TRANSFORMASI KURIKULUM PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DI INDONESIA

(Education Unit Level Curriculum Towards 2013 Curriculum To Dual Curriculum)

  • Andi Prastowo Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

The curriculum is ideally adaptive to the development of science and technology. The aim is that the outcomes of education have capabilities that are relevant to user needs and the challenges of the times. Curriculum transformation is a common thing in various countries, one of which is Indonesia. However, starting in 2015, the curriculum and madrasah curriculum transformation in Indonesia was implemented by implementing two curricula at once, namely the 2013 curriculum and the Education Unit Level Curriculum (EULC). This is rare in previous times. Departing from this issue, this article attempts to uncover the background and strategies and the problems faced in implementing the transformation of the primary and secondary education curriculum in Indonesia towards a dual curriculum. The research method used in this study is literature study. The findings of this study indicate that the transformation or changes in curriculum in Indonesia from EULC to the 2013 curriculum, then the dual curriculum is due to the low quality of national education. The application of dual curriculum has been implemented since 2015 using the 2013 curriculum and EULC at the same time for all primary and secondary education levels. This policy was carried out due to various technical issues in the 2013 curriculum implementation.

References

Ali, Mohammad.(2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional. Bandung: Imperial Bhakti Utama,2009.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Kemendikbud. (2013). Strategi Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Kemendikbud.
Halim, Lily.( 26 November 2014). “Menjadi Percontohan Kurikulum 2013” dalam Opini, Kompas,
Hidayat, Sholeh.(2013). Pengembangan Kurikulm Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Indratno (ed.), A. Feri T. (2008). Kurikulum yang Mencerdaskan Visi 2030 dan Pendidikan Alternatif, Cet. II, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Koesoema A, Doni.(8 Desember 2014). “Merevisi Kurikulum 2013” dalam Kompas.
Kompas. (12 Agustus 2014a). “Kurikulum 2013: DKI Jakarta Usul Hari Sabtu Masuk Sekolah”.
Kompas. (22 Agustus 2014e). “Kurikulum 2013: Sekolah Masih Menanti Buku Teks”.
Kompas. (29 Desember 2014c). “Kurikulum 2013: Guru TIK Jadi Konsultan.
Kompas. (29 Oktober 2014d ). “Kurikulum 2013: Ujian, Buku Belum Jelas”.
Kompas.(12 Agustus 2014b). “Guru Tanya tentang Kurikulum 2013 ke Guru Lain”.
Kunandar. (2013). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013): Suatu Pendekatan Praktis. Jakarta: RajaGrafindo Persada Pers.
Majid, Abdul. (2014). Implementasi Kurikulum 2013: Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung: Interes.
Majid, Abdul. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu, Bandung: Remaja Rosdakarya,.
Mulyasa, E. (2006) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Sebuah Panduan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013, Bandung: Remaja Rosda Karya.
Prastowo, Andi. (2015). Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik Terpadu: Implementasi Kurikulum 2013 untuk SD/MI. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Pusat Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendiknas.(2011). Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa: Pedoman Sekolah. Jakarta: Kemendiknas.
Suara pembaruan.com, “Kurikulum 2013, Kemag Latih 140.000 Guru Madrasah”, www.suarapembaruan.com/home/kurikulum-2013-kemag-latih-14000-guru-madrasah/39819, dan diakses pada Tanggal 10 April 2014 Pukul 23.29 WIB
Suparno, Paul.(14 Januari 2015) “Berilah Guru Kebebasan”, dalam Kompas.
Surakhmad, Winarno. (2009). Pendidikan Nasional: Strategi dan Tragedi. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Tilaar, H.A.R. (2012). Perubahan Sosial dan Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta.
Tim Dosen AP UNY.(2011).Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Tim PGRI.(2014). Pendidikan untuk Transformasi Bangsa: Arah Baru Pendidikan untuk Perubahan Mental Bangsa, Jakarta: Penerbit Buku Kompas.
Published
22-01-2019