EKSISTENSI KEARIFAN LOKAL SITUS RASAU BUNTUDALAM MELESTARIKAN EKOSISTEM SUNGAI DI DESAPANGKALAN TUNGKAL, KECAMATAN TUNGKALJAYA, KABUPATEN MUSI BANYUASIN (KAJIANKOMUNIKASI EKOLOGIS)
محتوى المقالة الرئيسي
الملخص
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan eksistensi kearifan lokal Situs Rasau Buntu dalam melestarikan ekosistem sungai di Desa Pangkalan Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data didasarkan pada teori Komunikasi Ekologis yang menekankan keterkaitan antara manusia, budaya, dan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal Rasau Buntu masih terjaga dan berperan penting dalam perlindungan ekosistem sungai. Nilai-nilai budaya seperti larangan merusak tanaman rasau, tidak membuang limbah ke sungai, serta penerapan praktik penangkapan ikan yang ramah lingkungan menjadi pedoman sosial yang dipatuhi masyarakat. Proses komunikasi ekologis berlangsung melalui cerita rakyat, nasihat orang tua, ritual adat, kegiatan gotong royong, serta sosialisasi oleh pemerintah desa dan tokoh adat. Kearifan lokal tersebut berkontribusi dalam menjaga kualitas air, kelestarian vegetasi rasau, dan keberlanjutan biota sungai sehingga keseimbangan ekosistem tetap terpelihara. Dengan demikian, kearifan lokal Rasau Buntu berfungsi sebagai strategi pelestarian lingkungan yang efektif, berkelanjutan, dan berbasis komunitas.
تفاصيل المقالة
كيفية الاقتباس
المراجع
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.
Aminudin. (2013). Kearifan budaya lokal dalam pengelolaan sumber daya alam. Jurnal Antropologi Indonesia, 34(1), 45–56.
Capra, F. (1996). The web of life: A new scientific understanding of living systems. Anchor Books.
Cox, R. (2010). Environmental communication and the public sphere. Sage Publications.
Keraf, A. S. (2010). Etika lingkungan hidup. Kompas.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Mulyana, D. (2010). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosdakarya.
Nayati. (2017). Kearifan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 9(2), 60–70.
Ridwan, M. (2013). Ekosistem sungai dan keanekaragaman hayati perairan tawar. Jurnal Biologi Lingkungan, 8(1), 15–24.
Sairin, S. (2013). Ekologi budaya dan keberlanjutan lingkungan. Jurnal Antropologi Sosial, 17(2), 101–112.
Samsu. (2017). Metode penelitian: Teori dan aplikasi penelitian kualitatif. Pusaka Jambi.
Sari, M. (2017). Peran kearifan lokal dalam menjaga lingkungan hidup. Jurnal Ilmu Sosial, 12(1), 33–42.
Yasa, I. M. (2021). Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan lingkungan. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(3), 211–220.
Yenrizal. (2017). Komunikasi lingkungan dalam perspektif budaya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 15(2), 89–98.