TERAPI TASAWUF SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN STRESS, DEPRESI, DAN KECEMASAN

  • Muslimin Muslimin Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Abstract

Salah satu bentuk stres yang dapat menimbulkan gangguan kejiwaan kecuali kecemasan (ansietas) adalah juga yang dinamakan depresi. Baik kecemasan maupun depresi kedua-duanya mempunyai gejala-gejala gangguan fungsi dari organ-organ tubuh yang dipersarafi oleh sistem saraf otonom (misalnya, pernafasan, peredaran darah, pencernaan, seksual, dan lain sebagainya). Gejala fisik maupun psikis (kecemasan dan depresi) seringkali tumpang tindih, tidak ada suatu batasan yang jelas, sehingga seseorang yang mengalami stres dapat diartikan bahwa orang itu memperlihatkan berbagai keluhan-keluhan fisik, kecemasan, dan juga depresi. Dalam mengatasi stres, depresi, dan kecemasan seyogyanya selain terapi holistik- para psikiater dapat menggunakan terapi keagamaan, dalam hal ini bisa juga dengan terapi tasawuf. Relevansi tasawuf secara seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin syariah sekaligus. Ia bisa dipahami sebagai pembentuk tingkah laku melalui pendekatan tasawuf suluky, dan bisa memuaskan dahaga intelektual  melalui pendekatan tasawuf falsafi. Ia bisa diamalkan oleh setiap muslim, dari lapisan sosial manapun dan tempat manapun. Secara fisik mereka menghadap satu arah, yaitu Ka’bah dan secara ruhaniah mereka berlomba-lomba menempuh jalan tarekat melewati ahwal dan maqam menuju kepada Tuhan yang satu Allah SWT.
Published
25-04-2018