Kontruksi Politik Atas Kepemimpinan Wanita : Studi Peran Qadhi Malik Adli Pada Masa Pemerintahan Ratu Abad Ke 17
Main Article Content
Abstract
Kontruksi Politik Atas Kepemimpinan Wanita (Studi Peran Qadhi Malik Adli Pada Masa Pemerintahan Ratu Abad Ke 17) Para Sultanah, khususnya Sultanah Shafiyyah al-Din mampu memerintah kerajaan tanpa oposisi berarti dari agamawan dan ulama, setidaknya sampai wafatnya Syekh ‘Abd al-Ra’uf Sinkili tahun 1693. Beliau tidak melihat seorang perempuan terlarang menduduki jabatan tertinggi dan justru menekankan atribut moral penguasa daripada fitur lainnya. Hal ini sangat penting bahwa para ratu memainkan peranan utama dalam menegosiasikan aturan perempuan dalam Islam dan berhasil mendapatkan dukungan berkelanjutan dari para elit agamawan. Ini mereka lakukan dengan mendasarkan otoritas mereka pada kehendak Tuhan dan melegitimasi kekuasaan mereka berdasarkan cara-cara di mana mereka menjalankan hukum Tuhan. merupakan faktor-faktor penentu muncul dan bertahannya kekuasaan ratu di Kerajaan Aceh ketika itu. Dimensi agama kelihatannya memainkan peran yang lebih besar dan determinan. Ini dapat dibuktikan dari kenyataan bahwa bagi masyarakat Aceh, kontroversi ini bukan merupakan isu politik semata, akan tetapi yang lebih penting bagaimana persoalan yang menyentuh wilayah agama. Hanya dengan dukungan agama, khususnya yang datang dari al-Raniri, perempuan pertama naik takhta, dan juga hanya dengan kekuatan agama, yaitu fatwa, kekuasaan perempuan berakhir di kerajaan ini. Persetujuan (dukungan) agama juga berperan sangat vital dibalik sejarah pemerintahan ratu yang panjang, dan tokoh yang utama dalam hal ini adalah al-Sinkili. Statusnya sebagai pemegang otoritas agama yang tertinggi di kerajaan sangat dihormati, sehingga pandangannya yang moderat dan dukungannya terhadap pemerintahan perempuan tidak mendapat tantangan yang serius.
Article Details
How to Cite
Kontruksi Politik Atas Kepemimpinan Wanita : Studi Peran Qadhi Malik Adli Pada Masa Pemerintahan Ratu Abad Ke 17. Medina-Te : Jurnal Studi Islam, 15(2), 134-153. https://doi.org/10.19109/medinate.v15i2.4304
Section
Artikel
Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
How to Cite
Kontruksi Politik Atas Kepemimpinan Wanita : Studi Peran Qadhi Malik Adli Pada Masa Pemerintahan Ratu Abad Ke 17. Medina-Te : Jurnal Studi Islam, 15(2), 134-153. https://doi.org/10.19109/medinate.v15i2.4304
References
al-Din al-Raniri, Nur. (1966). Bustanu’s Salatin, Bab II, Fasal 13, disusun oleh T.Iskandar. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, Kementerian Pelajaran Malaysia.
Andaya, Leonard Y Andaya. (2001). Aceh’s Contribution to Standards of Malayness. Achipel: 61.
Azyumardi, Azhu. (2004).“Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII&XVIII Akar PembaruanIslam Indonesia”. Prenada Media Jakarta.
Hadi,Amirul. (2004). Islam and State in Sumatra; a Study of SeventeentHlm-century Aceh .Leiden: Brill.
Ismail, Nurjannah. (2003). Perempuan dalam Pasungan: Bias Laki-laki dalam Penafsiran. Yogyakarta: Lkis.
Lombard, Denys. (1986). Kerajaan Aceh Jaman Iskandar Muda (1607-1636). alih bahasa Winarsih Arifin. Jakarta: Balai Pustaka.
Ito, Takeshi. (1984). The World of the Adat Aceh: a historical Study of the Sultanate of Aceh. Unpubleished Ph.D dissertation: Australian National University.
Jajat, Burhanuddin. (2017). Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. 2017. Jakarta: Bulan Bintang.
R.Boxer, C. (1965). Asian Potentates and European Artillery in the 16th-18th Centuries. JMBRAS: 38, 2.
Reid, Anthony. (1969). Sixteenth Century Turkish Influence in Western Indonesia. JSEAH 10, 3.
Snouck Hurgronje, C. (1906) The Achehnese, vol. 1 trans. By. A.W.S. O’Sullivan. Leiden: E.J Brill.
Subhan, Zaitunah. (1999). Tafsir Kebencian: Studi Bias Gender dalam Tafsir al-Qur’an. Yogyakarta; LkiS.
-------(2002). Rekonstruksi Pemahaman Jender dalam Islam: Agenda Sosio-kultural dan Politik Peran Perempuan. Jakarta: el-Kahfi
Umar, Nasaruddin. (2001). Argumen Kesetaraan Gender: Perpektif al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.
Wells, Kathirithamby. (1969). Between Monopoly And Free Trade : The English East India Company, 1600-1757. Princeton University Press: Princeton and Oxford.
Yusoff Haslim, Muhammad. (1988). Pensejarahan Melayu Nusantara. Kuala Lumpur: Teks Publishing Sdn.
Andaya, Leonard Y Andaya. (2001). Aceh’s Contribution to Standards of Malayness. Achipel: 61.
Azyumardi, Azhu. (2004).“Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII&XVIII Akar PembaruanIslam Indonesia”. Prenada Media Jakarta.
Hadi,Amirul. (2004). Islam and State in Sumatra; a Study of SeventeentHlm-century Aceh .Leiden: Brill.
Ismail, Nurjannah. (2003). Perempuan dalam Pasungan: Bias Laki-laki dalam Penafsiran. Yogyakarta: Lkis.
Lombard, Denys. (1986). Kerajaan Aceh Jaman Iskandar Muda (1607-1636). alih bahasa Winarsih Arifin. Jakarta: Balai Pustaka.
Ito, Takeshi. (1984). The World of the Adat Aceh: a historical Study of the Sultanate of Aceh. Unpubleished Ph.D dissertation: Australian National University.
Jajat, Burhanuddin. (2017). Islam dalam Arus Sejarah Indonesia. 2017. Jakarta: Bulan Bintang.
R.Boxer, C. (1965). Asian Potentates and European Artillery in the 16th-18th Centuries. JMBRAS: 38, 2.
Reid, Anthony. (1969). Sixteenth Century Turkish Influence in Western Indonesia. JSEAH 10, 3.
Snouck Hurgronje, C. (1906) The Achehnese, vol. 1 trans. By. A.W.S. O’Sullivan. Leiden: E.J Brill.
Subhan, Zaitunah. (1999). Tafsir Kebencian: Studi Bias Gender dalam Tafsir al-Qur’an. Yogyakarta; LkiS.
-------(2002). Rekonstruksi Pemahaman Jender dalam Islam: Agenda Sosio-kultural dan Politik Peran Perempuan. Jakarta: el-Kahfi
Umar, Nasaruddin. (2001). Argumen Kesetaraan Gender: Perpektif al-Qur’an. Jakarta: Paramadina.
Wells, Kathirithamby. (1969). Between Monopoly And Free Trade : The English East India Company, 1600-1757. Princeton University Press: Princeton and Oxford.
Yusoff Haslim, Muhammad. (1988). Pensejarahan Melayu Nusantara. Kuala Lumpur: Teks Publishing Sdn.