Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Main Article Content

Maryamah Maryamah
Asri Karolina
Andika Apriansyah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum merdeka dan kontribusinya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 57 Palembang. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman mendalam tentang konteks, proses, dan pengalaman peserta didik serta guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui reduksi, display, dan kesimpulan. Triangulasi dilakukan untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka Belajar memberikan dampak positif. Pembelajaran berpusat pada peserta didik dengan pendekatan beragam dan inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan pemanfaatan teknologi Canva, mampu memperkuat keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu, kurikulum ini juga mendukung pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Guru Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui metode pembelajaran yang beragam. Hal ini terbukti dari peningkatan nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa setelah penerapan Kurikulum Merdeka Belajar yang dilakukan guru yakni dari 84 menjadi 88. Kontribusi Kurikulum Merdeka Belajar sangat signifikan, meskipun awalnya sebagian siswa belum menunjukkan kemampuan berpikir kritis. Kurikulum ini memberikan kebebasan belajar bagi siswa, dengan menyediakan rencana pembelajaran yang sesuai dan memperluas ruang diskusi. Selain itu, guru juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan keterampilan mengajar mereka.

Article Details

How to Cite
Maryamah, M., Karolina, A., & Apriansyah, A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Muaddib: Islamic Education Journal, 6(1), 35-44. https://doi.org/10.19109/muaddib.v6i1.22153
Section
Articles

How to Cite

Maryamah, M., Karolina, A., & Apriansyah, A. (2023). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Muaddib: Islamic Education Journal, 6(1), 35-44. https://doi.org/10.19109/muaddib.v6i1.22153

References

Achmad, G. H., Ratnasari, D., Amin, A., Yuliani, E., & Liandara, N. (2022). Penilaian autentik pada kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran pendidikan agama islam di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(4), 5685–5699.

Ainia, D. K. (2020). Merdeka belajar dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya bagi pengembanagan pendidikan karakter. Jurnal Filsafat Indonesia, 3(3), 95–101.

Anshori, I. (2017). Penguatan pendidikan karakter di madrasah. Halaqa: Islamic Education Journal, 1(2), 63–74.

Arifin, Z. (2011). Konsep dan model pengembangan kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Firdaus, H., Laensadi, A. M., Matvayodha, G., Siagian, F. N., & Hasanah, I. A. (2022). Analisis evaluasi program kurikulum 2013 dan kurikulum merdeka. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 4(4), 686–692.

Hasanah, A., & Haryadi, H. (2022). Tinjauan kurikulum merdeka belajar dengan model pendidikan abad 21 dalam menghadapi era society 5.0. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 266–285.

Hidayani, M. (2018). Model pengembangan kurikulum. At-Ta’lim: Media Informasi Pendidikan Islam, 16(2), 375–394.

Indarta, Y., Jalinus, N., Waskito, W., Samala, A. D., Riyanda, A. R., & Adi, N. H. (2022). Relevansi kurikulum merdeka belajar dengan model pembelajaran abad 21 dalam perkembangan era society 5.0. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4(2), 3011–3024.

Kamiludin, K., & Suryaman, M. (2017). Problematika pada pelaksanaan penilaian pembelajaran kurikulum 2013. Jurnal Prima Edukasia, 5(1), 58–67.

Khusni, M. F., Munadi, M., & Matin, A. (2022). Impelementasi kurikulum merdeka belajar di MIN 1 Wonosobo. Jurnal Kependidikan Islam, 12(1), 60–71.

Kurniawan, N. A., Saputra, R., Aiman, U., Alfaiz, A., & Sari, D. K. (2020). Urgensi pendidikan berpikir kritis era merdeka belajar bagi peserta didik. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan, 16(1), 104–109.

Lutfiana, D. (2022). Penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran matematika SMK Diponegoro Banyuputih. VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan, 2(4), 310–319.

Marisa, M. (2021). Inovasi kurikulum “Merdeka Belajar” di era society 5.0. Santhet (Jurnal Sejarah Pendidikan Dan Humaniora), 5(1), 66–78.

Mulyasa, H. E. (2021). Menjadi guru penggerak merdeka belajar. Bumi Aksara.

Nasution, S. W. (2022). Asesment kurikulum merdeka belajar di sekolah dasar. Prosiding Pendidikan Dasar, 1(1), 135–142.

Nurcahyono, N. A., & Putra, J. D. (2022). Hambatan guru matematika dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka di sekolah dasar. Wacana Akademika: Majalah Ilmiah Kependidikan, 6(3), 377–384.

Qolbiyah, A. (2022). Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(1), 44–48.

Qomar, M. (2016). Manajemen pendidikan Islam. Jakarta: Erlangga Publisher.

Rahayu, R., Rosita, R., Rahayuningsih, Y. S., Hernawan, A. H., & Prihantini, P. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah penggerak. Jurnal Basicedu, 6(4), 6313–6319.

Saleh, M. (2020). Merdeka belajar di tengah pandemi covid-19. Prosiding Seminar Nasional Hardiknas, 1, 51–56.

Savitri, D. I. (2020). Peran guru SD di kawasan perbatasan pada era pembelajaran 5.0 dan merdeka belajar. Seminar Nasional Pendidikan Dasar, 2.

Sujana, I. W. C. (2019). Fungsi dan tujuan pendidikan Indonesia. Adi Widya: Jurnal Pendidikan Dasar Fungsi Dan Tujuan Pendidikan Indonesia, 4(1), 29–39.

Supriyadi, S., Lia, R. M., Rusilowati, A., Isnaeni, W., Susilaningsih, E., & Suraji, S. (2022). Penyusunan instrumen asesmen diagnostik untuk persiapan kurikulum merdeka. Journal of Community Empowerment, 2(2), 67–73.

Suriati, A., Sundaygara, C., & Kurniawati, M. (2021). Analisis kemampuan berpikir kritis pada siswa kelas X SMA Islam Kepanjen. RAINSTEK: Jurnal Terapan Sains & Teknologi, 3(3), 176–185.

Suryaman, M. (2020). Orientasi pengembangan kurikulum merdeka belajar. Seminar Nasional Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 13–28.

Susilowati, E. (2022). Implementasi kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 1(1), 115–132.

Vhalery, R., Setyastanto, A. M., & Leksono, A. W. (2022). Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka: Sebuah kajian literatur. Research and Development Journal of Education, 8(1), 185–201.

Wahyudin, D. (2014). Manajemen kurikulum, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Yamin, M., & Syahrir, S. (2020). Pembangunan pendidikan merdeka belajar (telaah metode pembelajaran). Jurnal Ilmiah Mandala Education, 6(1).

Zulaiha, S., Meisin, M., & Meldina, T. (2022). Problematika guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar. Terampil: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 9(2), 163–177.