Perspektif Moderasi Beragama Melalui Seni: Analisis Fisika Bentuk Ruang pada Bangun Masjid Agung Demak

Main Article Content

Della Indana Mas'udatur Rizqiyah
Nur Khoiri

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai moderasi beragama diaktualisasikan melalui arsitektur Masjid Agung Demak dengan pendekatan fisika bentuk ruang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, study dokumentasi, dan kajian literature. Analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Agung Demak merepresentasikan moderasi beragama melalui perpaduan harmonis arsitektur tradisional Jawa dan nilai-nilai keislaman. Struktur bangunan seperti tajug berbentuk limas segi empat melambangkan prinsip iman, Islam, dan ihsan. Maksuroh berbentuk balok yang kokoh serta saka guru yang berbentuk tabung mencerminkan kekuatan, kestabilan, dan nilai spiritual. Konsep fisika bangun ruang tidak hanya memperkuat struktur fisik masjid, tetapi dibalik itu juga mengandung nilai simbolik yang sejalan dengan ajaran moderasi beragama. Kesimpulannya, arsitektur Masjid Agung Demak menjadi bukti nyata bagaimana seni dan budaya lokal dapat menjadi media efektif dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama yang inklusif dan toleran di Indonesia.

Article Details

How to Cite
“Perspektif Moderasi Beragama Melalui Seni: Analisis Fisika Bentuk Ruang Pada Bangun Masjid Agung Demak”. Intizar 31, no. 2 (December 26, 2025): 104–113. Accessed May 7, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/29327.
Section
Artikel

How to Cite

“Perspektif Moderasi Beragama Melalui Seni: Analisis Fisika Bentuk Ruang Pada Bangun Masjid Agung Demak”. Intizar 31, no. 2 (December 26, 2025): 104–113. Accessed May 7, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/29327.

References

Afidah, D., Faradila, R., Lupi, M. B., & Lami, M. D. (2022). Pengembangan kesenian hadrah sebagai upaya dalam membentuk karakter Islami para pemuda Desa Sumber Canting. Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 2(2), 127–138.

Almu’tasim, A. (2019). Berkaca NU dan Muhammadiyah dalam mewujudkan nilai-nilai moderasi Islam di Indonesia. Tarbiyah Islamia: Jurnal Pendidikan dan Keislaman, 8(2), 199.

Fauziah, A. R., Cahyani, S. I., & Khairi, M. (2025). Bentuk dan ruang arsitektur Masjid Agung Demak. Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media, dan Desain, 2(1), 61–71.

Arifin, I. (2014). Makna simbolik arsitektur Masjid Agung Demak dalam perspektif budaya Islam Jawa. Pustaka Pelajar.

Arimbawa, I. K. S. (2023). Membangun gerakan moderasi beragama melalui seni. Jurnal Teologi, 14(2).

Asroh, H., Werdiningsih, Y. K., & Sunarya. (2025). Makna filosofis atap tumpang Masjid Agung Demak: Kajian semiotika Roland Barthes. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1).

Dasriansya, & Naldi, A. (2024). Moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Indonesia. At-Tazakki: Jurnal Studi Islam, 8(1).

Hasan, M. S., Azizah, M., Sintasari, B., & Solechan. (2023). Program pengabdian service-learning ala Pondok Pesantren Al Urwatul Wutsqo Jombang dalam pembentukan sikap moderat santri. Proceedings of Annual Conference for Muslim Scholars, 7(1).

Ifrochah, A., Kusuma Dewi, U. R., & Khairi, M. (2025). Saka guru dan atap tumpang tiga: Keunikan arsitektur Masjid Agung Demak. Jurnal Kajian Ilmu Seni, Media dan Desain, 2(1).

Irawan, M. F., Hulkin, M., Solihin, I., & Zakaria, A. R. (2024). Moderasi beragama dalam praktik safari Ramadhan: Refleksi pengabdian mahasiswa. Ngarsa: Journal of Dedication Based on Local Wisdom, 4(2), 75–86.

Kusyanto, M. (2014). Implementasi ekspresi Islam terhadap pengaruh budaya setempat sebagai arsitektur berbasis kearifan lokal (Studi kasus: Masjid Sunan Kalijaga Demak). Jurnal Teknik Unisfat, 9(2).

