Harmonisasi Beragama Melalui Tradisi “Makan Sirih-Pinang” Masyarakat Desa Bipolo Nusa Tenggara Timur
Main Article Content
Abstract
This study aims to understand the meaning of harmony in diversity in the village of Bipolo, East Nusa Tenggara. It uses qualitative research using descriptive methods, by explaining the results of the study. Collecting data by interview, observation and literature study. Eating Sirih-pinang is a habit carried out by the people of NTT in daily activities, traditional ceremonies, and medicine. According to an interview with Deputy Chairman of the BPD, Mr. Fanu Tob. In maintaining the warmth and togetherness of people in the village of Bipolo, Kupang, East Nusa Tenggara, namely by eating betel nut and sharing. If someone has a problem, and given sirih-pinang, then the problem will be solved. In the case of a guest banquet, betel nut must be present, because it is a symbol to entertain guests and a form of appreciation for the guest. It turns out that according to the study the people in the village of Bipolo with their ethnic and religious differences are united with a small thing that is by eating sirih-pinang.
Article Details
How to Cite
Harmonisasi Beragama Melalui Tradisi “Makan Sirih-Pinang” Masyarakat Desa Bipolo Nusa Tenggara Timur. (2022). El-Kirããs: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 11-20. https://doi.org/10.19109/elkiraas.v1i1.6169
Section
Articles
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work
How to Cite
Harmonisasi Beragama Melalui Tradisi “Makan Sirih-Pinang” Masyarakat Desa Bipolo Nusa Tenggara Timur. (2022). El-Kirããs: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1), 11-20. https://doi.org/10.19109/elkiraas.v1i1.6169
References
BUANAJAYA, B. (2009). Penelitian Historis Keberadaan Budaya Keagamaan Khonghucu Di Indonesia. Surakarta: Matakin-Dewan Rohaniawan Agama Khonghucu Indonesia.
Dwinanto, A., Soemarwoto, R. S., & Palar, M. R. A. (2019). Budaya sirih pinang dan peluang pelestariannya di Sumba Barat, Indonesia. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 11(3), 363–379.
Kiswahni, A. (2022). Peran Masyarakat Majemuk dalam Melestarikan Keanekaragaman Budaya di Indonesia. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(6), 235–243.
Koentjaraningrat, K. (1980). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Komarudin, K., & Puspita, L. (2022). Optimalisasi Video Edukasi: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan Di Era New Normal. KAIBON ABHINAYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 4(1), 18–25.
Mualim, M., & Semet, M. M. (2018). Faktor-Faktor Penentu Eksistensi Penjual Pinang di Kabupaten Manokwari (Studi Kasus Distrik Manokwari Barat). JFRES Journal of Fiscal and Regional Economy Studies, 1(1), 26–34.
Muchtar, I., Erfandi, A. M., Abidin, Z., Aliman, A., Ramli, R., & Bawa, D. L. (2023). Analisis Prinsip Komunikasi Islami dalam Membangun Keluarga Harmonis Menurut Alqur’an. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(10), 4705–4720.
Nurhayati, I., & Agustina, L. (2020). Masyarakat Multikultural: Konsepsi, Ciri dan Faktor Pembentuknya. Akademika, 14(01).
Prasetya, J. T. (2004). Ilmu Budaya Dasar.
Puspita, L., & Komarudin, K. (2021). Peningkatan Ekonomi Masyarakat: Dampak Pemanfaatan Ampas Susu Kedelai Menjadi Nugget. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).
Rahmatullah, A. S. (2017). Pendidikan Keluarga Seimbang yang Melekat Sebagai Basis yang Mencerahkan Anak di Era Digital. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 15(2), 211–224.
Rasyid, L. A. (2018). Islamisasi Dan Dakwah Alkhairaat Dalam Masyarakat Majemuk Di Kota Manado Tahun 1947-1960. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 2(1).
Saka, N. T. (2001). Etnobotani Sirih-Pinang dalam Kehidupan Suku Ruteng di Kabupaten Manggarai.
Supiani, S., Rahmat, F., & Budiman, F. (2021). Pengaruh Budaya dan Persepsi Masyarakat terhadap Keputusan Menabung di Bank Syariah. Al-Bank: Journal of Islamic Banking and Finance, 1(1), 49–58.
Wakhidah, A. Z. (2020). Etnobotani “Oke Sou”: Upacara Tradisional Penyambutan Kedewasaan Gadis Dari Desa Lako Akediri Di Halmahera Barat, Maluku Utara. Metro: Gre Publishing.
Dwinanto, A., Soemarwoto, R. S., & Palar, M. R. A. (2019). Budaya sirih pinang dan peluang pelestariannya di Sumba Barat, Indonesia. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 11(3), 363–379.
Kiswahni, A. (2022). Peran Masyarakat Majemuk dalam Melestarikan Keanekaragaman Budaya di Indonesia. De Cive: Jurnal Penelitian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 2(6), 235–243.
Koentjaraningrat, K. (1980). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Komarudin, K., & Puspita, L. (2022). Optimalisasi Video Edukasi: Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Mematuhi Protokol Kesehatan Di Era New Normal. KAIBON ABHINAYA: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 4(1), 18–25.
Mualim, M., & Semet, M. M. (2018). Faktor-Faktor Penentu Eksistensi Penjual Pinang di Kabupaten Manokwari (Studi Kasus Distrik Manokwari Barat). JFRES Journal of Fiscal and Regional Economy Studies, 1(1), 26–34.
Muchtar, I., Erfandi, A. M., Abidin, Z., Aliman, A., Ramli, R., & Bawa, D. L. (2023). Analisis Prinsip Komunikasi Islami dalam Membangun Keluarga Harmonis Menurut Alqur’an. ULIL ALBAB: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(10), 4705–4720.
Nurhayati, I., & Agustina, L. (2020). Masyarakat Multikultural: Konsepsi, Ciri dan Faktor Pembentuknya. Akademika, 14(01).
Prasetya, J. T. (2004). Ilmu Budaya Dasar.
Puspita, L., & Komarudin, K. (2021). Peningkatan Ekonomi Masyarakat: Dampak Pemanfaatan Ampas Susu Kedelai Menjadi Nugget. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(1).
Rahmatullah, A. S. (2017). Pendidikan Keluarga Seimbang yang Melekat Sebagai Basis yang Mencerahkan Anak di Era Digital. Cendekia: Jurnal Kependidikan Dan Kemasyarakatan, 15(2), 211–224.
Rasyid, L. A. (2018). Islamisasi Dan Dakwah Alkhairaat Dalam Masyarakat Majemuk Di Kota Manado Tahun 1947-1960. Aqlam: Journal of Islam and Plurality, 2(1).
Saka, N. T. (2001). Etnobotani Sirih-Pinang dalam Kehidupan Suku Ruteng di Kabupaten Manggarai.
Supiani, S., Rahmat, F., & Budiman, F. (2021). Pengaruh Budaya dan Persepsi Masyarakat terhadap Keputusan Menabung di Bank Syariah. Al-Bank: Journal of Islamic Banking and Finance, 1(1), 49–58.
Wakhidah, A. Z. (2020). Etnobotani “Oke Sou”: Upacara Tradisional Penyambutan Kedewasaan Gadis Dari Desa Lako Akediri Di Halmahera Barat, Maluku Utara. Metro: Gre Publishing.