Kebijakan Presiden Prabowo Subianto Pada Bencana Ekologis Di Aceh, Sumatera Utara Dan Padang Dalam Perspektif Nilai-Nilai Politik Islam
Isi Artikel Utama
Abstrak
Artikel ini menganalisis proses pengambilan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam menanggapi bencana ekologis banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Aceh, dan Padang (Sumatera Barat) pada akhir 2025 dari perspektif nilai-nilai politik Islam. Dengan menggunakan kerangka Maqasid al-Shariah dan prinsip etika Islam seperti keadilan (adl), kepedulian sosial (maslahah), amanah (tanggung jawab moral), syura (konsultasi), serta perlindungan lingkungan (hifz al-bi’ah), artikel ini mengkaji bagaimana nilai-nilai tersebut tampak dalam proses kebijakan publik yang diambil pemerintah Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa kebijakan darurat mencerminkan beberapa nilai politik Islam secara implisit, seperti prioritas kesejahteraan masyarakat, tanggung jawab moral pemimpin, serta kesadaran ekologis terkait faktor penyebab bencana. Namun, terdapat juga tantangan dalam implementasinya, termasuk kritik publik mengenai sensitivitas sosial dan penetapan status bencana nasional. Artikel ini memberikan wawasan tentang hubungan antara nilai moral Islam dan praktik kebijakan negara dalam konteks krisis ekologis yang kompleks.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Syarat yang harus dipenuhi oleh Penulis sebagai berikut:
- Penulis menyimpan hak cipta dan memberikan jurnal hak penerbitan pertama naskah secara simultan dengan lisensi di bawah Creative Commons Attribution License yang mengizinkan orang lain untuk berbagi pekerjaan dengan sebuah pernyataan kepenulisan pekerjaan dan penerbitan awal di jurnal ini.
- Penulis bisa memasukkan ke dalam penyusunan kontraktual tambahan terpisah untuk distribusi non ekslusif versi kaya terbitan jurnal (contoh: mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan penerbitan awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk mem-posting karya mereka online (contoh: di repositori institusional atau di website mereka) sebelum dan selama proses penyerahan, karena dapat mengarahkan ke pertukaran produktif, seperti halnya sitiran yang lebih awal dan lebih hebat dari karya yang diterbitkan. (Lihat Efek Akses Terbuka).
Cara Mengutip
Referensi
Ahmed, Ashfaq & Hussain, Shakir, “Maqasid al-Shariah and Its Influence on Islamic Governance
and Policy,” Journal of Religion & Society, 2025.
Al-Mawardi, Al-Ahkam al-Sultaniyyah, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1996.
An-Nawawi, Riyadh al-Shalihin, Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, Beirut, 1999.
Ashfaq Ahmed & Shakir Hussain, Maqasid al-Shariah and Its Influence on Islamic Governance
and Policy. Journal of Religion & Society, 2025.
Asia flood death toll surpasses 1,500 as calls grow to fight deforestation. WRAL/AP.
Asmuni, A., “Politik Islam Perspektif Maqasid Syariah,” Jurnal Hukum dan Politik Islam, 2023.
Did deforestation worsen Sumatra disaster? Indonesia to trace timber …. Channel News Asia.
Good Governance According to Islamic Perspective, Munaddhomah Journal, 2024.
Islamic Environmental Ethics and Public Policy, Journal of Islamic Studies, 2022.
Kamali, Mohammad Hashim, Maqasid al-Shari’ah as Philosophy of Islamic Law, Islamic Texts
Society, 2008.
Kamali, Mohammad Hashim, Principles of Islamic Jurisprudence, Islamic Texts Society, 2003.
Kebijakan Publik dalam Perspektif Islam. Unida Artikel.
Masyarakat Sipil Desak Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional di Sumatera.
Kompas.
President Prabowo Orders National-Level Response to Sumatra Disaster. INP.polri.go.id.
President Prabowo Orders Power Restoration Across Aceh, North Sumatra, and West Sumatra.
INP.polri.go.id.
Prabowo orders full nationwide effort for Sumatra disaster response. ANTARA.
Sumatra floods: Prabowo ensures aid reaches inaccessible areas by air. ANTARA.
Universalitas nilai-nilai syariah dalam perspektif kebijakan publik. ANTARA News Aceh.
Yusuf al-Qaradawi, Ri’ayat al-Bi’ah fi al-Shari’ah al-Islamiyyah, Dar al-Syuruq, Kairo, 2001.