Abstract

Tulisan ini untuk memahami realitas kehidupan beragama di Indonesia dalam hubungannya dengan proses pendidikan Islam.  Masyarakat Indonesia adalah heterogen, plural, baik dari sisi etnis, budaya, dan kepenganutan agama. Keragaman dalam menganut agama cenderung eksklusif, karena masing-masing memiliki keyakinan bahwa kebenaran agamanyalah yang paling benar (truth claim). Keharusan bertoleransi didengungkan dimana-mana, bahkan sudah menjadi kebijakan pemerintah melalui program kerukunan antar umat beragama.  Sebagai muslim yang mayoritas, seringkali menjadi sasaran tuduhan “intoleran”.  Islam memiliki doktrin tentang toleransi, sebagaimana ditunjukkan dalam tulisan sederhana ini.  Doktrin toleransi ini perlu ditanamkan sejak usia dini, untuk menumbuhkan kesadaran bertoleransi. Toleransi adalah perilaku yang melekat dalam kepribadian setiap orang. Untuk menumbuhkan “perilaku” toleran ini, maka salah satunya melalui proses pendidikan agama Islam. Pendidikan menjadi representasi peradaban suatu masyarakat atau bangsa. Dalam konteks ini, masyarakat yang damai, aman, terbuka, saling menghargai dan menghormati perbedaan, sebagai bagian dari keberhasilan pendidikan dalam mencetak pribadi yang toleran dan beradab.