PENERAPAN MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MANAJEMEN BERBASIS MADRASAH DAN IMPLIKASINYA TERHADAP MOTIVASI KERJA GURU DI MTs NEGERI SEKAYU

  • Sonin Sonin STAIR Rahmaniyah Sekayu
Keywords: Penerapan Manajemen Sumber Daya Manusia, Manajemen Berbasis Madrasah, Motivasi Kerja Guru di MTs Negeri Sekayu

Abstract

Reformasi bidang pendidikan yang sebelumnya sentralisasi menjadi desentralisasi sebagaimana terdapat di dalam regulasi-regulasi pendidikan, seperti dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidik Nasional pada pasal 51 ayat (1) mengenai pengelolaan pendidikan. Akan tetapi dalam pengelolaan suatu organisasi, SDM merupakan sumber daya yang lebih penting karena organisasi itu sendiri dibentuk oleh manusia, dan sumber daya manusia yang memiliki motivasilah yang dapat membuat organisasi itu beroperasi sebagaimana yang diharapkan pemerintah. Masalah ini yang melatarbelakangi keinginan penulis untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana penerapan manajemen sumber daya manusia dalam manajemen berbasis madrasah di MTs Negeri Sekayu? Dan bagaimana pula implikasinya terhadap motivasi kerja guru? Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif kuantitatif. Sementara untuk tehnik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan angket/kuisioner tertutup. Subjek penelitian terdiri dari kepala madrasah dan guru berjumlah 32 orang. Berdasarkan hasil dari analisis mengenai penerapan manajemen SDM dalam MBM di MTs Negeri Sekayu terlaksana dengan baik, karena ruang lingkup manajemen suber daya manusia yang diteliti, mulai dari perencanaan, pengorgani-sasian, pengarahan, pengadaan pengembangan, kompensasi, integritas, pemeliharaan, pendisiplinan dan pemutusan hubungan kerja semuanya sudah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari persentase pernyataan guru bahwa terdapat 18 responden atau 56,2% dari seluruh responden tergolong tinggi. Sedangkan yang termasuk katagori sedang terdapat 7 responden atau 21,9% dan termasuk katagori rendah 7 responden atau 21,9%. Kemudian implikasi penerapan manajemen SDM dalam MBM di MTs. Negeri Sekayu terhadap motivasi kerja guru tergolong cukup tinggi hal ini terlihat dari komitmen dan loyalitas guru dalam bekerja, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, kepuasan yang mereka dapat, terciptanya hubungan interpersonal yang baik, cukup disiplin terhadap peraturan, Selain itu para guru memiliki keinginan untuk berprestasi, dan selalu berusaha untuk meningkatkan profesionalisme mereka dalam bekerja. Hasil analisis dengan menggunakan rumus korelasi product moment presentase motivasi kerja guru yang tergolong tinggi 12 responden atau 37,5 %, selanjutnya yang termasuk katagori sedang terdapat 13 responden atau 40,6 % dan yang termasuk kategori rendah 7 responden atau 21,9%. Kemudian melalui perhitungan pada nilai koefisien korelasi “r” product moment baik pada taraf signifikasi 5% (0,05) maupun pada taraf signifikasi 1% (0,01) yaitu 0,349 <  0,884 > 0,449, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat kolerasi positif antara manajemen SDM dalam penerapan MBM terhadap motivasi kerja guru di MTs Negeri Sekayu.
Published
26-09-2016
Section
Artikel