Majelis Syiah: Studi tentang Dakwah dan Penyebaran Mazhab Syiah di Kota Palembang

Main Article Content

Muhammad Noupal
Zaki Faddad Syarif Zain

Abstract

Pasca Revolusi Islam Iran tahun 1979, jumlah penganut syiah di Palembang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh pengikut syiah seperti perayaan Hari Asyuro, kegiatan majelis taklim dan pembacaan doa. Tulisan ini ingin melihat bagaimana dakwah dan penyebaran mazhab syiah di Palembang, khususnya melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang dilakukan dalam majelis syiah. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi untuk melihat realitas penyebaran mazhab syiah dan ajaran-ajarannya yang diterima masyarakat. Penelitian berkesimpulan bahwa, pertama; dakwah syiah di Palembang tidak dilakukan dalam bentuk yang formal, seperti ceramah umum tetapi melalui relasi social. Dalam relasi sosial ini peran keluarga menjadi faktor paling dominan yang membuat syiah diterima sebagai prinsip keagamaan (‘aqidah) dan ibadah (fiqih). Kedua, dakwah syiah tidak identik dengan keberadaan majelis syiah yang dibentuk sebagai wadah pemeluk syiah untuk melaksanakan ibadah dan memperkuat kesyiahan mereka kepada para imam. Ketiga, keberadaan majelis syiah di Palembang terjadi melalui tiga fase yaitu fase pertumbuhan, fase penguatan dan fase perubahan. Perkembangan majelis syiah pada tiap fase tersebut dipengaruhi oleh peran masing-masing tokoh, baik itu ulama, tenaga profesional atau orang biasa.

Article Details

How to Cite
Noupal, Muhammad, and Zaki Faddad Syarif Zain. “Majelis Syiah: Studi Tentang Dakwah Dan Penyebaran Mazhab Syiah Di Kota Palembang”. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 24, no. 2 (December 30, 2023): 259–269. Accessed February 12, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/34219.
Section
Artikel

How to Cite

Noupal, Muhammad, and Zaki Faddad Syarif Zain. “Majelis Syiah: Studi Tentang Dakwah Dan Penyebaran Mazhab Syiah Di Kota Palembang”. Jurnal Ilmu Agama: Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama 24, no. 2 (December 30, 2023): 259–269. Accessed February 12, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/JIA/article/view/34219.

References

Bruinessen, Martin van. Contemporary Developments in Indonesian Islam: Explaining the “Conservative Turn”. Singapore: ISEAS Publishing, 2011.

Creswell, John W. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. Thousand Oaks, CA: Sage Publications, 2013.

Herlina. “Knowledge Transmission of Palembang Islamic Ulama during Palembang Sultanate to Colonial Era.” Journal of Malay Islamic Studies 3, no. 1 (2019): 17–28. https://doi.org/10.19109/jmis.v3i1.4570.

Laffan, Michael F. Islamic Nationhood and Colonial Indonesia: The Umma below the Winds. London: Routledge, 2003.

Noupal, Muhammad. “Kritik Sayyid Usman bin Yahya terhadap Pemikiran Pembaharuan Islam: Studi Sejarah Sosial Intelektual di Indonesia.” Intizar 20, no. 1 (2014): 17–41.

Noupal, Muhammad, dan Joko Supriyanto. “Kinship and Social Integration: Ethnographic Study of Shia and Sunni Alawiyin Relations in Palembang.” MUHARRIK: Jurnal Dakwah dan Sosial 7, no. 1 (2024): 153–172. https://doi.org/10.37680/muharrik.v7i1.6934.

Peeters, Jeroen. Kaum Tuo–Kaum Mudo: Perubahan Religius di Palembang 1821–1942. Jakarta: INIS, 1994.

Putnam, Robert D. Bowling Alone: The Collapse and Revival of American Community. New York: Simon & Schuster, 2000.

Rachman, Abdul Aziz, dan Syamsul Hamdi. “Minority Muslim Survival Strategy: The Case of Shia Community in Indonesia.” Al-Jami‘ah: Journal of Islamic Studies 60, no. 1 (2022): 1–32.

Rachman, Abdul Aziz, dan Syamsul Hamdi. “Taqiyah as a Strategy for Social Integration of Shia Minority in Indonesia.” HTS Teologiese Studies/Theological Studies 78, no. 4 (2022): a7357. https://doi.org/10.4102/hts.v78i4.7357.

Zulkifli. The Struggle of the Shi‘is in Indonesia. Canberra: ANU E-Press, 2013.