KEBERMAKNAAN HIDUP LANSIA PEMULUNG YANG BERAGAMA ISLAM DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SUKAJAYA KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG

  • Defi Ardia Ningsih Program Studi Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang
  • Iredho Fani Reza Program Studi Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang
  • Muhamad Uyun Program Studi Psikologi Islam Fakultas Psikologi UIN Raden Fatah Palembang
Keywords: Lansia Pemulung, Makna Hidup

Abstract

Lansia ialah manusia yang berumur di atas usia 60 tahun dan masih hidup. Makna hidup adalah hal-hal yang dianggap sangat penting dan berharga serta memberikan nilai khusus bagi seseorang, sehingga layak dijadikan Penelitian ini menggunakan penelitian jenis kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologis. Teknik yang digunakan untuk menentukan subjek dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Dengan jumlah informan yaitu empat orang lansia berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. D ari hasil analisis data informan, lansia pemulung merasakan kehidupan yang bermakna dengan menerima keadaan mereka bekerja menjadi seorang pemulung di umur mereka yang sudah tua, bersyukur dan tabah serta merasakan kebahagian di dalam kehidupan yang dipengaruhi oleh pengalaman kehidupan yang selalu dalam penderitaan, kesabaran, dan faktor lingkungan yang mayoritas sebagai pemulung.
Published
31-08-2017
How to Cite
Ningsih, D., Reza, I., & Uyun, M. (2017). KEBERMAKNAAN HIDUP LANSIA PEMULUNG YANG BERAGAMA ISLAM DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SUKAJAYA KECAMATAN SUKARAME PALEMBANG. Psikis : Jurnal Psikologi Islami, 3(1), 52-59. https://doi.org/https://doi.org/10.19109/psikis.v3i1.1394