Representasi Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap
DOI:
https://doi.org/10.19109/kj8vyn84Keywords:
representasi, patriarki, Ngeri-Ngeri SedapAbstract
Budaya patriarki masih sering ditemukan di era perkembangan zaman meskipun perjuangan feminisme terus berkembang. Film Ngeri-Ngeri Sedap merupakan karya yang menonjolkan representasi budaya patriarki. Tokoh Pak Domu dalam film ini memiliki kekuasaan tertinggi dibandingkan dengan istrinya, Mak Domu. Ia bebas mengatur urusan rumah tangga dan bahkan menghalangi impian anak-anaknya. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce dan metode kualitatif untuk mengungkapkan makna tanda yang menggambarkan aksi patriarki dalam film tersebut. Analisis penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan nilai patriarki dalam film menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce serta mengetahui pengaruhnya terhadap peran wanita dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk patriarki subordinasi dan marginalisasi yang terlihat melalui dialog, ekspresi, dan tindakan antara suami dan istri, bapak dan anak perempuan, serta antara anak laki-laki dan anak perempuan.
Downloads
References
Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan rasisme dalam film (Analisis resepsi film Get Out). Jurnal Manajemen Maranatha, 18(2), 127-134.
Giovani, G. (2020). Representasi “Nazar” dalam film Insyaallah Sah karya Benni Setiawan. Proporsi: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 5(2), 227-238. Retrieved from http://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/PROPOSI/article/viewFile/534/1782
Gultom, S. D. (2019). Resistensi janda Batak terhadap dominasi sistem patriarki budaya Batak di Surabaya. Retrieved from http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80339
Hamzah, A. A. (2019). Makna puisi Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata dengan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 2(1), 15-31.
Hermawati, T. (2017). Budaya Jawa dan kesetaraan gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1), 18-24.
Hmelo-Silver, C., & Barrows, H. S. (2006). Goals and strategies of a problem-based learning facilitator. The Interdisciplinary Journal of Problem Based Learning, 1, 21-39.
Israpil. (2017). Budaya patriarki dan kekerasan terhadap perempuan (Sejarah dan perkembangannya). Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan, 5(2), 141-150.
Madhona, R. H., & Yenny. (2022). Representasi emosional Joker sebagai korban kekerasan dalam film Joker 2019 (Analisis semiotika Ferdinand De Saussure). Soetomo Communication And Humanities, 3(1), 1-13. https://doi.org/10.25139/sch.v3i1.4475
Meutia, T., & Hidayati, N. (2023). Javanese woman in novel Aroma Karsa by Dee Lestari. Literasi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Humaniora, 36-45.
Noegroho, D. (2022). Bentuk budaya patriarki dalam rumah tangga. Suara Surabaya. Retrieved from https://www.suarasurabaya.net/info-grafis/2022/bentuk-budaya-patriarki-dalam-rumah-tangga/
Noth, W. (1990). Handbook of semiotics. Bloomington & Indianapolis: Indiana University Press.
Noth, W. (2006). Semiotik. Surabaya: Airlangga University Press.
Nurrachman, D. (2017). Teks sastra dalam perspektif semiotika pragmatis Charles Sanders Peirce. Jurnal al-Tsaqafa, 14(1), 87-94.
Prasetya, R. A. (2022). Meretas budaya patriarki Madura: Eksplorasi pasar tradisional sebagai ruang publik perempuan desa (Studi fenomenologi di pa
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Fikri Alqudsy

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





