Pesijuk sebagai Manifestasi Cahaya Ilahi: Analisis Filsafat Iluminasi Terhadap Tradisi Spiritualitas Masyarakat Gayo
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini menelaah tradisi Pesijuk dalam kehidupan masyarakat Gayo di dataran tinggi Aceh melalui pendekatan Filsafat Iluminasi yang digagas oleh Suhrawardi. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengungkap dimensi metafisis dan spiritual yang terkandung dalam tradisi Pesijuk, yang selama ini cenderung dipahami secara sempit sebagai kegiatan seremonial budaya. Dengan menerapkan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan dan analisis filosofis, penelitian ini menafsirkan makna simbol-simbol seperti beras, tepung tawar, dan air bunga dalam bingkai konsep hierarki cahaya (nur al-anwar) serta pengetahuan hadir (al-ilm al-hudhuri) menurut Suhrawardi. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Pesijuk tidak hanya berfungsi sebagai praktik sosial dan adat, tetapi juga mengandung nilai-nilai pencerahan batin dan penyucian spiritual yang menghubungkan manusia dengan realitas metafisik. Melalui simbolisme cahaya dan kesejukan batin, Pesijuk menjadi sarana reflektif bagi masyarakat Gayo dalam meraih keseimbangan antara dunia material dan spiritual. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Pesijuk merupakan bentuk ekspresi religio-kultural yang memadukan kearifan lokal Gayo dengan prinsip-prinsip iluminasi dalam filsafat Islam, sekaligus merepresentasikan model spiritualitas kontekstual yang tumbuh dan berakar dalam tradisi keislaman Nusantara.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Cara Mengutip
Referensi
Harinawati, Syafrimayanti, and N Anismar. “Pesan Simbolik Dalam Prosesi Petawaren Adat Gayo Lues” 2, no. 2 (2021).
Hidayat, Roni. “JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Peusijuek Sebagai Kearifan Lokal Aceh Dalam Menghadapi Globalisasi Budaya” 09, no. 02 (2022. doi:10.21831/jipsindo. v 9i2.52038.
———. “JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia) Peusijuek Sebagai Kearifan Lokal Aceh Dalam Menghadapi Globalisasi Budaya” 09, no. 02 (2022). doi:10.21831/jipsindo. v 9i2.52038.
Ihsan, Nur Hadi, Moh. Isom Mudin, and Mawardi Dewantara. “SUHRAWARDĪ’S CONCEPT OF ILLUMINATION AND ITS RELEVANCE TO ENVIRONMENTAL CONSERVATION AWARENESS.” Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism 10, no. 2 (December 16, 2024. doi:10.20871/kpjipm. v 10i2.375.
———. “SUHRAWARDĪ’S CONCEPT OF ILLUMINATION AND ITS RELEVANCE TO ENVIRONMENTAL CONSERVATION AWARENESS.” Kanz Philosophia: A Journal for Islamic Philosophy and Mysticism 10, no. 2 (December 16, 2024). doi:10.20871/kpjipm. v10i2.375.
Marpuah, Marpuah, Juju Saepudin, Ahsanul Khalikin, Reslawati Reslawati, and Wakhid Sugiyarto. “Peusijuek Tradition in Aceh Society Integrity of Religious Values and Local Culture,” 2024. doi:10.2991/978-2-38476-251-4_54.
———. “Peusijuek Tradition in Aceh Society Integrity of Religious Values and Local Culture,” 2024. doi:10.2991/978-2-38476-251-4_54.
Munir, Muhammad, An-Nabawi Fakultas, Ushuluddin Adab, Dan Dakwah, and Iain Malikussaleh Lhokseumawe. SEJARAH PEUSIJUEK DALAM INTEGRITAS ISLAM THE HISTORY OF PEUSIJUEK IN ISLAMIC INTEGRITY. Vol. 1, n.d.
Nilai, Integritas, Nilai Agama, and Dan Budaya. TRADISI PEUSIJUEK DALAM MASYARAKAT ACEH, n.d.
Nur Laini, Hasna Ulfa, and Achmad Khudori Soleh. “Ajaran Isyrāqi: Studi Kritis-Epistemologis Filsafat Iluminasi Suhrawardi.” Kalimah: Jurnal Studi Agama Dan Pemikiran Islam 22, no. 1 (July 11, 2024. doi:10.21111/klm. v 22i1.12274.
Razavi, Mehdi Amin. Suhrawardi and the School of Illumination. Routledge, 2013.
Riezal, Chaerol, Hermanu Joebagio, and Susanto Susanto. “KONTRUKSI MAKNA TRADISI PEUSIJUEK DALAM BUDAYA ACEH.” Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya 20, no. 2 (January 2, 2019). doi:10.25077/jantro. v 20.n2.p145-155.2018.
Ristawati, Anida *. “PEUSIJUEK AS TRADITION: CULTURAL CONSTRUCTION AND ITS MEANING FOR THE PEOPLE OF ACEH SELATAN” 10, no. 2 (n.d.): 243–54. doi:10.22373/al-ijtimaiyyah. v10i2.
Rizvi, Sajjad H. “An Islamic Subversion of the Existence-Essence Distinction? Suhrawardi’s Visionary Hierarchy of Lights.” Asian Philosophy 9, no. 3 (1999. doi:10.1080/09552369908575500.
Wahyudi, Dedi, and Firdaus M. Yunus. “Al-Suhrawardi’s Knowledge Construction: A Philosophical Analysis of Illumination, Light, and Isyraqiyah Wisdom.” Jurnal Pemikiran Islam 4, no. 1 (June 30, 2024). doi:10.22373/jpi. v 4i1.23293.
Walid, Kholid Al, Darmawan Darmawan, Ni’mah Umm Hani D. Barra, and Nurul Ain Norman. “Al-’Ilm Al-Ḫudhūri: Philosophical Epistemology and Sufism Common Ground.” Jurnal Fuadun: Jurnal Kajian Keagamaan Dan Kemasyarakatan 7, no. 2 (December 30, 2023): 111. doi:10.30983/fuaduna. v7i2.7348.