Implementation of Education Decentralization at SMA Negeri 6 Batang Hari

Main Article Content

Dina Ratna Sari
Ridwal Trisoni

Abstract

Education decentralization brings positive and negative impacts for every school that implements it. The purpose of this study was to determine the implementation of education decentralization in SMA Negeri 6 Batang Hari. The type of this research is descriptive qualitative research. Respondents in this study were 5 people, namely the principal, vice principals, teachers and education staff. The instrument of this research is an interview guide on the implementation of education decentralization in SMA negeri 6 Batang Hari. The data collection technique in this research is through structured and depth interviews. The data analysis technique used in this study is the SWOT technique (Strengths, Weaknesses, Opportunity, Threats). The results of this study indicate that: 1) the form of education decentralization in SMA Negeri 6 Batang Hari is School-based Management (SBM), school zoning systems, and the integration of technology in educational activities, 2) the positive impact of education decentralization in SMA Negeri 6 Batang Hari is an increasing quality of education, efficiency of education administration and education equalization, 3) the negative impact of education decentralization in SMA Negeri 6 Batang Hari, namely the presence of new incompetent powers, the existence of gaps for the practice of Corruption, Collusion and Nepotism, and poses other challenges

Article Details

How to Cite
Implementation of Education Decentralization at SMA Negeri 6 Batang Hari. (2023). El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 106-114. https://doi.org/10.19109/elidare.v9i1.14349
Section
Artikel

How to Cite

Implementation of Education Decentralization at SMA Negeri 6 Batang Hari. (2023). El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 106-114. https://doi.org/10.19109/elidare.v9i1.14349

