JIP: Jurnal Ilmiah PGMI http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip <p>JIP: Jurnal Ilmiah PGMI (<a title="ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1456539437" target="_blank">ISSN: 2527-2764</a>; <a title="E-ISSN" href="http://u.lipi.go.id/1460454078" target="_blank">E-ISSN: 2527-4589</a>) merupakan jurnal yang terbit pada Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yakni pada bulan Juni dan Desember. Selanjutnya jurnal ini terbit dalam dua versi yakni cetak dan online/elektronik. Fokus jurnal ini adalah menerbitkan artikel hasil penelitian tentang seputar Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, seperti metode pembelajaran, media pembelajaran, teknologi pendidikan, pertumbuhan dan perkembang anak, dan kurikulum pembelajaran.</p><p><span><span>JIP: Jurnal Ilmiah PGMI berkomitmen untuk menerbitkan artikel-artikel yang berkualitas dan memberikan yang positif terhadap perkembangan keilmuan yang berkaitan dengan fokus jurnal.</span></span></p> en-US <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img style="border-width: 0;" src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>. diah_fajri@yahoo.com (Mardiah Astuti) ibrahim_uin@radenfatah.ac.id (Ibrahim) Thu, 04 Jan 2018 08:53:36 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Telaah Kurikulum dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadist di Madrasah Ibtidaiyah http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1645 The curriculum of Al-Qur'an Hadith in MI developed is expected to ensure the growth of faith and devotion towards Allah SWT, improvement of life skills, ability to work and be scientific while ensuring the development of a strong personality and berakhlaq noble. Method: This research using literature approach (libarary research). The subject of this research is the curriculum at the grade of 1,2 and 3 in Madrasah Ibtidaiyah. Results: For the basic competencies presented in classes 1, 2 and 3 can not be implemented maximally because the basic competence mentioned learners are required to pronounce and memorize short verses correctly and eloquently. Purniadi Putra, Idawati Idawati ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1645 Thu, 04 Jan 2018 08:53:35 +0000 Profesionalisme Guru Dalam Mengembangkan Materi Ajar Bahasa Arab di MIN 1 Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1646 Guru merupakan salah satu komponen penting dalam pendidikan. Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kompetensi yang disyaratkan dalam melakukan tugas pendidikan. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh guru adalah kemampuan guru dalam menguasai materi ajar dan mengembangkannya, karena materi ajar merupakan komponen yang sangat penting dalam pembelajaran dan merupakan bagian penting untuk menentukan keberhasilan peserta didik. Dalam penelitian merupakan deskriptif kualitatif dengan informan dua orang guru bahasa Arab, lima orang siswa dan kepala madrasah di MIN 1 Teladan Palembang. Alat pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian dalam pengembangan materi ajar bahasa Arab yang dilakukan oleh guru bahasa Arab yakni guru membutuhkan kemampuan dalam menguasai dan merancang materi pembelajaran, memilih dan mengumpulkan materi seoptimal mungkin untuk membantu peserta didik dalam mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar, Menyusun materi sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran dimana materi diurutkan berdasarkan SK dan KD yang ada. Mengidentifikasi materi-materi yang diperoleh dan yang tidak diperoleh dari buku, Menyusun program pengajaran. Adapun profesionalisme guru dalam mengembangkan materi pembelajaran semakin profesional guru tersebut maka akan semakin mudah baginya dalam mengembangkan materi ajar. Guru yang profesional akan meguasai materi dengan berpedoman pada silabus yang ditetapkan, mengembangkan kreatifitasnya dengan cara sharing pengalaman antara guru, mengembangkan dan memanfaatkan media media massa dan media cetak. mengembangkan dirinya melalui seminar pendidikan, workshop, dan belajar mandiri. Faktor pendukung dan penghambat dalam mengembangkan materi ajar ialah faktor internal yaitu kemampuan serta keinginan dari diri guru bahasa Arab itu sendiri serta faktor eksternal yaitu keadaan sarana prasarana serta dukungan dari orang lain. Zulkifli Zulkifli, Nadjamuddin Royes ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1646 Thu, 04 Jan 2018 08:53:35 +0000 Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Tebak Kata Terhadap Hasil Belajar Siswa Mata Pelajaran Bahasa Arab di MIN Kemu OKU Selatan http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1647 Model pembelajaran Cooperative Learning tipe tebak kata adalah pembelajaran yang menggunakan media kartu teka-teki berpasangan dengan kartu jawaban teka-teki. Tebak kata dapat dijadikan model alternatif untuk mendorong siswa aktif dan belajar bekerjasama dengan pasangannya. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwasanya hasil belajar siswa sebelum menggunakan metode Cooperative Learning tipe tebak kata masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan siswa yang mendapat nilai tinggi (58 keatas) pre-test sebanyak 5 orang (21,74%), nilai sedang (37-57) sebanyak 16 orang (69,56%), dan nilai rendah (36 kebawah) sebanyak 2 orang (8,7 %). Dan hasil belajar siswa sesudah diterapkannya model pembelajaran tebak kata yang memperoleh nilai tinggi (98 keatas) sebanyak 8 orang (34,78%), nilai sedang (88-97) sebanyak 7 orang (30,44%) dan mendapatkan nilai rendah (86 kebawah) sebanyak 8 orang (34,78%). Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menyatakan Ho tidak terdapat pengaruh dan Ha menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan pada penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe tebak kata terhadap hasil belajar siswa diterima. Hal ini dapat dilihat dari 2,07 &lt; 17,42 &gt; 2,82. Jadi dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe tebak kata dapat diandalkan sebagai metode yang baik untuk mengajarkan bahasa Arab. Fera Ferianti, Amir Hamzah ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1647 Thu, 04 Jan 2018 08:53:35 +0000 Pendekatan Komunikatif Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Pelajaran Bahasa Inggris di MIN 1 Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1648 Pembelajaran bahasa Inggris pada tingkat Madrasah Ibtidaiyah masih sangat rendah, khususnya dalam aspek keterampilan berbicara. Untuk meningkatkan keterampilan berbicara maka perlu diadakannya pelatihan yang mendasar, di antaranya mengenalkan kosakata dan membuat kalimat sederhana, melalui berbagai pendekatan. Salah satu pendekatan yang dapat memotivasi serta memberi kesempatan yang luas kepada siswa untuk berbicara di dalam kelas tanpa merasa takut salah pengucapan ialah pendekatan komunikatif. Penelitian ini untuk melihat bagaimana keterampilan berbicara siswa kelas IV sebelum dan sesudah serta pengaruh penerapan pendekatan komunikatif pada pembelajaran Bahasa Inggris di Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Teladan Palembang. Jenis penelitian yang digunakan eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Bentuk desain <em>one group pretest-posteest</em>. Adapun populasi dan sampelnya adalah siswa kelas IV berjumlah 121 siswa, dengan sampel 30 siswa kelas IVC. Alat pengumpulan data berupa observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi. Dengan hasil peneliitian bahwa keterampilan berbicara siswa pada mata pelajaran Bahasa Inggris sebelum diterapkannya pendekatan komunikatif (struktural) yang tergolong tinggi sebanyak 5 orang siswa (16%), tergolong sedang sebanyak  17 orang siswa (57%), dan tergolong rendah 8 orang siswa (27%). Sedangkan hasil keterampilan berbicara yang sesudah diterapkan pendekatan komunikatif<em> </em>yang tergolong tinggi sebanyak 8 orang siswa (27%) tergolong sedang sebanyak  16 orang siswa (53%) dan tergolong rendah sebanyak 6 orang siswa (20%). Berdasarkan analisis data dengan rumus <em>product moment</em> adalah nilai perhitungan   lebih besar dari pada , baik pada taraf signifikan 5% maupun pada taraf 1% dengan rincian 0,3610,463. Ha diterima dan Ho ditolak. ini menunjjukan bahwa penerapan pendekatan komunikatif itu telah berhasil meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IVC pada pembelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Teladan Palembang. Khodijah Khodijah, Mardiah Astuti ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1648 Thu, 04 Jan 2018 08:53:35 +0000 Teknik Buzz Group Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MI Najahiyah Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1649 Keterampilan berbicara di sekolah tingkat dasar memegang peranan penting. Keterampilan berbicara harus dikuasai oleh para siswa karena keterampilan ini tidak pernah lepas dari proses belajar mengajar. Pembelajaran menggunakan teknik buzz group bisa membuat siswa menjadi berani tampil di depan teman-temannya untuk mengemukakan pendapat, karena di berikan kesempatan untuk kerja sama dengan orang lain. Penelitian ini untuk melihat bagaimana keterampilan berbicara siswa sebelum dan sesudah menerapkan teknik buzz group dan juga pengaruhnya terhadap keterampilan berbicara siswa kelas V pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Bentuk desain penelitian ini yaitu eksperimen semu (quasi eksperimen) dengan menggunakan teknik nonequivalent control group design. Pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel porposif dari 56 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Untuk memperoleh data penulis menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah rumus t-test. Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat pengaruh penggunaan teknik buzz group terhadap keterampilan berbicara. Persentase nilai keterampilan berbicara kelompok kontrol yang tidak menggunakan teknik buzz group dikategorikan tinggi berjumlah 5 orang (17,8 %), dan yang mendapatkan kategori sedang berjumlah 19 orang (67,9 %), serta yang mendapatkan kategori rendah berjumlah 4 orang (14,3 %) Untuk nilai keterampilan berbicara kelompok eksperimen yang menggunakan teknik buzz group dikategorikan tinggi berjumlah 4 orang (14,3%), dan yang mendapatkan kategori sedang berjumlah 21 orang (75%), serta yang mendapatkan kategori rendah berjumlah 3 orang (10,7%). Berdasarkan analisis data dengan rumus T-test adalah nilai perhitungan t-test lebih besar daripada t-tabel, baik pada taraf signifikan 5% maupun pada taraf signifikan 1% dengan rincian 2,01 &lt; 6,95 &gt; 2,68 Ha diterima dan Ho ditolak. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini yakni terdapat Pengaruh Teknik Buzz Group terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. Nurlaeli Nurlaeli, Atika Rachmawati ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1649 Thu, 04 Jan 2018 08:53:35 +0000 Peran TPA dalam Penyelenggaraan Pendidikan Al-Qur’an di Masjid Al-Fattah Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1650 Mentioning the Qur'an to children since childhood is easier than to teach the Qur'an as an adult.At this time, children have greater potential to learn and remember lessons. Quran Education Park (TPA) is a non-formal education institution that seeks to educate children from 7-12 years of age or elementary school age, so as to read, understand and practice the Qur'an. This research using qualitative descriptive approach. This research emphasizes on the role of education education of Al-Qur'an Quran Education Park (TPA). The population in this study as many as 6 teachers consisting of 1 male, 5 female and 31 students consisting of 17 men, 14 women. To obtain data author using observation data, interviews, test and documentation. Observation is to observe learning activity of Al-Qur'an Education Park (TPA), interview with santri guardian that is to know have been achieved the purpose of a educationin in Quran Education Park (TPA) and Tests to further prove from result of interview Done with students guardian. From the analysis, it can be concluded that from the 6 main objectives of the teaching of Al-Qur'an Education Park (TPA) can be said to play a good role in the education of Al-Qur'an as well as Wirutomo argued that David Berry's opinion was defined as a set of expectations To individuals who occupy certain social positions. From the opinion of David Berry it is clear that after doing the research of Al-Qur'an Mosque of Al-Qur'an (TPA) Al-Fattah Mosque has reached the desired expectations in accordance with the purpose of teaching the Education of Al-Qur'an (TPA). Dedi Setiawan, Amir Rusdi, Vinny Aisyahlani Putri ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1650 Thu, 04 Jan 2018 08:53:36 +0000 Implementasi Prinsip Multiple Intelligences Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di MI Najahiyah Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1651 Implementasi Prinsip Multiple Intelligences dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang. Adapun prinsip Multiple Intelligences pada mata pelajaran bahasa Indonesia dengan materi menulis karangan. Rumusan masalah yakni bagaimana hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan prinsip Multiple Intelligences dan apakah ada perbedaan hasil belajar yang signifikan antara sebelum dan sesudah menggunakan prinsip Multiple Intelligences pada mata pelajaran bahasa Indonesia kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah Palembang, dengan menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Sehingga dengan teknik analisis data kuantitatif yaitu menguraikan data-data yang dapat dihitung dengan angka-angka menggunakan rumus tes “t”. Hasil analisis data yakni sebelum digunakan prinsip Multiple Intelligences yaitu tergolong tinggi (baik) sebanyak 3 orang siswa (12%) kategori tinggi (nilai di atas 76,74), tergolong sedang sebanyak 15 Orang siswa (60%), siswa termasuk dalam kategori sedang (nilai antara 37,6 sampai 76,74), dan yang tergolong rendah sebanyak 7 Orang siswa (28%), siswa termasuk dalam kategori sedang (nilai dibawah 37,6). Sedangkan hasil belajar siswa sesudah digunakan prinsip Multiple Intelligences yaitu yang tergolong tinggi (baik) sebanyak 7 orang siswa (28%), siswa kategori tinggi (nilai di atas 94), tergolong sedang sebanyak 16 Orang siswa (64%), siswa termasuk dalam kategori sedang (nilai antara 74 sampai 94), dan yang tergolong rendah sebanyak 2 Orang siswa (8%), dalam kategori rendah (nilai dibawah 74). Hipotesa alternatif diterima dengan rincian to lebih besar dari tt baik pada taraf signifikan 1% maupun 5% dengan perincian 2.79&lt;-10,64&gt;2.06. berarti adanya perbedaan hasil belajar antara sebelum dan sesudah digunakan prinsip Multiple Intelligences dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas III di Madrasah Ibtidaiyah Najahiyah. Tastin Tastin, Ibrahim Ibrahim, Rahma Si Fitri ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1651 Thu, 04 Jan 2018 08:53:36 +0000 Kesalahan Penulisan pada Siswa Tingkat Dasar: Analisis Isi pada Karangan Siswa MI Nurul Falah OKI Sumsel http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1652 The objectives of the research were to find out and describe error analysis of student writing. This research was conducted using qualitative method with content analysis. The population of this research was the students of Madrasah Ibtidaiyah Nurul Falah Kutapandan Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI Sumsel in the academic year 2015/2017. The data were obtained by the means of writing task. The result of the data analyses showed that eror analysis of student writings are (1) misordering, (2) misformating (3) additioni, and (3) omision. Tanenji Tanenji, Hani Atus Sholikhah ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jip/article/view/1652 Thu, 04 Jan 2018 08:53:36 +0000