 ini tidak cukup relevan dengan semangat perubahan dari IAIN ke UIN yang menghendaki adanya peningkatan lapisan dari Lapis Dua ke Lapis Tiga dalam model Jaring Laba-Laba.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2185 Zikir Ratib Haddad: Studi Penyebaran Tarekat Haddadiyah di Kota Palembang 2018-08-13T08:01:40+00:00 Muhammad Noupal muhammadnoupal_uin@radenfatah.ac.id <p>Penelitian ini dilatarbelakangi adanya fenomena menarik terkait maraknya pembacaan zikir Ratib Haddad di kota Palembang. Sebagaimana diketahui, zikir Ratib Haddad merupakan zikir para penganut tarekat Haddadiyah yang kebanyakan justru dianut masyarakat keturunan Arab Hadramaut. Studi ini menggunakan pendekatan fenomenologis untuk melihat bagaimana zikir ini dibaca dan menjadi gambaran penyebaran tarekat Haddadiyah di Palembang. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa maraknya pembacaan zikr Ratib Haddad di kota Palembang tidak dapat dilepaskan dari peran Syekh Ali Umar Thoyyib dan para muridnya yang tergabung dalam majelis zikir al-Awwabien. Tetapi maraknya pembacaan zikir ini tidak menunjukkan bahwa tarekat haddadiyah dianut masyarakat Palembang; sebab zikir Ratib Haddad lebih dianggap sebagai zikir umum yang pembacaannya boleh dilakukan oleh siapa saja.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2184 Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang dalam Perspektif Global dan Islam di Provinsi Sumatera Selatan 2018-08-13T08:03:02+00:00 Rr Rina Antasari rrrinaantasari_uin@radenfatah.ac.id <p>Artikel bertujuan untuk membahas bagaimana penanganan tindak pidana perdagangan orang dalam pandangan global dan Islam khusus di Sumatera Selatan. <em>Human trafficking</em> menjadi isu global saat ini dengan berbagai bentuk dan jalurnya. Kasus ini perlu ditangani dengan serius karena mengancam Hak Azazi Manusia. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan pendekatan konseptual (<em>conceptual approach</em>), perundang-undangan (<em>statute approach</em>), filosofi (philosopie<em> approach</em>), dan sosiologi hukum. Praktek ini dengan berbagai bentuk diantaranya kerja paksa, dipaksa mengemis, tenaga kerja luar negeri, pembantu rumah tangga yang disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang perdagangan orang, adanya kekerasan, krisis ekonomi, dan kekerasan dalam rumah tangga. Melihat praktek tersebut, pihak Pemerintah Sumatera Selatan mengambil upaya hukum dengan membentukl sebuah Gugus Tugas Penghapusan Perdagangan (<em>Trafficking</em>) Perempuan dan Anak yang anggotanya terdiri dari berbagai Instansi Pemerintah, LSM, Swasta dan Media massa. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Sumatera Selatan telah sejalan dengan hukum global dan Islam.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2183 Nalar Zakir Abdul Karim Naik (Perspektif Aliran-Aliran Filsafat) 2018-08-13T08:08:00+00:00 Syefriyeni Syefriyeni syefriyeni_uin@radenfatah.ac.id <p>Sejak tahun 2004, sosok Zakir Abdul Karim Naik, yang biasa dipanggil Zakir Naik, melakukan pencerahan Islam yang sarat bernuansa logis, rasionalitas, ilmiah, bahkan filosofis. Pencerahan keagamaannya tidak dalam bentuk ceramah agama sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh para ulama dan kiyai Muslim. Pertama tidak cenderung dilakukan di mesjid. Kedua, tidak cenderung dihadiri hanya oleh Muslim semata, namun justru banyak dari kalangan non Muslim, penganut agnotisisme, bahkan ateis sekalipun. Hal ini adalah suatu yang fenomenal. Nalar pemikiran Zakir Naik dapat dinyatakan merupakan bentuk gabungan antara nalar rasionalitas, nalar ilmiah, dan nalar religius. Alur-alur nalarnya dapat diukur dengan nalar filsafat, yang membentuk kontribusi jelas, baik di dunia da’i, dan dunia ilmiah. Bahwa dalam dunia ilmiah nalar Zakir Naik telah mampu menampilkan sebuah konsep integrasi ilmu, tujuan kehidupan, dan tujuan pengenalan terhadap hasil-hasil riset-riset ilmiah, yang tidak lain adalah untuk pendekatan dan pengenalan akan Allah SWT.