The Role of Female Members of The Regional People's Representative Council (DPRD) in Addressing Gender Issues in The City of Palembang

Main Article Content

Ocin Permatasari
Kun Budianto
Siti Anisyah

Abstract

This study aims to identify and analyze the role of female members of the Regional Representative Council (DPRD) in addressing gender issues, particularly gender-based violence against women in Palembang City during the 2024-2029 term. The analysis was conducted using Hanna Fenichel Pitkin’s theory of Political Representation, with a focus on substantive representation (acting for). The research method employed was a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews with female DPRD members and representatives from the Department of Women’s Empowerment and Child Protection (DPPPA), as well as document analysis. The research findings indicate that the role of female DPRD members in responding to the surge in gender-based violence cases in Palembang City has gone beyond the bounds of formal representation. This role is demonstrated through three main dimensions. First, political accountability is built through emotional closeness with women’s organizations and grassroots communities to integrate their aspirations into the local policy agenda. Second, responsiveness is manifested through intuitive sensitivity rooted in shared experiences as women, enabling them to take the initiative and create safe spaces for victims of violence. Third, effectiveness is demonstrated by optimizing technocratic interventions through oversight of local regulation drafts to ensure they are free from gender bias, monitoring gender budgeting, and fostering cross-sectoral collaboration with the DPPPA. Overall, these findings confirm that the presence of women in the legislature is not merely about fulfilling quotas, but rather about serving as agents of change who break down patriarchal barriers through a combination of emotional closeness, swift responsiveness to marginalized issues, and the courage to intervene in technocratic processes.

Article Details

How to Cite
Permatasari, O., Kun Budianto, & Siti Anisyah. (2025). The Role of Female Members of The Regional People’s Representative Council (DPRD) in Addressing Gender Issues in The City of Palembang. Jurnal Studi Sosial Dan Politik, 9(2), 61-68. https://doi.org/10.19109/jssp.v9i2.36007
Section
Articles

How to Cite

Permatasari, O., Kun Budianto, & Siti Anisyah. (2025). The Role of Female Members of The Regional People’s Representative Council (DPRD) in Addressing Gender Issues in The City of Palembang. Jurnal Studi Sosial Dan Politik, 9(2), 61-68. https://doi.org/10.19109/jssp.v9i2.36007

References

Agustina, I. F. (2025). Kesetaraan gender dalam Islam: Menelusuri makna dalam 7 ayat Al-Qur'an. Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Aldonaturrohmah, E. (2022). Peran strategis anggota legislatif perempuan DPRD Provinsi Jawa Tengah dalam revisi Perda kekerasan berbasis gender. Jurnal Politik dan Pemerintahan. Universitas Diponegoro.

Amaliatulwalidain. (2017). Peran dan partisipasi politik organisasi Nasyiatul Aisyiyah dalam menginternasasikan kebijakan berperspektif gender di Kota Palembang tahun 2016. Jurnal Pemerintahan dan Politik, 2(1), 7.

Apriliandra, S., & Krisnani, H. (2021). Perilaku diskriminatif pada perempuan akibat kuatnya budaya patriarki di Indonesia ditinjau dari perspektif konflik. Jurnal Kolaborasi Resolusi Konflik, 3(1), 1-13.

Aurelie, B. G., Erowati, E. M., & Purwendah, E. K. (2022). Perlindungan hukum terhadap kasus kekerasan berbasis gender online di era pandemi Covid-19. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender dan Anak, 17(1).

Badan Pusat Statistik Kota Palembang. 2026. Kota Palembang Dalam Angka 2026. Palembang: BPS Kota Palembang. ISSN 2527-9009.

Berry, D. (1981). Pokok-pokok pikiran dalam sosiologi (Tim Penerjemah LPPS, Penerj.). CV. Rajawali.

Budianto, K. (2019). Kedudukan hak wanita menurut hukum Islam dan hukum perdata (KUHPerdata). Jurnal Studi Sosial dan Politik, 3(1), 42-54.

Budiardjo, M. (2015). Dasar-Dasar Ilmu Politik. (Edisi Ketiga). Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.

Damayanti, K., Anisti, C. N., Rizanul, R. C., & Ummah, A. (2024). Analisis kebijakan kuota 30% keterwakilan perempuan dalam politik Indonesia. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora, 4(2), 1-11.

Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Erwantiara, V. (2023). Kinerja wakil rakyat perempuan dalam merespon kepentingan perempuan (Studi anggota DPRD Kabupaten Pesawaran). Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama, UIN Raden Intan Lampung.