References

Achadah, A. (2019). Manajemen berbasis sekolah (MBS): Konsep Dasar dan Implementasinya pada Satuan Pendidikan. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Ilmiah, 4(2), 77–88.
Achmad, H., & Hartono, S. (2021). Manajemen Pendidikan: Desentralisasi dan Kepemimpinan Kependidikan dalam Meningkatkan Mutu Lembaga Pendidikan. Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Budaya, 7(4), 307.
Aini, M. (2022). Desentralisasi Pendidikan Madrasah melalui Otonomi Daerah di Indonesia. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 12, 95–106.
Armansyah, Y. (2016). Menyoal Relevansi Kebijakan Otonomi Daerah Dan Otonomi Pendidikan Dikaji Dari Kesejahteraan. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(1), 141–160.
Athiyah, C. U. (2019). Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah Sebagai Alternatif Desentralisasi Pendidikan di MAN 4 Jakarta. Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan, 7(1), 130–145.
Fatkhuri. (2019). Desentralisasi Pendidikan di Indonesia : Korupsi dan Problem Politik Kekuasaan. KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 3(2), 278–297.
Hafifuddin. (2017). Disentralisasi Pendidikan dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Kota Lhokseumawe. ITQAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Kependidikan, 8(2), 169–186.
Ishak, D. (2022). Tinjauan Kebijakan Desentralisasi Pendidikan Di Indonesia. PAPATUNG: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, Pemerintahan dan Politik, 5(1), 30–36.
Kader, K., & Kader, A. (2019). Partisipasi Masyarakat dan Pengintegrasian Kearifan Lokal dalam Pengelolaan Pendidikan sebagai Bentuk Pelaksanaan Desentralisasi Pendidikan. Journal of Ethnic Diversity & Local Wisdom, 1(1), 32–40.
Kartika, Q. (2017). Dinamika Lembaga Pendidikan Mempertahankan Eksistensi Pada Era Kompetitif. Journal of Islamic Education Management, 3(1), 112–131.
Maisyanah, M. (2018). Analisis Dampak Desentralisasi Pendidikan Dan Relevansi School Based Management. Quality, 6(2), 1-10.
Mangale, R. S., Kadir, S., & Rahmawati. (2020). Efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru di sma negeri 1 lakea. El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(1), 853–861.
Mok, K. H., & Han, X. (2017). Higher education governance and policy in China: Managing decentralization and transnationalism. Policy and Society, 36(1), 34–48.
Mulyadi, Y., Hermawan, I. C., & Sulaeman, T. (2021). Manajemen Berbasis Sekolah dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan. Jurnal Pendidikan Politik, Hukum Dan Kewarganegaraan, 10(1), 125–138.
Nabila, I., Herawati, R., & Saraswati, R. (2018). Implementasi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 30/PUU-XIV/2016 terhadap Desentralisasi Pendidikan di Kabupaten Tegal. Diponegoro Law Journal, 7(3), 293–306.
Ridwan, I. (2021). Kebijakan Desentralisasi Pendidikan. Jurnal Pendidikam Karakter “JAWARA,” 7, 87–110.
Rihardi, S. A., & Yusliwidaka, A. (2020). Menakar Sistem Zonasi Penerimaan Siswa Baru Di Era Desentralisasi Pendidikan. VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 11(1), 1–13.
Roza, D., & S, L. A. (2018). Peran Pemerintah Daerah Untuk Mewujudkan Kota Layak Anak Di Indonesia. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 25(1), 198–215.
Sabil, N. F., & Diantoro, F. (2021). Sistem Pendidikan Nasional Di Pondok Pesantren. Al-Ishlah, 19(2), 209–230.
Saleh, K. A. (2017). Mengelola Hubungan Pemerintahan Pusat Dengan Pemerintahan Daerah yang Efektif dan Efisien Dalam Politik Desentralisasi. Ilmu dan Budaya, 40(55), 6289–6304.
Saleh, S. (2017). Peran lembaga pendidikan dalam membentuk karakter bangsa. Prosiding Seminar Nasional Himpunan Sarjana Ilmu-Ilmu Sosial, 2, 101–112.
Sanur, D. (2020). Implementasi Kebijakan Otonomi Khusus di Aceh [Implementation of Special Autonomy Policies In Aceh]. Jurnal Politica Dinamika Masalah Politik Dalam Negeri dan Hubungan Internasional, 11(1), 65–83.
Setyaningsih, K. (2017). Esensi Tranformasi Sistem Sentralisasi-Desentralisasi Pendidikan Dalam Pembangunan Masyarakat. Journal of Islamic Education Management, 3(1), 80.
Sulaeman, M. (2022). Urgensi Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah Di Lembaga Pendidikan Islam. Realita : Jurnal Penelitian dan Kebudayaan Islam, 16(1), 1–19.
Sulaiman, M., Al Hamdani, M. D., & Aziz, A. (2018). Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Kurikulum 2013. Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 6(1), 77.
Surya, I., Budiman, Syarifuddin, T. I., & Nurmiyati, N. (2021). Dampak Desentralisasi Terhadap Pelayanan Pendidikan di Daerah Perbatasan Kalimantan. Jurnal Agregasi, 9(1), 1–23.
Widodo, B. W., & Ervannudin, N. (2016). Desentralisasi Pendidikan Dan Peran Aktif Masyarakat Menuuju Pendidikan Berkualitas. Jurnal Penelitian, 10(1), 147–172.
YALIDA, A. (2019). Pendiidikan Karakter Yang Berbasis Pada Nilai-Nilai Pancasiladi Kelas Iv Sdn No.88 Kota Tengah Kota Gorontalo. Jurnal Pendidikan Islam Al-Ilmi, 2(1), 23–32.
You, Y., & Morris, P. (2016). Imagining school autonomy in high-performing education systems: East Asia as a source of policy referencing in England. Compare, 46(6), 882–905.
Yuhasnil, Y. (2020). Manajemen Kurikulum dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan. Journal Of Administration and Educational Management (ALIGNMENT), 3(2), 214–221.
Zaidun Naim. (2014). Implikasi Desentralisasi Pendidikan Pada Pengembangan Pendidikan Islam. Ta’limuna, 3(2), 145.
Zaman, B. (2019). Urgensi pendidikan karakter yang sesuai dengan falsafah bangsa ndonesia. AL GHAZALI , Jurnal Kajian Pendidikan Islam dan Studi Islam, 2(1), 16–31.
Zilfa, R. (2016). Desentralisasi Pendidikan. JOIES: Journal of Islamic Education Studies (Vol. 1).