Medina-Te : Jurnal Studi Islam http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate <p><img src="/public/site/images/pps/sampul1535742759_001.jpg"></p> <p>Jurnal Medina-Te ( p ISSN : <a href="http://u.lipi.go.id/1180426865">1858-3237)</a>&nbsp; dan e ISSN : <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/data/sk1535742759.pdf">2623-0178</a>) merupakan Jurnal yang memfokuskan pada Studi Islam yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang.</p> <p><a href="http://garuda.ristekdikti.go.id/" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/pps/garuda11.png" width="236" height="55"></a><a href="https://scholar.google.co.id/citations?hl=id&amp;authuser=1&amp;user=HEB0xcwAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/pps/scholar_logo_24dp2.png"></a><a href="http://moraref.or.id/browse/index/938" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/pps/Moraref3.png"></a><a href="https://www.base-search.net/Search/Results?type=all&amp;lookfor=Medina-Te+%3A+Jurnal+Studi+Islam&amp;ling=1&amp;oaboost=1&amp;name=&amp;thes=&amp;refid=dcresen&amp;newsearch=1" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/pps/base_logo_kl1.png"></a></p> en-US Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini. Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini. Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka). ahmadzainuri_uin@radenfatah.ac.id (Ahmad Zainuri) adeakhmad11@yahoo.com (Ade Akhmad Saputra) Mon, 16 Jul 2018 04:51:49 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Media Pembelajaran dalam Pandangan Islam http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2351 <p>With the upgrading of scientific and technological developments, it is the driving force in the utilization of technology in improving the quality of learning. With the mastery of cutting-edge technology, making the media of learning in the view of Islam, as a tool to reveal more deeply in the deepening of the material that exists in the Qur'an, because after all the existing content in the Qur'an no word runs out, the more excavated will be the wider coverage of comprehensive Qur'anic recitation. Thus, the existence of the media is as a tool to explore the sciences contained in al-quran, as has been taught by the Prophet Muhammad to his companions in conveying a good message concerning the truth or kebathilan, so that people will think what to do and which should be shunned as a prohibition, so that the learning media in Islamic view is very wide to be studied further.</p> <p>Dengan pemutakhirnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadikan pendorong dalam pemanfaatan teknologi dalam dalam peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan penguasaan teknologi yang mutakhir, menjadikan media pembelajaran dalam pandangan Islam, sebagai alat untuk menguak lebih dalam dalam pendalaman materi yang ada dalam al-Qur’an, karena bagaimanapun kandungan yang ada dalam al-Qur’an tidak ada kata habis, semakin digali akan semakin luas cakupan pembahaal a-Qur’an secara komprehensif. Dengan demikian, keberadaan media adalah sebagai alat bantu untuk mendalami ilmu-ilmu yang terkandung dalam al-qur’an, sebagaimana telah diajarkan oleh Nabi Muhammad kepada para sahabatnya dalam menyampaikan risalah baik yang menyangkut kebenaran ataupun kebathilan, sehingga manusia akan berpikir mana yang harus dilakukan dan mana yang harus dijauhi sebagai larangan, sehingga media pembelajaran dalam pandangan Islam sangat luas untuk dikaji lebih lanjut.</p> <p>&nbsp;</p> Ahmad Zainuri ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2351 Mon, 16 Jul 2018 04:42:42 +0000 Implikasi Psikologis Bagi Penghafal Al-Qur’an http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2362 <p>The wisdom of memorizing the Koran will be won, whoever recites the Qur'an, learns, and practices, is applied to his parents' crown of light on the Day of Resurrection. The light is like sunlight and both parents are dressed in two glorious robes that were never found in the world. The virtue of memorizing the Qur'an: first, the Qur'an as a giver of intercession for the reader, understanding and practicing; secondly, the memorizers of the Qur'an have been promised by Allah SWT, thirdly, the Qur'an becomes Hujjah / defender for the reader and as a guardian of the torrent of hell fire. The special Qur'an reader memorizing the Qur'an quality and quantity of higher reading, will be with the angel always protect and invite to the good. As for psychological implications for the first Qur'an memorizers, as a drug distracted, anxious and anxious; secondly, memorizing the Qur'an to gain peace of mind, intelligence and boost learning achievement; third, the memorization of the Qur'an can reduce juvenile delinquency and tawuran; the memorization of the Qur'an will be highly rewarded by Allah and His Messenger; memorizing the Qur'an as a cure for anyone who reads and memorizes.