Representasi Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap

Authors

  • Muhammad Fikri Alqudsy IAIN Kudus

DOI:

https://doi.org/10.19109/kj8vyn84

Keywords:

representasi, patriarki, Ngeri-Ngeri Sedap

Abstract

Budaya patriarki masih sering ditemukan di era perkembangan zaman meskipun perjuangan feminisme terus berkembang. Film Ngeri-Ngeri Sedap merupakan karya yang menonjolkan representasi budaya patriarki. Tokoh Pak Domu dalam film ini memiliki kekuasaan tertinggi dibandingkan dengan istrinya,  Mak  Domu.  Ia  bebas  mengatur  urusan  rumah  tangga dan bahkan menghalangi impian anak-anaknya. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce dan metode kualitatif untuk mengungkapkan makna tanda yang menggambarkan aksi patriarki dalam film tersebut. Analisis penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan nilai patriarki dalam film menggunakan teori semiotika  Charles  Sanders  Peirce  serta  mengetahui  pengaruhnya  terhadap  peran  wanita  dalam keluarga. Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk patriarki subordinasi dan marginalisasi yang terlihat melalui dialog, ekspresi, dan tindakan antara suami dan istri, bapak dan anak perempuan, serta antara anak laki-laki dan anak perempuan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan rasisme dalam film (Analisis resepsi film Get Out). Jurnal Manajemen Maranatha, 18(2), 127-134.

Giovani, G. (2020). Representasi “Nazar” dalam film Insyaallah Sah karya Benni Setiawan. Proporsi: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 5(2), 227-238. Retrieved from http://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/PROPOSI/article/viewFile/534/1782

Gultom, S. D. (2019). Resistensi janda Batak terhadap dominasi sistem patriarki budaya Batak di Surabaya. Retrieved from http://repository.unair.ac.id/id/eprint/80339

Hamzah, A. A. (2019). Makna puisi Wiji Thukul dalam film Istirahatlah Kata-Kata dengan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Muharrik: Jurnal Dakwah dan Sosial, 2(1), 15-31.

Hermawati, T. (2017). Budaya Jawa dan kesetaraan gender. Jurnal Komunikasi Massa, 1(1), 18-24.

Hmelo-Silver, C., & Barrows, H. S. (2006). Goals and strategies of a problem-based learning facilitator. The Interdisciplinary Journal of Problem Based Learning, 1, 21-39.

Israpil. (2017). Budaya patriarki dan kekerasan terhadap perempuan (Sejarah dan perkembangannya). Pusaka: Jurnal Khazanah Keagamaan, 5(2), 141-150.

Madhona, R. H., & Yenny. (2022). Representasi emosional Joker sebagai korban kekerasan dalam film Joker 2019 (Analisis semiotika Ferdinand De Saussure). Soetomo Communication And Humanities, 3(1), 1-13. https://doi.org/10.25139/sch.v3i1.4475

Meutia, T., & Hidayati, N. (2023). Javanese woman in novel Aroma Karsa by Dee Lestari. Literasi: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Humaniora, 36-45.

Noegroho, D. (2022). Bentuk budaya patriarki dalam rumah tangga. Suara Surabaya. Retrieved from https://www.suarasurabaya.net/info-grafis/2022/bentuk-budaya-patriarki-dalam-rumah-tangga/

Noth, W. (1990). Handbook of semiotics. Bloomington & Indianapolis: Indiana University Press.

Noth, W. (2006). Semiotik. Surabaya: Airlangga University Press.

Nurrachman, D. (2017). Teks sastra dalam perspektif semiotika pragmatis Charles Sanders Peirce. Jurnal al-Tsaqafa, 14(1), 87-94.

Prasetya, R. A. (2022). Meretas budaya patriarki Madura: Eksplorasi pasar tradisional sebagai ruang publik perempuan desa (Studi fenomenologi di pa

Published

2026-06-10

How to Cite

Representasi Budaya Patriarki dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap. (2026). TABAYYUN, 6(2), 136-145. https://doi.org/10.19109/kj8vyn84