KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MELALUI MODEL FLIPPED CLASSROOM PADA PEMBELAJARAN KIMIA ABAD KE 21

  • Shoimatul Maemanah Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Siti Suryaningsih Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Luki Yunita Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Keywords: chemistry, flipped classroom models, problem solving

Abstract

The ability to solve problems is one of the ability to learn and innovate in the face of 21st century chemistry learning but the problem is that the ability to study chemistry is still low. Learning is still teacher-centered and there is a lack of student involvement, so one model is needed to improve it, the flipped classroom model. The purpose of this study was to determine the ability of problem solving through the flipped classroom model on the reaction rate material. The research method is descriptive quantitative in 34 students of MIPA 2 XI grade in one of the state high schools in Tangerang Regency. The instrument used was 16 essay test questions that were assessed using the problem solving scoring rubric according to Schoen and Oehmke on a scale of 1-10 then the scores were interpreted based on criteria according to Riduwan. The results of this study indicate that the ability to solve problems through the flipped classroom model has very good criteria with a percentage of 81.3. These results students are expected to compete and meet educational competence in the 21st century.

References

Aji, R. E. W., & Mahmudi, A. (2018). Efektifitas Pembelajaran Matematika dengan Strategi Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VIII SMP. Jurnal Pendidikan Matematika-S1, 7(3), 46–54.

Bisri, H., Supriawan, D., & Permana, T. (2016). Penerapan Metode Pembelajaran Pemecahan Masalah untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Pembelajaran Kelistrikan. Journal of Mechanical Engineering Education, 3(1), 73–82.

Djajalaksana, Y. M., Adelia, & Zener, E. (2014). Penerapan Konsep ‘Flipped Classroom’ untuk Mata Kuliah Statistika dan Probabilitas di Program Studi Sistem Informasi. Laporan Penelitian Universitas Kristen Maranatha.

Fahmi, S., & Kurniawan, A. (2017). Penerapan Metode Pembelajaran Problem Solving Pemecahanmasalah Matematika Siswa Kelas Viii B Smp Negeri 3 Batukliang Tahun Pelajaran 2016 / 2017. Jurnal Media Pendidikan Matematika, 5(1), 85–89.

Fautch, J. M. (2015). The Flipped Classroom for Teaching Organic Chemistry in Small Classes: Is It Effective? Chemistry Education Research and Practice, 16(1), 179–186. Diakses dari https://doi.org/10.1039/x0xx00000x

Learning, P. for 21st C. (2015). P21 Framework Definitions. Diakses dari http://p21.org/storage/document/docs/P21_framework_Definitions_New_Logo_2015

Lee, K. yuen, & Lai, Y. chi. (2017). Facilitating Higher-order Thinking Alt The Flipped Classroom Model: a Sudent Teacher’s Experience in a Hongkong Secondary School. Research and Practice in Technology Enhanced Learning, 12(1), 8. https://doi.org/10.1186/s41039-017-0048-6

Masri, M. F., Suyono, S., & Deniyanti, P. (2018). Pengaruh Metode Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Self-Efficacy dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika Siswa SMA. Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika, 11(1). https://doi.org/10.30870/jppm.v11i1.2990

Mukminan. (2014). Tantangan Pendidikan di Abad 21. Peningkatan Kualitas Pembelajaran Pendayagunaan Teknologi Pendidikan, 0–10. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Musyakkirah, H. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran dan Kemampuan Awal terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Kesadaran Metakognisi Peserta Didik Kelas X SMK Teknologi Penerbangan Hasanuddin Makasar (Sudi pada Materi Pokok Konsep Mol). Universitas Negeri Makasar.

Nelyza, F., Hasan, M., & Musman, M. (2015). Implementasi Model Discovery Learning pada Materi Laju Reaksi untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains dan Sikap Sosial Peserta Didik MAS Ulumul Qur’an Banda Aceh. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 03(02), 14–21. Retrieved from http://jurnal.unsyiah.ac.id/jpsi

Redhana, I. W. (2019). Mengembangkan Keterampilan Abad ke-21 dalam Pembelajaran Kimia. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 13(1), 2239–2253.

Rejeki, D. P., Hasan, M., & Haji, A. G. (2017). Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle 5E pada Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Sikap Peserta Didik SMAN 1 Krueng Barona jaya. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 3(1), 19–26.

Riduwan. (2007). Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Schultz, D., Duffield, S., Rasmussen, S. C., & Wageman, J. (2014). Effects of The Flipped Classroom Model on Student Performance for Advanced Placement High School Chemistry Students. Journal of Chemical Education, 91(9), 1334–1339. https://doi.org/10.1021/ed400868x

Sundayana, R. (2016). Kaitan antara Gaya Belajar, Kemandirian Belajar, dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP dalam Pelajaran Matematika. Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika, 5(2), 75–84. https://doi.org/10.31980/mosharafa.v5i2.262

Wena, M. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual Operasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Yanti, N. R., Suharto, B., & Program, S. (2016). Implementasi Model Problem Based Berbantuan Tes Superitem terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan. Quantum, Jurnal Inovasi Pendidikan Sains, 7(2), 147–155.

Yuliasari, E. (2017). Eksperimentasi Model PBL dan Model GDL Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar. JIPM (Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika), 6(1), 1–10.

Zaif, A., Sunardi, & Diah, N. (2013). Penerapan Pembelajaran Pemecahan Masalah Model Polya untuk Menyelesaikan Soal-soal Pemecahan Masalah pada Siswa Kelas IX I SMP Negeri I Jember Semester Ganjil Tahun Ajaran 2012/2013. Pancaran Pendidikan, 2(1), 119–132.

Zubaidah, S. (2016). Keterampilan Abad ke-21: Keterampilan yang Diajarkan melalui Pembelajaran. Seminar Nasional Pendidikan, 2(2), 1–17. https://doi.org/10.1021/acs.langmuir.6b02842.
Published
06-06-2020