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Hikmahnya hafal al-Quran akan diperoleh kemenangan, barang siapa membaca al-Qur’an, mempelajari, dan mengamalkan, dipakaikan kepada orang tuanya mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah kemuliaan yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keutamaan menghafal al-Qur’an: <em>pertama</em>, al-Qur’an sebagai pemberi syafa’at pada bagi pembaca, memahami dan mengamalkan; <em>kedua</em>, penghafal al-Qur’an telah dijanjikan derajatnya oleh Allah SWT, <em>ketiga, al-</em>Qur’an menjadi Hujjah/pembela bagi pembaca dan sebagai pelindung dari adzab api neraka.&nbsp; Pembaca al-Qur’an khusus penghafal al-Qur’an kualitas dan kuantitas bacaan lebih tinggi, akan bersama malaikat selalu melindungi dan mengajak kepada kebaikan. Adapun implikasi secara psikologi bagi penghafal al-Qur’an <em>pertama</em>, sebagai obat galau, cemas dan cemas; <em>kedua,</em> menghafal al-Qur’an untuk memperoleh ketenangan jiwa, kecerdasan dan mendongkrak prestasi belajar; <em>ketiga,</em> penghafal al-Qur’an dapat meredam kenakalan remaja dan tawuran; penghafal al-Qur’an akan mendapat penghargaan yang tinggi di sisi Allah dan Rasul-Nya; menghafal al-Qur’an sebagai obat bagi siapa saja yang membaca dan menghafalkan.</p> Yusron Masduki ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2362 Thu, 18 Oct 2018 11:55:30 +0000 Upah dan Etos Kerja pada Kasus Usaha Songket Palembang dalam Perspektif Islam dan Melayu http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2352 <p>This research entitled "Wages and Working Ethics on Business Cases of Palembang Songket in Islamic and Malay Perspective", (1) the overview of Palembang songket effort during Sriwijaya and the Sultanate of songket craft has not become an economically valuable commodity since independence until now, songket has been oriented to life necessities. (2) the income of songket entrepreneurs is relatively high, and the workers are relatively low. There is a disparity of income between employers and workers, (3) As a solution to overcome income disparities between employers and Palembang songket workers, researchers offer a harmonious wage theory which is a combination of Islamic and Malay wage system, (4) work ethic of Palembang songket workers is diligent, diligent and resilient, not lazy.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; <br> <strong>&nbsp;</strong></p> <p>Penelitian ini berjudul “Upah Dan Etos Kerja Pada Kasus Usaha Songket Palembang Dalam Perspektif Islam Dan Melayu”, (1) gambaran umum usaha songket Palembang pada masa Sriwijaya dan Kesultanan kerajinan songket belum menjadi komoditi bernilai ekonomis, sejak kemerdekaan sampai sekarang, songket telah berorientasi pada kebutuhan hidup. (2) pendapatan para pengusaha songket relatif tinggi, dan para pekerja relatif rendah. Terjadi disparitas pendapatan antara pengusaha dan pekerja, (3) Sebagai solusi mengatasi disparitas pendapatan antara pengusaha dan pekerja songket Palembang, Peneliti menawarkan teori upah harmonis yang merupakan gabungan sistem upah Islam dan Melayu, (4) etos kerja para pekerja songket Palembang adalah rajin, tekun dan ulet, bukan pemalas.</p> Antoni Antoni ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2352 Mon, 16 Jul 2018 04:40:11 +0000 Pergeseran Paradigma Hukum http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2353 <p>Positivists may declare that metaphysics (transcendental) is dead, but now it is logical positivism that first died. It is remarkable that the era of Muslim, Jewish and Christian theist thinkers is now again engaged in a vast exploration of the idea of "God's hypothesis." This paper will try to describe the law and spiritualism. The study of law here is meant to describe law or law through the approach of historical perspective, namely in the era of positivism that gave birth to modern law in liberal society. At such times spiritual values which include: moral ethics and religion are not in place so that modern law experiences a spiritual crisis. In its development, there emerged a positivist critical thinking movement which sought to escape and sue positivist thought.