HUBUNGAN KUALITAS KEGIATAN ONLINE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP LAJU REAKSI PADA PEMBELAJARAN BERBASIS BLENDED LEARNING

  • moh ismail sholeh UIN Raden Fatah Palembang
  • Gusmelia Testiana
Keywords: laju reaksi, kualitas online, blended learning

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kualitas kegiatan online dalam pembelajaran berbasis blended learning. Kualitas kegiatan online dinilai berdasarkan tiga kategori yaitu: jumlah tugas yang telah dikerjakan siswa, frekuensi online, nilai aktivitas; (2) mengetahui hubungan kualitas kegiatanonline terhadap pemahaman konsep laju reaksi pada pembelajaran berbasis blended learning. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu.Instrumen dalam penelitian ini meliputi instrumen perlakuan (silabus, RPP, LKS, Media Online) dan instrumen pengukuran (tes pemahaman konsep laju reaksi dan wawancara). Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kualitas online pada aspek: (a) jumlah tugas, menunjukkan bahwa dari 36 penugasan, sebanyak 44% siswa telah melaksanakan tugas di kegiatan online pada rentang 31-36, disusul dengan 16% siswa pada rentang 19-24 kegiatan. Hal ini menunjukkan sebagian besar siswa telah melaksanakan penugasan pada kegiatan online. (b) frekuensionline, menunjukkan bahwa frekuensi akses siswa tidak merata. Frekuensi akses terbesar yaitu 44% pada rentang 251-500 akses, disusul dengan 24% siswa pada rentang 501-750 akses dan akses terendah 4% pada rentang 1251-1500 akses; (c) nilai aktivitas, menunjukkan bahwa beberapa aktivitas online cukup dipergunakan dengan baik oleh siswa, hal ini terlihat pada: 1. aktivitas forum diskusi dan chattingsebanyak 48% siswa tidak memberikan komentar pada forum diskusi dan chatting, dan 32% siswa kadang-kadang memberikan komentar dalam diskusi; pada aktivitas membaca handout 64% telah mengakses handout dan membacanya; pada aktivitas evaluasi 76% siswa mendapatkan nilai diatas 96; pada aktivitas upload laporan praktikum, sebanyak 88% siswa telah mengirim laporan tepat waktu(2) terdapat korelasi negatif antara hubungan kualitas kegiatan online dengan pemahaman konsep laju reaksi pada pembelajaran berbasis blended learning.

References

Cakmakci, G. 2010. Identifying Alternative Conceptions of Chemical Kinetics among Secondary School And Undergraduate Students in Turkey. Journal of Chemical Education. International Journal of Innovative Interdisciplinary Research Issue 4 2013 Vol. 87 No. 4 April 2010

Chairam, S., Somsook, E., Coll, R.K. Enhancing Thai students’ learning of chemical kinetics. Research in Science & Technological Education Vol. 27, No. 1, April 2009, 95–115. DOI: 10.1080/02635140802658933

Demirer, V., Sahin, I. 2013. Effect of blended learning environment on transfer of learning: an experimental study. Journal of Computer Assisted Learning (2013),29, 518–529

Effendy, 2012. A level Chemistry For Senior High School 1A. Malang: Bayu Media

Garrison, D.R, Vaughan, N.D. (2008). Blended Learning In Higher Education: framework, principles, and guidelines. San Francisco: John Willey

Heck, A. 2010. Modeling Chemical Kinetics Graphically. The Chemical Educator.Volume 17 (2012) pp 137-146DOI 10.1007/s00897122435

Hitipiew, Imanuel. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Malang: Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Malang

Iskandar, S.M. (2011). Pendekatan Pembelajaran Sains Berbasis Konstruktivistik. Malang: Banyumedia Publishing

Joseph, A. 2011. Grade 12 Learners’ Conceptual Understanding of Chemical Representations. Thesis: University of Johannesburg

Pérez, M. V., Pérez, M. C., Ariza, R.L., Linares, E. (2013). The influence of the use of technology on student outcomes in a blended learning context. Educational Technology Research and Development, 61(4), 625–638. doi:10.1007/s11423-
013-9303-8

Sozbilir, M., Pinarbasi, T., Canpolat, N., 2005. Prospective Chemistry Teachers’ Conception of Chemical Thermodynamics and Kinetics. Eurasia Journal of Mathematic, Science and Technology Education, (2010), 6(2), 111-112
Published
30-10-2017