Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Gender Di Desa Putat
Isi Artikel Utama
Abstrak
Isu mengenai pemberdayaan masyarakat menjadi hal penting untuk diteliti, terutama jika dikaitkan dengan gender. Kesenjangan gender masih saja terjadi, sebab banyak yang mengalami kesalahpahaman mengenai gender. Kesalahpahaman sering kali disebabkan oleh budaya dan komunikasi yang tidak efektif. Artinya, komunikasi gender adalah hal yang penting terutama dalam kehidupan bermasyarakat. Komunikasi gender dapat digunakan sebagai salah satu strategi dalam pemberdayaan wanita. Penelitian komunikasi gender dalam proses pemberdayaan masyarakat belum banyak dilakukan. Sehingga, penelitian ini penting dilakukan. Tulisan ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diambil melalui wawancara dengan 14 informan dan 11 narasumber, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat empat program pemberdayaan masyarakat sebagai sarana komunikasi gender, yakni Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKS), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM), Program Penataan Lingkungan Berbasis Komunitas (PLPBK) dan Program Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Empat program tersebut menggunakan pendekatan ruang sluas-luasnya sebab memberikan masyarakat kesempatan untuk berpartisipasi seluas-luasnya. Selain itu, empat program ini masuk dalam level makro pada strategi pemberdayaan masyrakat. Pada level makro, hal yang dilakukan meliputi melakukan kebijakan, aksi sosial sekaligus kegiatan yang dapat mengorganisasikan masyarakat. Melalui kegiatan ini, juga dapat dikatakan sebagai komunikasi gender yang dapat meminimalisir konflik. Diharapkan akan ada penelitian lain yang membahas mengenai strategi lain untuk pembedayaan masyarakat, guna melengkapi penelitian lain sebelumnya.
Rincian Artikel
Cara Mengutip
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Gender Di Desa Putat. (2021). Wardah, 22(1), 76-95. https://doi.org/10.19109/wardah.v22i1.9001
Terbitan
Bagian
Artikel
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Cara Mengutip
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Melalui Komunikasi Gender Di Desa Putat. (2021). Wardah, 22(1), 76-95. https://doi.org/10.19109/wardah.v22i1.9001