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; </p> <p>Positivis boleh saja mengumumkan bahwa metafisika (<em>transcendental</em>) sudah mati, akan tetapi kini justru positivisme logislah yang duluan mati. Sangat menarik perhatian bahwa era pemikir teisme dari Muslim, Yahudi dan Kristen kini kembali terlibat dalam eksplorasi yang sangat luas terhadap gagasan “hipotesis Tuhan”. Tulisan ini akan mencoba menggambarkan hukum dan spiritualisme. Kajian hukum di sini dimaksudkan untuk menggambarkan hukum atau ilmu hukum melalui pendekatan perspektif historis, yakni pada era positivisme yang melahirkan hukum modern pada masyarakat liberal. Pada saat semacam itu nilai-nilai spiritual yang meliputi: etika moral dan agama tidak mendapat tempat sehingga hukum modern mengalami krisis spiritual. Dalam perkembangannya kemudian muncul gerakan pemikiran kritis yang post positivis yang berupaya untuk melepaskan diri dan menggugat pemikiran positivis.</p> K. A Bukhori ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2353 Mon, 16 Jul 2018 04:35:56 +0000 Al-Qur’an dan Psikologi http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2355 <p>Viewed from various aspects, al-Qur'an has long talked about psychology before the West exposed this concept. Even when by definition the concept of psychology is still "shifting in search" of the true form of meaning, Al-Qur'an explicitly explains the psychological concepts related to everything that concerns of human both from physical and psychic reviews. Al-Quran reviews about the human physical includes insan, ins, nas or unas, basyar, and bani adam or zurriyat adam. While the review of the soul/psychic is broader that start from an-nafs, ar-ruh and al-jism with all sorts of diversity of meaning and intent.</p> <p>Ditinjau dari berbagai aspek, al-Quran telah lama membicarakan&nbsp; psikologi sebelum dunia&nbsp; Barat&nbsp; memaparkan konsep ini. Bahkan ketika secara definisi konsep psikologi masih “bergeser mencari” bentuk arti yang sesungghuhnya, al-Quran telah secara gamblang menjelaskan konsep-konsep psikologis berkaitan dengan segala sesuatu yang menyangkut manusia&nbsp; baik dari tinjauan fisik maupun psikis. Tinjau al-Quran tentang fisik&nbsp; manusia mencakup insan, ins, nas atau unas, basyar, dan&nbsp; bani adam atau zurriyat adam. Sementara tinjauan tentang jiwa/psikis lebih luas yang dimulai dari<em> an-nafs</em>, <em>ar-ruh</em> dan al-jism dengan segala macam keberagaman arti dan maksudnya.</p> Muslim Afandi ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2355 Thu, 18 Oct 2018 11:55:30 +0000 Sejarah Sosial Keagamaan di Nagari Mungka http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2358 <p>Daerah Mungka merupakan daerah yang berpengaruh dalam pengembangan Islam di Minangkabau khususnya Kabupaten Lima Puluh Kota. Karena di sini telah lahir seorang tokoh agama yang sangat berpengaruh dalam pengembangan agama Islam yaitu, Syekh Muhammad Sa’ad Al-Khalidi (yang&nbsp; lebih dikenal dengan sebutan&nbsp; Syekh Mungka). Syekh Mungka juga dikenal dalam khazanah intelektual Muslim Nusantara (khususnya khazanah intelektual Muslim Minangkabau) sebagai mahaguru terbesar tariqat Naqsyabandiah-Khalidiyah<a name="_ftnref1"></a>. (Sanusi Latif,, Disetasi,&nbsp; 1986: 369). Pada awal tahun 1970 pemerintah mulai mencanangkan sebuah program yang dinamakan dengan program RKI (Rencana Kesejahteraan Istimewa). Program RKI dimunculkan untuk membangun taman-taman ternak yang berfungsi untuk penyuluhan tentang usaha peternak komersial, termaksud di dalamnya usaha peternak ayam ras (ayam petelur). Kegiatan ini dilakukan di setiap ibu kota Provinsi dengan biaya pemerintah pusat. (Bambang Suharno, 2003: 16) Melalui program RKI, rakyat mulai mengenal adanya peternakan ayam petelur.&nbsp; Dengan meningkatnya ekonomi masyarakat, telah membawa perubahan pola dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat cenderung kepada pola kehidupan kota yaitu, lebih individu dan hanya mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan orang lain, dan bahkan yang paling mencolok adalah masyarakat memegang prinsip biar kehidupannya bahagia, biarlah orang lain yang menderita.