Marginilisasi Gender Terhadap Tokoh Utama Film Penyalin cahaya

Authors

  • Ahmad Alfinul Ikhsan IAIN Kudus

DOI:

https://doi.org/10.19109/rg90he27

Keywords:

ketidakadilan gender, patriarki, pelecehan seksual, ketidakadilan gender, Patriarki, Pelecehan seksual

Abstract

Penelitian ini menganalisis film Penyalin Cahaya dengan pendekatan teori feminisme untuk

mengungkapkan ketidakadilan gender dan pelecehan seksual terhadap perempuan. Film ini

menggambarkan bagaimana perempuan, khususnya tokoh utama Suryani, menjadi korban pelecehan

seksual yang tidak hanya berdampak pada fisik dan emosional, tetapi juga menempatkan mereka

dalam posisi sosial yang terpinggirkan. Patriarki, ketidakadilan, dan marginalisasi gender menjadi tema

utama yang diangkat melalui karakter-karakter dalam film ini. Simbolisme dalam film, seperti patung

Medusa, menggambarkan perlakuan diskriminatif terhadap perempuan, sementara perjuangan tokoh

utama untuk mendapatkan keadilan menjadi refleksi atas struktur patriarki yang masih dominan dalam

masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran tentang tantangan perempuan dalam

memperjuangkan hak-haknya di tengah ketimpangan gender yang ada.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Farid, M. R. (2019). Kekerasan terhadap perempuan dalam ketimpangan relasi kuasa: Studi kasus di Rifka Annisa Women’s Crisis Center. Jurnal Studi Gender, 14(2), 175-190. https://www.researchgate.net/publication/368981272_Kekerasan_terhadap_Perempuan_dalam_Ketimpangan_Relasi_Kuasa_Studi_Kasus_di_Rifka_Annisa_Women's_Crisis_Center

Larashati. (2022). Ketimpangan dan peningkatan kesetaraan gender dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Jurnal Sains Edukatika Indonesia (JSEI), 4(2), 55-61. https://jurnal.uns.ac.id/jsei/article/download/70946/39616

Marini. (2017). Pengarusutamaan gender dalam kegiatan belajar dan pembelajaran pada sekolah dasar di DKI Jakarta. Perspektif Ilmu Pendidikan, 7, 7-12.

Meina, H. L. (2022). Konstruksi nilai perjuangan perempuan dalam novel Ibu Doa yang Hilang dan implikasinya sebagai konten pembelajaran sastra yang berperspektif gender. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 7, 97-103. https://journal.unnes.ac.id/sju/jpbsi/article/download/61914/23166/

Mufidah, H. N. (n.d.). Analisis gender dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Quddus perspektif emansipasi perempuan Qasim Amin. International Journal of Child and Gender Studies, 58, 58-69.

Mujiati, N. (n.d.). Perspektif Islam tentang stereotip gender perempuan. Jurnal Studi Sosial dan Ekonomi, 5(1), 45-52. https://jurnal.staisam.ac.id/index.php/almuttaqin/article/view/136/103

Muzakka, M. (2017). Perjuangan kesetaraan gender dalam karya sastra: Kajian terhadap novel Perempuan Berkalung Sorban dan Gadis Pantai. Nusa: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 12(3), 30-38. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/nusa/article/view/16846/12224

Pertiwi, R. A. (2021). Resistensi perempuan terhadap konstruksi gender dalam film La Source des Femmes karya Radu Mihaleanu. Jurnal Bahasa dan Sastra, 9(2), 123-138. https://ejournal.unp.ac.id/index.php/ibs/article/download/111999/pdf

Sulistyowati, Y. (2020). Kesetaraan gender dalam ruang lingkup pendidikan dan tata sosial. Indonesian Journal of Gender Studies, 1(2), 1-14. https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/ijougs/article/view/2317/1556

Susanto, N. H. (2015). Tantangan mewujudkan kesetaraan gender dalam budaya patriarki. Jurnal Gender dan Budaya, 120, 120-130.

Trianton, T. (2009). Pendidikan gender berbasis sastra. Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 365, 365-374.

Wulandari, Y. (n.d.). Gender dalam sastra: Studi semiotik-feminisme dalam novel Al-Ajnijah Al-Mutakassirah karya Kahlil Gibran. Jurnal Sastra, 1, 1-28.

Published

2026-06-10

How to Cite

Marginilisasi Gender Terhadap Tokoh Utama Film Penyalin cahaya. (2026). TABAYYUN, 6(2), 84-91. https://doi.org/10.19109/rg90he27