http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/issue/feed Intizar 2019-02-17T02:29:49+00:00 Nazarudin nazarudin_uin@radenfatah.ac.id Open Journal Systems <p><img src="/public/site/images/padjrindha/homepageImage_en_US.jpg"></p> <p>Intizar Journal&nbsp;<a href="http://u.lipi.go.id/1180429539">(ISSN:&nbsp;1412-1697)</a>&nbsp;and&nbsp;<a href="http://u.lipi.go.id/1446472199">(E-ISSN: 2477-3816)</a>&nbsp;is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.<br>Intizar has become a CrossRef Member since the year 2016. Therefore, all articles published by Intizar will have unique DOI number.<br><strong>Indexed in:</strong></p> <p><strong><a title="DOAJ" href="https://doaj.org/toc/2477-3816" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/doaj.png"></a><a title="Moraref" href="http://moraref.kemenag.go.id/archives/journal/97874782241955733" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/Moraref3.png"></a><a title="GS" href="https://scholar.google.co.id/citations?user=prUMezEAAAAJ&amp;hl=id"><img src="/public/site/images/padjrindha/scholar_logo_24dp2.png"></a><a href="http://crossref.org" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/DUvEDvQWsAEjXeh.jpg"></a><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/7973" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/Garuda.png"></a><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?and_facet_journal=jour.1285082" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/padjrindha/dimensions.png" width="222" height="39"></a></strong></p> http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/3101 Corak Epistemologi Mistis Neoplatonisme dalam Mistisisme Islam 2019-02-17T02:29:49+00:00 Sahjad M Aksan sahjadpenelitian@gmail.com <p><span style="margin: 0px; letter-spacing: -0.1pt; font-family: 'Times New Roman','serif'; font-size: 12pt;">Mistisisme adalah sebuah pergulatan batin mencari cahaya, petunjuk dan jalan bercengkrama dengan alam batin untuk menggapai pengetahuan melalui pencerahan. Tetapi, secara epistemik, mistisisme bersifat sangat personal, karenanya tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di tangan Plotinus mistisisme seakan menjadi hidup dengan nuansa-nuansa filosofisnya, sehingga mudah dijelaskan dan diadaptasikan sebagai salah satu objek kajian filsafat. Hingga saat ini warisan filsafat Neoplatonisme masih eksis tidak hanya di wilayah akademi, tetapi juga merambah dan menjadi paham yang dimiliki oleh sebagian umat Islam yang berkecimpung pada dunia tasawuf baik falsafi maupun akhlaki. Hal ini mengindikasikan adanya kebebasan memiliki cakrawala berpikir umat yang dapat diadosi dari manapun sekaligus mengindikasikan pula adanya warna-warni pemikiran keislaman. Pemahaman bercorak mistis dalam Islam seyogyanya memang tidak boleh diberangus dengan alasan apapun ataupun untuk dibenturkan dengan pemahaman keislaman yang bercorak fikih atau <em>fikih oriented</em>. Sebab, mendalami mistisisme Islam yang diakui banyak dipengaruhi oleh ajaran Neoplatonisme, membuktikan dan mengajarkan kepada umat bahwa ada relasi kuat antara konsepsi syariat dengan konsepsi tasawuf tentang ibadah sehingga keduanya tidak perlu dipertentangkan sebab sama-sama memiliki indikator yang menyempurnakan esensi tauhid dan ibadah.</span></p> 2019-02-17T02:04:46+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2772 Meluruskan Pola Pikir Umat Mengenai Keimanan Ahli Kitab dalam al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Toleransi Beragama 2019-02-17T02:29:49+00:00 Abdul Munim Amaly munim@upi.edu Munawwar Rahmat munawarrahmat.sa@gmail.com <p>Ketika dikatakan <em>ahli kitab</em>, pandangan umat islam cenderung mengarah kepada kafir. Tetapi apakah demikian? Apakah <em>ahli kitab</em> kafir? Atau mereka ada yang beriman?. Tujuan penelitian ini untuk menggali kebenaran tersebut dalam perspektif Al-Quran serta implikasinya terhadap toleransi beragama. Dengan menggunakan metode “Al-Quran Digital Secara Tematik”, setiap ayat tentang term <em>Ahli Kitab </em>dianalisis. Dari analisis ayat-ayat Al-Quran ditemukan 35 ayat tentang term <em>Ahli Kitab</em>, diantaranya terdapat delapan ayat yang menyatakan bahwa <em>ahli kitab </em>kafir, dan dua ayat menyatakan sebagian <em>ahli kitab </em>beriman. Temuan ini mengandung implikasi toleransi beragama yaitu sikap saling menghargai keimanan seseorang, sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.</p> 2019-02-17T02:10:05+00:00 ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/2586 Keterampilan, Metode Cerita, Pen Keterampilan Menggunakan Metode Cerita dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di TPQ 2019-02-17T02:29:49+00:00 Asyruni Runi Multahada asyrunimultahada1991@gmail.com <p>Cerita memiliki dampak luar biasa terhadap pembentukan karakter anak, apalagi jika cerita yang disampaikan dapat berkesan pada diri anak. Namun, untuk menyampaikan cerita yang menarik dan berkesan pada diri anak tidaklah sembarangan. Keterampilan menggunakan metode cerita menjadi penting dikuasai oleh guru untuk mengajarkan Pendidikan Agama Islam yang menyenangkan dan berkesan pada jiwa santri. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan metode cerita, diantaranya yakni persiapan, teknik bercerita dan keterampilan dalam bercerita. Persiapan yang mesti dilakukan sebelum menyampaikan cerita diantaranya memilih tema cerita, mempersiapkan alat peraga, dan menguasai isi cerita. Kemudian, teknik yang harus dikuasai guru dalam menyampaikan cerita terdiri dari teknik membuka cerita, teknik bercerita dengan alat peraga, teknik menangani gangguan dalam bercerita, serta teknik menutup dan mengevaluasi cerita. Dan, keterampilan bercerita yang perlu dikuasai oleh guru diantaranya adalah olah gerak, olah vokal dan mimik muka serta bahasa dan komunikasi.</p> 2019-02-17T02:12:09+00:00 ##submission.copyrightStatement##