EKSPLORASI KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH HUKUM NEWTON TENTANG GERAK

Main Article Content

Lusiva Syaidah Andi Putra Sairi Muhammad Win Afgani

Abstract

enelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan masalah hukum newton Tentang Gerak, penelitian ini bersifat penelitian kualitatif, menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil analisis berdasarkan tahapan yang ada pada teori Polya, didapatkan hasil bahwa Kesulitan belajar yang dialami siswa pada tahap pertama ( Memahami masalah ) karena siswa   yang tidak dapat memahami soal dengan baik. Selain itu, kurangnya ketelitian siswa   dalam membaca soal sehingga data yang diketahui tidak dituliskan secara lengkap. Tahap Kedua( Merencanakan penyelesaian masalah ) penyebab terjadinya kesulitan yang dialami siswa karena tidak mengetahui langkah-langkah untuk menjawab soal, rumus-rumus yang tepat yang harus digunakan untuk menghitung, dan siswa tidak dapat menerapkan konsep- konsep yang telah dipelajarinya serta kurangnya latihan soal yang berbentuk pemecahan masalah di sekolah dan di rumah, sehingga mereka bingung untuk menerapkan langkah-langkah, rumus/konsep mana yang harus digunakan untuk menyelesaikan soal tersebut secara tepat.Tahap Keempat (meninjau kembali masalah yang telah diselesaikan) penyebab terjadinya kesulitan yang dialami karena kehabisan waktu ketika mengerjakan tes, kurangnya keyakinan dengan jawaban tuliskan dan ada yang mengaku jawaban yang diperoleh dari hasil menyontek.Serta terdapat Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa terbagi dua, yaitu faktor yang bersumber dari dalam siswa (faktor intern) Siswa yaitu Jasmani Minat Perhatian Bakat dan faktor yang bersumber dari luar peserta didik (faktor ekstern) yaitu Keluarga Guru Kualitas dan metode Sekolah Sarana/prasarana Gedung.

Article Details

How to Cite
[1]
Syaidah, L., Sairi, A. and Afgani, M.  . EKSPLORASI KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH HUKUM NEWTON TENTANG GERAK. Al ’Ilmi : Jurnal Pendidikan MIPA. 12, 1 ( ), 1-5.
Section
Articles