Marzuki, M. (2022). Moderasi Islam sebagai pintu demokrasi keberagamaan di Indonesia. Al Ittisholi: Jurnal Komunikasi Islam, 64–79.

Kader, M. R., Rofiq, M. H., & Ma’arif, M. A. (2024). Religious moderation education strategy at the mualaf assembly. At-Tadzkir: Islamic Education Journal, 3(1), 35–46.

Nawangwulan, D. N. (2021). Nilai-nilai budaya Islam dalam arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah [Skripsi]. Universitas Islam Sultan Agung.

Ningsih, S. L. V. (2023). Moderasi beragama sebagai ruang alternatif dalam menciptakan demokrasi di Kabupaten Demak [Skripsi]. Institut Agama Islam Negeri Kudus.

Pinem, M., Burhanudin, D., & Hazmirullah. (2022). Nilai-nilai moderasi pada tradisi keagamaan di rumah ibadah bersejarah. Litbangdiklat Press.

Purwanto, A. (2016). Akulturasi budaya Hindu-Buddha dalam arsitektur Masjid Agung Demak. Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(2), 189–201.

Pramono, B., & Fitriani, R. (2023). Peran seni dalam menguatkan moderasi beragama di era digital. Jurnal Komunikasi Islam, 15(1), 80–95.

Qardhawi, Y. (2011). Fiqh maqashid syariah. Pustaka Al-Kautsar.

Ramadhana, D., & Dharoko, A. (2018). Ruang sakral dan profan dalam arsitektur Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. Inersia, 14(1).

Riyah, S. (2021). Eksplorasi etnomatematika pada arsitektur Masjid Agung Demak sebagai sumber belajar matematika berbasis budaya Islam [Skripsi]. IAIN Salatiga.

Rogi, O. H. A. (2011). Arsitektur vernakular: Patutkah didefinisikan? Jurnal Sabua, 3(2), 32–39.

Ronald, A. (2005). Nilai-nilai arsitektur tradisional Jawa. Gadjah Mada University Press.

Roza, E., & Mardiah. (2023). Masjid Agung Demak sebagai simbol peradaban Islam di Jawa Tengah. Jurnal Hikmah, 12(2), 177.

Sabiq, F. (2021). Sunan Kalijaga dan mitos Masjid Agung Demak [Skripsi]. IAIN Surakarta.

Saifuddin, L. H. (2019). Moderasi beragama. Jalsah: The Journal of Alquran and As-sunnah Studies, 2.

Senoprabowo, A., Laksana, D., & Putra, T. (2020). Inovasi ornamen Masjid Agung Demak untuk motif batik kontemporer khas Demak. Visual Post: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 23(2), 199–126.

Shodiq, M. F. (2017). Akulturasi budaya Hindu Jawa dan Islam. Jurnal Humanika, 2(1).

Soedarso. (2000). Sejarah perkembangan seni rupa modern. Studio Delapan Puluh.

Supatmo. (2016). Keragaman seni hias bangunan bersejarah Masjid Agung Demak. Imajinasi, 10(2).

Supriyadi, S., Widiyastuti, E., Prameswari, N. S., & Swasty, W. (2023). Pragmatic-semantic analysis of the Demak Great Mosque and acculturation of the surrounding communities. ISVS e-Journal, 10(5), 262–273.

Syah, E., & Marjuni, S. (2022). The message of dakwah in the Tajug Gede architecture building Cilodong Purwakarta. Acta Psychologia, 1(3), 113–123.

Ulfa, M., Rahmawati, D., & Hidayat, N. (2024). Analisis nilai budaya tiang penyangga “saka guru” di Masjid Agung Demak. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 3(1), 31.

Wiyoso, A. (2017). Arsitektur tradisional Jawa: Simbolisme dan kosmologi dalam bangunan sakral. UNS Press.

Zidan, Y. E. (2021). The essence of the maqsura in Islamic architecture as a modern trend to preserve it as an archaeological cultural heritage in its own right. International Journal of Applied Sciences and Waste Water Treatment.