HAK CIPTA DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH (STUDI KASUS TERHADAP PEMAKAIAN GAMBAR LOGO ASIAN GAMES 2018)

Main Article Content

Wyne Paradita
Rina Antasari
Fatroyah Asr Himsyah

Abstract

ABSTRAK
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Pasal 5 dan 9 mengatur tentang hak dan kewajiban Pencipta dan ciptaannya, khususnya hak cipta logo. Hal ini tentang hak moral dan hak ekonomi. Tujuannya adalah untuk melindungi hasil karya ciptaan agar tidak disalah gunakan oleh pihak atau perusahaan  lain  untuk  kepentingan  bisnis  khususnya  hak  cipta  logo. Seperti halnya kasus pemakaian logo Asian Games 2018 dalam prakteknya masih ada pihak yang menggunakan dan menirukan logo tersebut untuk kepentingan bisnis tanpa izin. Hal ini bertentangan dengan hak moral dan hak ekonomi sebagaimana dijelaskan di dalam Undang- undang Hak Cipta. Jenis penelitian kepustakaan (library research), penelitian ini  menggunakan sumber data sekunder yaitu yang sumber-sumber datanya saya ambil dari buku-buku,  Undang-undang  Nomor 28  Tahun  2014  tentang  hak  cipta, artikel dan jurnal yang berhubungan dengan hak cipta yang berkaitan dengan pemakaian logo Asian Games 2018 tanpa izin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan dan menirukan logo tanpa izin untung memperoleh keuntungan bisnis adalah hal yang dilarang di dalam Undang-undang Hak Cipta. Perbuatan sanksi perdata yaitu ganti rugi secara umum diatur dala buku III KUHPerdata dan pidana sesuai   pasal   113   angka (3) Undang-undang Hak Cipta. Perlindungan hak cipta logo diberikan secara deklaratif, artinya adalah pemegang pertamalah yang memiliki perlindungan atas hasil ciptaan. Dan juga dasar pemikiran ini bahwa pada dasarnya segala sesuatu bentuk yag berkaitan dengan hukum ekonomi syariah adalah boleh dilakukan kecuali yang  dilarang,  namun  demikian  kebolehan    juga  dibatasi  oleh  aturan- aturan dan larangan pola-pola yang bathil sehingga jauh dari nilai-nilai prinsip hukum ekonomi syariah oleh karena itu bertujuan bukan hanya untuk  memperoleh  keuntungan  semata,  tapi  juga  harus  bisa mengedepankan nilai-nilai sosial dan masyarakat.
Kata Kunci : Hak Cipta, Hukum Ekonomi Syariah, Logo, Asian Games 2018
 
ABSTRACT
Law No. 28 of 2014 Article 5 and 9 regulates the rights an obligations of the Creator and his creation, especially the copyright of the logo. It is about moral right and economic rights. The aim isto protect the work of creation so tha it is not misused by other parties or campanies for business purposes, especially copyrights logos. As in the case of the use of the 2018 Asian Games logo in pratice there are still parties who use and imitate the logo for business purposes without permission. This is contrary to moral rights and economic rights as explained in the Copyright Law. The purpose of this thesis is to explain the use of the 2018 Asian Games logo without permission as a violation according to law number 28 of 2014 concerning Copyright. First is to explain the legal protection that can be taken to resolve the copyright logo problem, secondly to find out a review of sharia economic law regarding the use of the 2018 Asian Games logo. The  results  of  the  study  show  that  using  and  imitating  logos without permission to gain business profits is prohibited in the Copyright Law. The acts of civil sanstions, namely compensatin, are generally regulated in Book III of the Civil Code and criminal in accordance with article 113 point (3) of Copyright Law. Protection of the copyright of the logo is given declaratively, meaning that is the first holder who has protection   for  the   creation.   And  also   this   rationale  that   basically everything that is related to sharia economic law is permissible except those which are prohibited, however the ability is also limited by rules and prohibitions of illicit patterns so that it is far from the principles of Islamis economic law principle therefore it aims not only to gain profit, but also to be able to prioritize social values and society.
Keywoard: Copyright, Sharia Economic Law, Logo, Asian Games 2018

Article Details

Section
Artikel

Most read articles by the same author(s)