TRANSFORMASI SIMBOLIK WAYANG KULIT SEBAGAI STRATEGI DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA DALAM ISLAMISASI MASYARAKAT JAWA

Authors

  • Muti'ah Nuha Mumtazah Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta
  • Mayana Ratih Permatasari Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta
  • Hanifah Muslimah Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta
  • Nabhan Tabarok Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.19109/tanjak.v6i2.34369

Keywords:

Dakwah kultural, Sunan Kalijaga, Wayang kulit, Islamisasi Jawa, Akulturasi budaya.

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi dakwah kultural Sunan Kalijaga melalui seni wayang kulit dalam proses Islamisasi masyarakat Jawa abad XV–XVI. Islamisasi di Jawa berlangsung melalui pendekatan budaya yang adaptif dan dialogis, berbeda dengan pola ekspansi konfrontatif di wilayah lain. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan dakwah kultural, Islamisasi Jawa, dan transformasi simbolik pewayangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menggunakan kerangka teori akulturasi budaya, dakwah kultural, dan teori simbol untuk memahami proses rekonstruksi makna dalam struktur narasi dan visual wayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah Sunan Kalijaga tidak menghapus tradisi lokal, melainkan mereinterpretasi simbol dan lakon pewayangan sehingga berorientasi pada tauhid. Transformasi makna seperti pemaknaan ulang Jimat Kalimasada serta konstruksi figur Punakawan sebagai media etika sosial menjadi instrumen internalisasi nilai Islam yang kontekstual. Wayang kulit berfungsi sebagai arena produksi makna religius yang membentuk identitas Islam Jawa yang akulturatif, inklusif, dan moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Islamisasi di Jawa merupakan proses rekonstruksi simbolik dalam ruang budaya, bukan substitusi tradisi, sehingga dakwah kultural menjadi faktor utama dalam keberhasilan penyebaran Islam secara damai.Abstrak ditulis secara ringkas dan faktual, meliputi pendahuluan, metode pengumpulan data, analisis data, hasil dan pembahasan, kesimpulan.

References

Abbas, Ngatmin, Fatah Suparman, Lilis Suryanto, Muhammad Chafidz, And Ali Wafa. “Landscape Dakwah Islam Kultural Sunan Kalijaga Di Jawa” 2, No. 2 (2023): 98–107.

Agus, Fatuh. “Relevansi Wayang Kulit Sebagai Dakwah Di Era Modern: Studi Tentang Media Dakwah” 17, No. 2 (2021): 125–30.

Fadhilla, Lailatul, And Nur Hidayatullah. “Akulturasi Islam Dan Budaya Jawa Dalam Masyarakat Indonesia Melalui Dakwah Sunan Kalijaga” 2, No. 11 (2024): 1199–1203.

Fayiz, Muhammad. “Pengaruh Metode Dakwah Sunan Kalijaga Terhadap Pelestarian Dan Islamisasi Budaya Di Tanah Jawa” 3, No. 3 (2024): 139–50.

Hariri, Muh Mirwan, And A Fikri Amiruddin Ihsani. “Strategi Komunikasi Dakwah Kultural Wali Songo Melalui Pertunjukan Wayang Kulit” 12, No. 4 (2025): 1939–48.

Irawan, Deni. “Dakwah Kultural Sunan Kalijaga Di Tanah Jawa” 6, No. 2 (2024): 88–99.

Marsaid. “Islam Dan Kebudayaan : Wayang Sebagai Media Pendidikan Islam Di Nusantara,” N.D.

Pratama, Yoga Anjas. “Pendekatan Kultural Sunan Kalijaga Dalam Dakwah Islam Melalui Akulturasi Budaya” 6, No. 1 (2025): 45–73. Https://Doi.Org/10.54396/Qlb.V6i1.1876.

Sanihah, Mutia. “Seni Tradisional Wayang Kulit Sebagai Media Dakwah Islam Di Jawa” 3 (2025): 325–31.

Susetiyo, Ari. “Islamic Da ‘ Wah Of Wali Songo : Religious Moderation Through Cultural Acculturation In A” 5, no. 2 (2025): 215–30.

Published

2026-04-30

How to Cite

Mumtazah, Muti'ah Nuha, Mayana Ratih Permatasari, Hanifah Muslimah, and Nabhan Tabarok. “TRANSFORMASI SIMBOLIK WAYANG KULIT SEBAGAI STRATEGI DAKWAH KULTURAL SUNAN KALIJAGA DALAM ISLAMISASI MASYARAKAT JAWA”. Tanjak: Sejarah dan Peradaban Islam 6, no. 2 (April 30, 2026): 75–87. Accessed May 7, 2026. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/tanjak/article/view/34369.