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Mungka area is an influential area in the development of islam in minangkabau especially lima puluh kota distric. Because here has been born a religius leader who is very influential in the development of the islamic religion that is Syekh Muhammad Sa’ad Al-Khalidi ( better known as Sheikh Mungka). Sheikh mungka may also be known in the intellectual teasures of muslim archipelago ( especially the intelectual treasures of muslim minangkabau) as a great tarekat Naqsyabandiah-Khalidiyah teacher. (Sanusi Latif,, Disertation,&nbsp; 1986: 369). In the early 1970s the government began to launch a program called the RKI program (Rencana Kesejahteraan Istimewa). The RKI program was raised to build a livestock garden park that serves to cousel abaut the business of commercial farmers, including the business of chicken farmers (laying hens). This activity is carried out in each provincial capital at the cost of the central government. (Bambang Suharno, 2003: 16) through the RKI program, people began to recognize laying chicken farming.&nbsp; With the increasing economy of society, has brought a change of pattern in everyday life. Society tends to the pattern of city life that is more individual and only selfish without caring to others, and even the most striking is the society holding the principle to make life happy, let others suffer.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> Nurfitria Dewi ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2358 Thu, 18 Oct 2018 11:55:30 +0000 Respon Masyarakat Terhadap Sertifikasi Ulama di Kota Palembang http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2360 <p>The cleric in this study is "one who knows and has a wide range of religious knowledge and becomes a model of society". In this period of reform, change occurs in every aspect of people's life, whether economic, political, social and religious life. The change is fundamental and takes place within seconds, even difficult to guess. This of course brings the impact of confusion and uncertainty for the community in determining their life step. Indications of society's attitude are now increasingly crystallized as seen from their behavior patterns. Whether or not the public's view of the ulama has been experienced is a shift in especially those involved in the party's activities and entering the power environment. The people who were respectful and willing to listen to the words of the ulama are no longer less indications that they are engaged in activities that are contrary to the will of the ummah or who are not successful in their mission. Therefore, to restore the image of the ulama, the government once discourse the certification to this circle.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Ulama&nbsp; dalam peneltian ini adalah “orang yang mengetahui dan dan memiliki ilmu&nbsp;&nbsp; agama yang luas dan menjadi panutan&nbsp; masyarakat”. Dalam masa&nbsp; reformasi ini,&nbsp; perubahan&nbsp; terjadi pada setiap aspek kehidupan masyarakat, baik&nbsp; ekonomi, politik, sosial dan kehidupan keagamaan. Perubahan tersebut&nbsp; bersifat&nbsp; mendasar&nbsp; dan berlangsung dalam hitungan detik, bahkan sulit untuk ditebak. Hal ini tentunya&nbsp; membawa dampak kebingungan dan ketidakpastian&nbsp; bagi masyarakat&nbsp; dalam menentukan langkah kehidupan mereka. Indikasi sikap&nbsp; masyarakat&nbsp; tersebut saat ini semakin mengkristal yang terlihat dari pola tingkah laku mereka. Disadari&nbsp; atau tidak pandangan masyarakat&nbsp; terhadap para ulama telah mengalami pergeseran teutama pada mereka yang terlibat dalam kegiatan partai dan masuk dalam lingkungan kekuasaan. Masyarakat yang tadi hormat dan mau mendengarkan perkataan ulama&nbsp; sekarang&nbsp; tidak lagi&nbsp; apalagi ada indikasi mereka terlibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan kehendak ummat atau yang&nbsp; tidak berhasil dalam misi yang diembannya. Oleh karena itu, mengembalikan citra ulama maka pemerintah pernah mewacanakan &nbsp;melaksanaka sertifikasi &nbsp;terhadap kalangan ini.</p> Saipul Annur ##submission.copyrightStatement## http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/medinate/article/view/2360 Mon, 16 Jul 2018 04:01:11 +0000