Wisata Sejarah Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun Lebak-Banten
Isi Artikel Utama
Abstrak
Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun dapat berpotensi sebagai wisata religi yang menarik untuk dikunjungi. Penelitian ini mengkaji tentang keberadaan Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang serta mengungkap memory dan cerita yang ada di masyarakat seputar kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang di Muara Binuangeun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan pengumpulan sumber berupa kisah atau cerita yang berkembang di masyarakat, memory kolektif, studi literatur, serta pengamatan potensi wisata di kawasan ini. Hasil penelitian ini diantaranya mendeskripsikan bahwa berdasarkan cerita rakyat yang beredar, kedatangan Nyi Mas Ratu Subang Larang ke kawasan pesisir Muara Binuangeun merupakan titik awal masuknya Islam di daerah tersebut. Hal tersebut diperkuat oleh adanya situs petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang merupakan hasil penelusuran para keturunannya yang berasal dari Cirebon. Penemuan situs di Kampung Kembang Ranjang (salah satu perkampungan di Muara Binuangeun) tersebut melibatkan 40 ulama Cirebon untuk mengungkap keterkaitan situs tersebut dengan Nyi Mas Ratu Subang Larang. Kini, situs tersebut ramai dikunjungi, dan beberapa pihak meyakini situs tersebut merupakan Makam sesungguhnya dari Nyi Mas Ratu Subang Larang. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan kepada pembaca terkait wisata sejarah Petilasan Nyi Mas Ratu Subang Larang yang terdapat di Muara Binuangeun, Lebak-Banten.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Cara Mengutip
Referensi
Alam Wangsa Ungkara. Dimanakah Makam Nyai Subang Larang? June 25, 2019. https://hystoryana.blogspot.com/2019/06/dimanakah-makam-nyai-subang-larang.html?m=1.
Andriyanto. “Petilasan Kahyangan: Memory, Sejarah, Dan Wisata Di Pinggiran Wonogiri.” Jurnal Pendidikan, Sains, Sosial, Dan Agama 7, no. 2 (2021): 100–107, https://jurnal.radenwijaya.ac.id/index.php/PSSA/article/view/353.
Annisa, Mamay Ayu. “Nilai Karakter Dalam Cerita Rakyat Subang Larang.” Jurnal Riska Bahasa 1, no. 1 (2015): 98, https://ejournal.upi.edu/index.php/RBSPs/article/view/8704.
Jalaludin, Didin. Hutan Jati Binong, Saksi Bisu Jejak Ratu Pajajaran Nyai Subang Larang. Desember 2019. https://daerah.sindonews.com/berita/1481026/29/hutan-jati-binong-saksi-bisu-jejak-ratu-pajajaran-nyai subang-larang.
Jassin, Suparman. Sunda Dalam Kontak Kebudayaan Dan Peradaban Islam Dunia. Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 2019.
Lattu, Izak Y.M. “Orality and Ritual in Collective Memory: A Theoretical Discussion.” Jurnal Pemikiran Sosiologi 6, no. 2 (2019): 107.
Mas’udi. “Genealogi Petilasan Sunan Kudus: Representasi Masjid Wali Sebagai Ruang Dakwah Sunan Kudus Di Desa Jepang, Mejobo, Kudus.” Jurnal Dakwah 14, no. 1 (2013): 88, https://ejournal.uin-suka.ac.id/dakwah/jurnaldakwah/article/view/2013.14104.
Putri, Anung Jati Nugraha, and Johan Indah Permana. “Membicarakan Sejarah Kontroversial: Historiografi, Ingatan Masyarakat Dan Pendidikan Sejarah Di Indonesia.” Jurnal Sejarah Dan Budaya 17, no. 1 (2017): 111, https://journal2.um.ac.id/index.php/sejarah-dan-budaya/article/view/26217.
Rahman, Aulia, Mufti Riyani, and Hanafiah. “Cagar Budaya Dan Memori Kolektif: Membangun Kesadaran Sejarah Masyarakat Lokal Berbasis Peninggalan Cagar Budaya Di Aceh Bagian Timur.” Jurnal Mozaik Humaniora 20, no. 1 (2020): 22, https://e-journal.unair.ac.id/MOZAIK/article/view/15346.
Rosidin, Didin Nurul. Jaringan Ulama Cirebon: Keraton, Pesantren, Dan Trekat. LP2M IAIN Syeikh Nurjati Cirebon, 2019.
Sardjuningsih. “Islam Mitos Indonesia (Kajian Antropologi-Sosiologi).” Jurnal Kodifikasi 9, no. 1 (2015), https://jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/kodifikasia/article/view/796.
Sartini. “Mitos: Eksplorasi Definisi Dan Fungsinya Dalam Kebudayaan.” Jurnal Filsafat 24, no. 2 (2014): 195, https://jurnal.ugm.ac.id/wisdom/article/view/79660.
Tim Peneliti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten. Cagar Budaya Kabupaten Lebak. Serang: Balai Pelestarian Cagar Budaya Serang, 2015.
Wattimena, Reza. “Mengurai Ingatan Kolektif Bersama Maurice Halbwachs, Jan Assman Dan Aleida Assman Dalam Konteks Peristiwa 65 Di Indonesia.” Studia Philosopica ET Theologica 16, no. 2 (2016): 169–96, https://ejournal.stftws.ac.id/index.php/spet/article/view/41.