Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia telah menjadi pilar kebangsaan. Ketika Proklamasi belum diwujudkan, pendidikan Islam sudah menjadi bagian dari dinamika kebangsaan. Untuk itu, artikel ini mengkaji secara khusus bagaimana pendidikan Islam dalam upaya untuk mewujudkan pendidikan multikultural sebagai bagian dari praktik pembelajaran. Dengan proses pendidikan yang berbasis multikultural, akan memberikan kesempatan kepada tenaga kependidikan, murid, dan lingkungan masyarakat untuk senantiasa menerima perbedaan. Saat itu, kesempatan untuk saling menghargai, mengapresiasi, dan memberikan dukungan kepada pihak yang sekalipun berbeda, akan senantiasa menjadi nilai pendidikan. Akhirnya, gagasan pendidikan Islam multicultural sesungguhnya merupakan tuntutan dan keperluan masyarakat. Sehingga diperlukan langkah praktis untuk mewujudkan dalam proses pembelajaran yang dimulai dari pengembangan kurikulum sampai teknik pembelajaran. Ini tidak bisa dilakukan dengan mengubah tatanan kurikulum, hanya saja diperlukan sebuah usaha yang komprehensif yang mengintegrasikan prinsip-prinsip pendidikan multikultural dalam aktivitas pendidikan.