Tradisi Ziarah Talang Pada Hari Raya Idul Fitri Di Desa Santapan Kecamatan Kandis Kabupaten Ogan Ilir
DOI:
https://doi.org/10.19109/tanjak.v1i3.9706Abstrak
Metode penelitian yang dipilih oleh peneliti adalah penelitian kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejarah Ziarah Talang dalam sejarahnya pertama kali dilaksanakan pada tahun 1943. Diawali keluarga Hj. Habibun yang mewakafkan tanah untuk anak cucu. Tanah wakaf ini dimanfaatkan masyarakat, dijadikan sebagai area pekuburan. Lama kelamaan terbentuklah tradisi ziarah yang dilakukan setelah hari raya lebaran. Kebiasaan yang dilakukan masyarakat ketika mengikuti ziarah Talang adalah membaca salam sebelum masuk area pemakaman, membersihkan lahan pemakaman. membersihkan rumput yang mengganggu jalan, tujuannya supaya orang -orang bisa leluasa untuk lewat. Budaya ini dilakukan sambil menyantap makan minum yang tersedia. Secara umum kebiasaan atau tradisi yang dilakukan masyarakat ketika mengikuti ziarah Talang antara lain: pertama, memasuki lahan pemakaman Kedua, membersihkan pemkaman ketiga membaca surat surat yasin atau mendoakan. Keempat silahturahmipada proses inilah masyarakat mengunakan sajian spertii mengahmburkan bungga dan menyiram air sebanyak 3 kali. Setelah melakukan dia dan terkahir silahturahmi kepada sanak kelaurag yang ada di pemakaman tersebut Tujuannya, untuk bersilahturahmi, baik kepada yang hidup atau yang telah meninggal. Manfaatnya Ziarah Talang dan keterikatan spiritual dalam tradisi ziarah Talang. Tradisi ini diadakan agar selalu terhubung dengan dengan arwah leluhur. Dimaksudkan juga sebagai upaya mengenang dan mengingat kematian.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

