Diskresi Seponering dalam Perspektif Hukum Islam: Studi Kasus Pidana Korupsi Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah
Main Article Content
Abstract
Tulisan ini mengkaji mengenai diskresi seponering. Seponering adalah hak istimewa Jaksa Agung untuk mengesampingkan perkara atau memetieskan suatu perkara karena alasan kepentingan umum setelah mendapat saran atau masukan dari institusi terkait dibidang hukum. Mensikapi tentang seponering kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah dalam pandangan hukum pidana Islam itu adalah adil. Mengingat kedua orang tersebut sebagai pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang mempunyai tugas berat dan besar. Namun sebagai muslim memberi catatan khusus bahwa pertama, Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah harus mengembalikan semua uang hasil korupsi kepada negara, kedua Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha harus minta maaf kepada publik melalui media dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.
This article examines the Seponering discretion. Seponering is the privilege of the Attorney General to override or freeze a court case for reasons of public interest after getting feedback from the relevant institutions in the field of law. In response about Seponering case of Bibit and Chandra Martha Hamzah in the view of Islamic criminal law is fair. Considering that the two men are the leaders of the Corruption Eradication Commission which have heavy and bulky duty. but Muslims, they are given a special note that first, Bibit and Chandra Martha Hamzah should return all the corruption money to the state, both Bibit and Chandra Martha have to apologize to the public through the media and vowed not to reiterate the act.
Article Details
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work
How to Cite
References
Abu-al-Wafa, Ahmad. diterjemahkan oleh Asmawi dkk. (2011). Hak-hak Pencarian Suaka Dalam Syariat Islam dan Hukum Internasional. Jakarta: UNHCR dan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syahid.
Alviina Treut Burrows. Hukum dan Keadilan, http://marginal 86kopini.blokspot.com/2013/diskresi-antarakebijakan-dan.html (21 Januari 2013)
Bismar Siregar. (2014). Hukumdan Keadilan. http://marginal86kopini.blokspot.com/2013/diskresi-antarakebijkan-dan.html. (21 Januari 2013)
Hakim, Rahmat. (2005). Hukum Pidana Islam. Bandung: Pustaka Setia.
https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/25/2-188/,
http://blog.konsultasi-skripsi-tesis-disertasi.org/2013/01/hukum-pidana-islam.html,
http://blitarq-doel.blogspot.co.id/2012/09/hukum-pidana-dalam-islam-jinayat.html,
http://mtf-online.com/surah-al-maidah-ayat-42-45-seri-tadabbur-al-quran/#.VmWvZ7-b_VI,
http://anasafrida.blogspot.co.id/2013/02/tafsir-surat-saba-ayat-28.html,
http://tafsirq.com/16-an-nahl/ayat-90
Sultan Hasanal Bolkiah, Arrahman.com.Filter Your mind/get the truth www.arrahmah.com/news/20013/10/24/sekilas-demonstrasi-ontoh-pelksanaan-hukum-pidana-syariah-brunai-darussalam-html.
https://www.facebook.com/AlQuranTerjemahDanTafsir/posts/280448928804449,
http://ikhwanulmuslimin89.blogspot.co.id/2012/05/qs-al-maidah-ayat-6.html,
http://abuabdurrohmanmanado.org/tag/al-anbiya-ayat-107/,
http://ibnukatsironline.blogspot.co.id/2015/04/tafsir-ayat-surat-al-baqarah-ayat-285.html,
harisudiyono1.blokspot.com/2013/01/kepentingan-umum-bonum-commune,html,
Hukum Online, Wawancara dengan Andi Hamzah, tanggal 24 November 2010
JCT Simorangkir, Diskresi Kepolisian (15 Januari 2013) http;//ferli1982./warpress.com /2013/01/15/diskresi-kepolisian
John, M. Echols, dan Hassan Shandily. (2010). Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.
Kementrian PAN dan Reformasi Birokrasi, Mencari Titik Temu Pengertian Diskresi (7 Maret 2013) http:/www.menpan.go.id/beritaterkini/953-mencari-titiktemu-pengertian-diskresi-dalam-uu-adpem
Marsum. (2005). Hukum Pidana Islam (Jinayah). Yogyakarta, Fakultas Hukum UII.
Muslim ibn al-Hajja>j al-Qushairi>, S}ah}i>h} Muslim., Jld. II., 191, Kita>b al-Immarah,Ba>b Tah}ri>m Hadaya> al-‘Umma>l [7], no. hds. 1833; lihat juga, http://www.walimah.info/pasutri/cara-istri-yang-sedang-haid-memberikan-kepuasan-seks-kepada-suaminya/,
Nuh, Abd. Bin dan Oemar Bakry. (t.th). Kamus Arab, Indonesia, Inggris. Jakarta: Mutiara.
Rahajoekoesoemah, Oetje. (1990). Kamus Belanda-Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Siraj, Gozin. (2007). Pengantar Hukum Islam (Sejarah dan Perkembangannya). Yogyakarta: Fakultas Ekonomi UII.
Sudarno. (2005). Kamus Hukum. Jakarta: Gramedia.
Tahir Azhary, M. (2003). Bunga Rampai Hukum Islam. Jakarta: IND-HILL-CO.
Thomas J. Aoron, Diskresi Kepolisian (15 Januari 2013) http/ferli1982/warpress.com/2013/01/15/diskresi-kepolisian
Van Hoeve, W. (1986). Kamus Belanda-Indonesia. Jakarta: Ichtiar Baru.
www.scribd.com.doc/99556368/definisi/kepentingan-umum-menurut-hukum.html
Wawancara dengan Ario Setyo. Tempo.
Wawancara dengan Andi Hamzah. Hukum.
Wawancara dengan M. Tahir Azhary, di Perumahan Dosen UI, Ciputat, Tangerang Selatan.
Wawancara dengan Muhammad Tahir Azhary, di Komlek Perumahan Dosen Universitas Indonesia, Ciputat Tangerang Selatan.
Wawancara dengan Yusrul Ihza Mahendra, di Kantor IHZA & IHZA Law Firm, Kuningan Jakarta Selatan.
Wawancara dengan Marwan Effendy, di Gedung ME Centre, Kuningan Jakarta Selatan.