Islamisasi Ilmu Ekonomi Berdasarkan Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Main Article Content

Aniq Akhmad Ali Bawafie
Indo Santalia
Syamsuddin Syamsuddin

Abstract

Pemikiran ekonomi Islam muncul dari wahyu ayat-ayat, prinsip-prinsip yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad dan para sahabat. Namun, dogmatisasi selama abad kegelapan menyebabkan dikotomi antara agama dan ilmu pengetahuan, menyebabkan ketidakpercayaan pada kemampuannya untuk memecahkan masalah ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan ide-ide ekonomi Qur’an dan hadis ke dalam sebuah disiplin ilmu yang berbeda, membangun tubuh pengetahuan yang koheren. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dalam tinjauan literatur. Islamisasi ilmu pengetahuan dan ekonomi memiliki tujuan dan aktivitas yang sama, keduanya bertujuan untuk mendiagnosis realitas dan menghubungkan fenomena ekonomi. Islamisasi ilmu pengetahuan menggunakan pernyataan-pernyataan normatif, sementara ekonomi berfokus pada pengembangan dan analisis elemen-elemen ekonomi dan dampaknya terhadap kehidupan. Penggabungan disiplin ilmu ini menunjukkan integrasi fungsi normatif dan deskriptif dalam ekonomi Islam.Islamisasi melibatkan evaluasi terhadap suatu disiplin ilmu, mengembangkan pandangan dunia, filosofi, dan nilai-nilainya, menghilangkan aspek-aspek yang tidak sesuai, dan mengasimilasi cita-cita Islam. Hal ini juga mengharuskan pembuatan karya-karya tertulis untuk disebarluaskan kepada para akademisi dan praktisi.

Article Details

How to Cite
“Islamisasi Ilmu Ekonomi Berdasarkan Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas”. EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 4, no. 2 (December 29, 2023): 155–166. Accessed June 16, 2024. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/elfikr/article/view/21072.
Section
Articles

How to Cite

“Islamisasi Ilmu Ekonomi Berdasarkan Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas”. EL-FIKR: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 4, no. 2 (December 29, 2023): 155–166. Accessed June 16, 2024. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/elfikr/article/view/21072.