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2028 The Literature of Teacher of Islamic Education at the Senior High School in Bogor City 2018-08-13T08:05:40+00:00 Zulkarnain Yani yanizulkarnain77@gmail.com <p>This paper describes the interest of reading Islamic education teachers at senior high school in the city of Bogor - West Java. This study was conducted in August - September 2016. The focus of the discussion on the urgency of reading religious literature according to Islamic education Teachers at senior high school in Bogor City and a wide selection of literature that the teachers are interested in. The targets are senior high school of Islamic education teachers that have been certified, both civil servant teachers and non-civil servant teachers. The purpose of this research is to know more deeply about reading interest through the urgency of reading religious literature according to Islamic education teachers at senior high school in Bogor City and a wide selection of literature that interest teachers and used in teaching Islamic Religious Education materials in schools. Based on the results of research, overall, interest in reading owned by Islamic education teachers&nbsp; in Bogor city is still very good. As many as 94% or 34 Islamic education teachers at senior high school who say the importance of reading religious literature is essential. The variety of literature that is preferred by Islamic education teachers at senior high school in Bogor more on the material Aqidah followed by the material fiqh, morals and history of Islamic civilization</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2187 Relasi Islam dan Negara: Studi Pemikiran Politik Islam dalam Perspektif al-Qur’an 2018-08-13T08:07:18+00:00 Jufri Suyuthi Pulungan pulungan.radenfatah@gmail.com <p>Tulisan ini mendeskripsikan relasi Islam dan negara dalam bingkai pemikiran politik Islam dilihat dari al-Qur’an. Relasi Islam dan negara dapat dilihat dari tiga paradigma, yaitu;&nbsp;paradigma integralistik, sekuleristik, dan simbiotik. Kontroversi dan aktualisasi pemahaman ini disebabkan tidak adanya penjelasan secara tegas baik al-Quran maupun hadits. Sehingga dalam perjalanan sejarah umat Islam pasca Nabi Muhammad Saw sampai di abad modern ini, umat Islam menampilkan berbagai sistem dan bentuk pemerintahan, mulai dari bentuk kekhalifahan yang demokratis sampai ke bentuk yang monarkhi absolut dan oligarki. Ketika Nabi Muhammad menata kehidupan sosial, politik dan agama masyarakat Madinah sebagai negara Islam pertama itu didasarkan pada suatu hukum tertulis <em>The Constitution of Medina</em> (Piagam Madinah). Konstitusi Madinah sesuai dengan dasar-dasar umum yang terkandung dalam ayat-ayat al-Qur’an. Dalam konteks negara modern, Indonesia dengan Pancasila-nya merupakan rumusan negara modern, seperti termaktub dalam Mukaddimah UUD 1945 merupakan <em>platform</em> negara-bangsa (<em>nation state</em>) Indonesia yang pluralistik dan dalam batas-batas tertentu memiliki “kesamaan” dengan&nbsp; Piagam Madinah. Meskipun al-Qur’an tidak menetapkan tentang sistem dan bentuk pemerintahan serta bagaimana mewujudkannya. Tapi, al-Qur’an menyebut adanya ide atau prinsip dasar pembentukan negara dan adanya kepala negara. Di sini, umat Islam diberi kebebasan untuk memilih sesuai dengn tuntutan kehidupan mereka yang sangat dipengaruhi perkembangan zaman. Demikian juga dalam kaitannya dengan term masyarakat madani juga tidak ditemukan dalam al-Qur’an. Namun, ada dua kata kunci yang bisa mendekati konsep masyarakat madani, yakni term&nbsp;<em>ummah&nbsp;</em>dan term&nbsp;<em>madinah</em>. Kedua term ini, menjadi nilai dasar dan nilai-nilai instrumental bagi terbentuknya masyarakat madani, kata&nbsp;<em>ummah</em>,<em>&nbsp;</em>bisa dirangkaikan dengan sifat dan kualitas tertentu, seperti&nbsp;<em>ummah wasathan, khairu ummah&nbsp;</em>dan&nbsp;<em>ummah muqtashidah </em>yang merupakan pranata sosial utama yang dibangun oleh Nabi Saw segera setelah hijrah ke Madinah. Konsep dan kegiatan politik sistem pemerintahan dalam Islam pada prinsipnya bertumpu pada keadilan. Keadilan yang merupakan mahkota hukum menjadi sebuah keniscayaan untuk senantiasa ditegakkan oleh pemerintah. Pemerintahan harus dibangun berdasarkan asas-asas normatif untuk mengatur negara yang berlandasan pada asas amanat, asas keadilan (keselarasan), asas ketaatan (disiplin) dan sunnah. Asas sunnah menghendaki agar hukum-hukum perundang-undangan dan kebijakan politik ditetapkan melalui musyawarah di antara mereka yang berhak Sehingga dalam menentukan kebijakan juga berfungsi sebagai&nbsp;<em>check and balance&nbsp;</em>pemerintah.</p> 2018-10-22T13:55:07+00:00 ##submission.copyrightStatement##