Analisis Implementasi Kegiatan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di Indonesia

Main Article Content

Dewi Sartina
Amir Rusdi
Nurlaila Nurlaila

Abstract

Al-Qur’an merupakan otoritas tertinggi dalam Islam sebagai sumber fundamental bagi akidah, ibadah, etika dan hukum. Idealnya, semua masyarakat Muslim bisa membaca dan menulis Al-Qur’an. Namun pada kenyataannya masih ada 65% umat Islam di Indonesia masih mengalami buta aksara Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab buta aksara Al-Qur’an, problematika, faktor pendukung dan penghambat, serta solusi penanganan buta aksara Al-Qur’an di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian Library Research yang datanya diperoleh dengan mengumpulkan hasil penelitian terdahulu yang mutakhir, mengklasifikasikan literatur, lalu dilakukan penelaahan dan analisis untuk diambil kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Faktor penyebab buta aksara Al-Qur’an di Indonesia yaitu kurangnya minat dan motivasi, kurangnya dukungan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat. 2) Problematika internalnya yaitu kurangnya minat dan motivasi intrinsik belajar BTA, tingkat kecerdasan bervariasi, dan faktor kelelahan. Problematika eksternalnya dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. 3) Faktor pendukungnya yaitu motivasi tinggi, adanya dukungan dari keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah. Faktor penghambatnya adalah kurangnya minat, kurangnya dukungan dari keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. 4) Solusi yang bisa diupayakan untuk mengatasi buta aksara Al-Qur’an di Indonesia adalah dengan meningkatkan peran dan fungsi lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat dan pemerintah dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an.

Article Details

How to Cite
Sartina, D., Rusdi, A., & Nurlaila, N. (2020). Analisis Implementasi Kegiatan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di Indonesia. Muaddib: Islamic Education Journal, 3(2), 99-110. https://doi.org/10.19109/muaddib.v3i2.7843
Section
Articles

How to Cite

Sartina, D., Rusdi, A., & Nurlaila, N. (2020). Analisis Implementasi Kegiatan Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an di Indonesia. Muaddib: Islamic Education Journal, 3(2), 99-110. https://doi.org/10.19109/muaddib.v3i2.7843

References

Ahmad, A. Q. (2007). Metodologi Pengajaran Agama Islam. Rineka Cipta.
Badriyyah, Y. (2019). Pengembangan Model Pembelajaran Pai Berbasis Ekstrakurikuler. Eduprof : Islamic Education Journal, 1(2), 93–107. https://doi.org/10.47453/eduprof.v1i2.17
Badruzzaman. (2019). Strategi Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an di Kalangan Pelajar (Dari Regulasi, Menuju Aksi). LP2I IAI Bunga Bangsa Cirebon.
Djamarah, S. B. (2018). Psikologi Belajar (Edisi Revi). Rineka Cipta.
Hamalik, O. (2019). Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara.
Hamzah, A. (2020). Metode Penelitian Kepustakaan Library Research (Kajian Filosofis, Aplikasi, Proses, dan Hasil Penelitian). Literasi Nusantara.
Muklisin. (2019). Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an pada Suku Anak Dalam (SAD) (Studi Kasus di Desa Dwi Karya Bhakti Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo Provinsi Jambi). Jurnal Penelitian Sejarah Dan Budaya, 5(1), 42–57. https://doi.org/10.36424/jpsb.v5i1.22
Mukti, M. A. (2018). Manajemen Pendidikan Non Formal; Analisis Terhadap Taman Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul. 2(1), 134–152.
Slameto. (2018). Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta.
Tsalitsa, A., Putri, S. N., Rahmawati, L., Azlina, N., Fawaida, U., Ngembalrejo, J. C., & Tengah, J. (2020). Problematika Pendidikan Agama Islam di Sekolah Umum Tingkat SMA Pendahuluan Pendidikan adalah usaha seseorang untuk meningkatkan kemampuan diri yang dilaksanakan melalui proses pengajaran dan Pendidikan adalah suatu bentuk tindakan sosial masyarakat karen. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 04(1), 105–118.
Ulwan, A. N. (2007). Pendidikan Anak dalam Islam. Jakarta.
Zainuddin, M., Syamsuadi, A., & Yahya, M. R. (2017). Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an Anak Jalanan di Simpang Pasar Pagi Pekanbaru. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 7–14.