Fakih, M. (2008). Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Firdausia, B. M. (2023). Peran anggota legislatif perempuan dalam pembuatan kebijakan ketahanan keluarga di DPRD Kabupaten Semarang periode 2019-2024. Jurnal Politik Pemerintahan, 4(2), 101-115.

Hanasi, R. A. (2025). Peran gender dalam proses pengambilan keputusan di DPRD Provinsi Gorontalo: Perspektif partisipasi perempuan. JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, 3(1), 318-333.

Ihsani, S. N. (2021). Kekerasan berbasis gender dalam victim-blaming pada kasus pelecehan yang dipublikasi media online. Jurnal Wanita dan Keluarga, 2(1), 12-21.

Jacobus, Adrianus. "Peranan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Perempuan Dalam Merespon Kepentingan Perempuan di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro". Skripsi, Jurusan Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (n.d.). Ringkasan data kekerasan. SIMFONI-PPA.

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan. (2023). Catatan tahunan kekerasan terhadap perempuan tahun 2022. Komnas Perempuan.

Kontu, F., & Pesak, S. (2025). Kuota 30% perempuan di parlemen: Implementasi dan efektivitasnya di Indonesia. PJHP: Papsel Journal of Humanities and Policy, 2(1), 64-73.

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementerian Agama RI. (2019). Al-Mubarok Terjemah Tajwid. Wonogiri: UD. Insan Mulia Kreasi (Khalifah Qur'an).

Lantaeda, S. B., Lengkong, F., & Ruru, J. (2017). Peran Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam penyusunan RPJMD Kota Tomohon. Jurnal Administrasi Publik, 4(48).

Mariana, M., Piansah, A., Huda, U. N., & Rifai, A. (2022). Gender sebagai sumber politik dalam kewarganegaraan sosial (Peran perempuan di parlemen Indonesia). Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 18(2).

Marijan, K. (2010). Sistem Politik Indonesia: Konsolidasi Demokrasi Pasca-Orde Baru. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Napitupulu, P. (2007). Menuju pemerintahan perwakilan. Alumni.

Novasari, R. O., Budianto, K., & Darmawan, E. (2022). Gagasan feminisme dalam surat-surat R. A. Kartini. Jurnal Studi Ilmu Politik, 1(2), 68-80.

Nugroho, R. (2011). Gender dan Strategi Pengarusutamaannya di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Oskandar, Dudy. (2022). "Sejarah DPRD Kota Palembang Bagian Pertama". Palpres.disway.id. https://palpres.disway.id/sumsel/read/635463/sejarah-dprd-kota-palembang-bagian-pertama.

Pasolong, H. (2019). Teori Administrasi Publik. Bandung: Alfabeta.

Pramudita, T. S., & Lestari, Y. (2023). Peran legislator perempuan dalam revisi perda tentang penyelenggaraan perlindungan anak di DPRD Surabaya. Inovant, 1(1), 100-114.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Database Peraturan BPK.

Riskan. (2022)."Peran Fungsi Anggota Legislatif Perempuan Dalam Menjalankan Fungsi Legislasi, Fungsi Pengawasan dan Fungsi Anggaran di DPRD Kabupaten Enrekang Tahun 2019-2022". Skripsi, Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sulawesi Barat, Majene.

Sekretariat DPRD Kota Palembang. (2025). Selayang Pandang & Profil Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang.

Senjaya, B., Pahrudin, H. M., & Elviria, S. (2025). Representasi perempuan sebagai penyelenggara pemilu di Provinsi Jambi: Tantangan dan strategi penguatan. Journal of Political Issues, 7(1), 34-45.

Siregar, D. S. (2024). Fenomena kekerasan berbasis gender terhadap perempuan. Yurisprudensi: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang, 7(1).

Soekanto, S. (2002). Teori Peranan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif: Untuk penelitian yang bersifat: eksploratif, enterpretif, interaktif dan konstruktif. Alfabeta.

Sulastri, R. (2020). Hambatan dan tantangan perempuan anggota legislatif pasca affirmative action. Khazanah Multidisiplin, 1(2), 137-155.

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. (1997). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta; Balai Pustaka.

Tribuana, J. I., Izomiddin, & Waty, R. R. (2024). Keterwakilan perempuan antara kuantitas dan kualitas di DPRD Kota Palembang periode 2019-2024. Jurnal Studi Ilmu Politik (JSIPOL), 3(1), 1-13.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.