Kontekstualisasi Nusyuz di Era Digital: Kajian Hermeneutika Surat al-Nisā ayat 34 dan 128 Perspektif Abdullah Saeed

Main Article Content

Moh Hanif Adzhar
Nabila An’imatul Maula
Fatwah Inna Aulisaina

Abstract

Penelitian ini bertujuan memahami fenomena transformasi digital yang menimbulkan berbagai tantangan baru dalam hubungan suami istri, termasuk potensi konflik nusyuz yang diakibatkan oleh komunikasi, privasi, dan penggunaan media sosial yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan untuk mengkontekstualisasikan al-Qur’an melalui pendekatan hermenutika Abdullah Saeed dalam empat tahap, yaitu analisis teks, analisis kritis aspek kebahasaan, pandangan sahabat, dan kontekstualisasi. Temuan utama menunjukkan pemahaman kontemporer tentang nusyuz tidak lagi harus dilihat sebagai dominasi patriarki seperti saat masa lampau, melainkan sebagai panduan etis yang mendorong perdamaian, dialog, dan keadilan dalam rumah tangga. Solusi terhadap nusyuz tidak bisa hanya bergantung pada otoritas suami, tetapi juga harus mempertimbangkan hak-hak istri, termasuk kebebasan berekspresi dalam ruang publik dan media sosial. Hasil signifikansi temuan memberikan pemahaman baru mengenai relevansi atas reinterpretasi nusyuz dalam ayat al-Qurr'an terhadap era digital, sehingga pemahaman nusyuz dapat dikontekstualiasikan dengan perkembangan zaman dan perubahan sosial.

Article Details

How to Cite
“Kontekstualisasi Nusyuz Di Era Digital: Kajian Hermeneutika Surat Al-Nisā Ayat 34 Dan 128 Perspektif Abdullah Saeed”. Intizar 31, no. 2 (December 21, 2025). Accessed January 23, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/31921.
Section
Artikel

How to Cite

“Kontekstualisasi Nusyuz Di Era Digital: Kajian Hermeneutika Surat Al-Nisā Ayat 34 Dan 128 Perspektif Abdullah Saeed”. Intizar 31, no. 2 (December 21, 2025). Accessed January 23, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/intizar/article/view/31921.

References

Al-Hifnawi, M. I. (2007). Tafsir Al-Qurtubi. Pustaka Azam.

Al-Qurṭubī, I. (2007). Tafsir al-Qurṭubī. Pustaka Azam.

Al-Sheikh, A. bin M. bin A. bin I. (2003). Lubaabut Tafsir Min Ibni Katsir. Pustaka Imam asy-Syafi’i.

Alghifari, A. (2024). Islam and Society 5.0 Era: Privacy between Husband and Wife in Review of Family Law Interpretation. KnE Social Sciences, 2024, 347–358. https://doi.org/10.18502/kss.v9i1.14994

Awalia, Y. S., & Syamsiah, I. F. (2024). Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Keharmonisan Keluarga Di Desa Batu Tering Kecamatan Moyo Hulu. Hegemoni: Jurnal Ilmu Sosial, 2(2), 73–82.

Ayu, R. F., & Pangestu, R. (2021a). Modernitas Nusyuz; Antara Hak dan Kewajiban. YUDISIA: Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 12(1), 73. https://doi.org/10.21043/yudisia.v12i1.8711

Ayu, R. F., & Pangestu, R. (2021b). Modernitas Nusyuz; Antara Hak dan Kewajiban. YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 12(1), 73. https://doi.org/10.21043/yudisia.v12i1.8711

Chaudhry, A. (2017). Domestic Violence and the Islamic Tradition: Ethics, Law, and the Muslim Discourse on Gender. Oxford University Press.

Fauzan, A. (2021a). Development Of Law, Sharia And Societ in Digital Era. Family Law Conference.

Fauzan, A. (2021b). Development Of Law, Sharia And Society in Digital Era. Family Law Conference.

Hakim, A., & Alkosibati, A. (2022). The Distinction Between Nusyūz And Domestic Violence: The Relevance of Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthi Thought in Contemporary Context. Al-Ahwal, 15(1), 41–60. https://doi.org/10.14421/ahwal.2022.15103

Hamzah, A. (2020). Metode Penelitian Kepustakaan (library research) kajian filosofis, teoritis, aplikasi, proses, dan hasil penelitian. Literasi Nusantara Abadi.

Hidayati, L. (2021). Fenomena Tingginya Angka Perceraian Di Indonesia Antara Pandemi dan Solusi. Khuluqiyya: Jurnal Kajian Hukum Dan Studi Islam, 71–87. https://doi.org/10.56593/khuluqiyya.v3i1.56

Jannah, S. Al. (2023). Makna Nushuz Bagi Istri di Era Digital. Qanuni : Journal of Indonesian Islamic Family Law, 1(1), 34–45. https://doi.org/10.31102/qanuni.2023.1.1.34-45

Labibah. (2022). Konsep Wanita Nusyuz Dalam Tafsir Al-Azhar Dan Al-Misbah. NIHAIYYAT: Journal of Islamic Interdisciplinary Studies, 1(3), 267–272.

Leko, M. M. et al. (2021). Qualitative Methods in Special Education Research. Learning Disabilities Research & Practice, 36(4), 278–286.

Liedfray, T. et al. (2022). Peran Media Sosial Dalam Mempererat Interaksi Antar Keluarga Di Desa Esandom Kecamatan Tombatu Timur Kabupaten Tombatu Timur Kabupaten Minasa Tenggara. Jurnal Ilmiah Society, 2(1), 2.

Lind, R. A. (2020). Produsing Theory in a Digital World 3.0: The Intersection of Audiences and Production in Contemporary Theory. Peter Lang.

Lubis, D. R. M. (2023). Tela’ah Ayat Hukum dan Hadist tentang Nusyuz. El-Sirry: Jurnal Hukum Islam Dan Sosial, 1(1), 61–73. https://doi.org/10.24952/ejhis.v1i1.9594

M Noor Farchan, & Dian Alan. (2023). Analisis Yuridis Tindak Pidana Kekerasan dalam Rumah Tangga yang Mengakibatkan Kematian. Jurnal Riset Ilmu Hukum, 111–116. https://doi.org/10.29313/jrih.v3i2.2998

Murlinus, M. (2023). Membangun Kesadaran Dan Ketaatan Hukum Masyarakat Perspektif Law Enforcement. Qawwam : The Leader’s Writing, 4(1), 60–69. https://doi.org/10.32939/qawwam.v4i1.253

Mutmainnah, I. et al. (2023). Akibat Hukum Fenomena Perselingkuhan di Media Sosial Perspektif Maqashid Al-Syariah. Jurnal Marital: Kajian Hukum Keluarga Islam, 16–21. https://doi.org/10.35905/marital_hki.vi00.6404

Nova, E., & Edita Elda. (2024). Perlindungan Hukum Terhadap Perempuan dari Kekerasan Seksual. Unes Journal of Swara Justisia, 7(4), 1308–1320. https://doi.org/10.31933/ujsj.v7i4.444

Rao, B. N., & Kalyani, V. (2022). A Study on Positive and Negative Effects of Social Media on Society. Journal of Science & Technology (JST), 7(10 SE-Articles), 46–54. https://doi.org/10.46243/jst.2022.v7.i10.pp46-54

Rizaty, M. A. (2023). Ada 25.050 Kasus Kekerasan Perempuan di Indonesia pada 2022.

Rokan, M. K., & Yazid, I. (2020). Reconstruction of the Concept of Nushuz of the Wife in the Digital Era. Samarah, 4(2), 568–585. https://doi.org/10.22373/sjhk.v4i2.7259

Saeed, A. (2005). Interpreting Quran: Towards a Contemporary Approach. Routledge.

Santoso, A. B. (2019). Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Terhadap Perempuan: Perspektif Pekerjaan Sosial. Komunitas, 10(1), 39–57. https://doi.org/10.20414/komunitas.v10i1.1072

Subhan, M. (2019). Rethinking Konsep Nusyuz Relasi Menciptakan Harmonisasi Dalam Keluarga. Al-’Adalah: Jurnal Syariah Dan Hukum Islam, 4(2), 194–215. https://doi.org/10.31538/adlh.v4i2.542

Ummah, S. C. (2019). Metode tafsir kontemporer Abdullah Saeed. HUMANIKA, 18(2), 126–142. https://doi.org/10.21831/hum.v18i2.29241

Wihidayati, S. (2017). Kebolehan Suami Memukul Istri Yang Nusyûz Dalam Al-Qur’an. Al-Istinbath : Jurnal Hukum Islam, 2(2), 176. https://doi.org/10.29240/jhi.v2i2.267

Wiryany, D. et al. (2022). Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi terhadap Perubahan Sistem Komunikasi Indonesia. Jurnal Nomosleca, 8(2), 242–252. https://doi.org/10.26905/nomosleca.v8i2.8821

Yunus, M. (2015). Kamus Arab Indonesia. PT. Mahmud Yunus Wa Dzurriyyah.

Zaid, N. H. A. (2001). Rethinking the Qur’an: Towards a Humanistic Hermeneutics. Humanistics University Press.