Kooptasi Pemerintah dalam Tata Kelola Lingkungan: Kasus Banjir Rob dan Kontroversi Kebijakan Lingkungan di Jawa Tengah
Isi Artikel Utama
Abstrak
Kajian dalam penelitian berfokus pada penerapan praktik kooptasi kekuasaan yang dilakukan pemerintah dalam ranah tata kelola lingkungan khususnya di Jawa Tengah. Studi ini berfokus dengan latar belakang tempat di pesisir pantai utara Jawa Tengah yang menjadi tempat terjadinya bencana banjir rob. Kooptasi yang dilakukan pemerintah dan beberapa pihak elit ekonomi dan politik terjadi secara sistematis sejak awal proses pembuatan kebijakan hingga pelaksanaan kebijakaannya, hal ini dibuktikan dengan adanya dominasi proyek ekonomi jangka pendek lebih diutamakan dibanding rehabilitasi lingkungan, persyaratan AMDAL yang dinilai memudahkan perusahaan untuk melakukan pembangunan tanpa memperhatikan aspek lingkungan, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pembuatan kebijakan, karena kebijakan yang dibuat tidak mengutamakan kepentingan masyarakat terdampak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisa dokumen kebijakan, wawancara mendalam, dan observasi di pesisir pantai utara khususnya Semarang dan Pekalongan. penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik-praktik kontroversial, seperti reklamasi Pantai Semarang dan pembangunan tanggul laut di Semarang dan Pekalongan, secara konsisten berkontribusi terhadap kelestarian lingkungan dan pelestarian lingkungan. Namun, 80% izin lingkungan di Jawa Tengah memuat indikasi prosedur pelanggaran, sedangkan mitigasi banjir rob bersifat reaktif dan tidak sepenuhnya mengatasi permasalahan struktural seperti eksploitasi air tanah. Studi ini juga menegaskan bahwa reformasi tata kelola lingkungan diperlukan untuk menjadi lebih jelas, adil, dan melibatkan masyarakat. Melalui penelitian ini peneliti memberi rekomendasi untuk pemerintah yakni memperbaiki akuntabilitas kebijakan dan mengutamakan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work
Cara Mengutip
Referensi
Ardhian, D. A. (2016). Peran dan Strategi Organisasi Non Pemerintah dalam Arena Politik Lingkungan Hidup. . Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 210-216.
Bernardi, R. (2022, November 03). Permukaan Tanah Terus Turun, Kota Pekalongan Tenggelam di 2035. Diambil kembali dari https://www.detik.com/jateng/berita/d-6386494/permukaan-tanah-terus-turun-kota-pekalongan-tenggelam-di-2035
BPBD Jawa Tengah. (2023). DOKUMEN KAJIAN RISIKO BENCANA KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH . Diambil kembali dari bpbd.semarangkota.go.id: https://bpbd.semarangkota.go.id/storage/file/UErWSIuK20250203005912.pdf
Bryant, R. &. (2001). Third World Political Ecology. Routledge.
Carpenter, S. (2019). Political Ecology and Environmental Governance. Routledge.
Cockburn, A. &. (1979). Political Ecology. New York: Times Book. .
Darilaut.id. (2023, Juni 5). Frekuensi Kejadian Banjir Rob Meningkat. Diambil kembali dari https://darilaut.id/berita/frekuensi-kejadian-banjir-rob-meningkat
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Tengah. (2024). PERDA PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 1 TAHUN 2024. Diambil kembali dari jdih.dprd.jatengprov.go.id: https://jdih.dprd.jatengprov.go.id/content/PERATURAN_DAERAH_2024/2024pd0033001.pdf
Fauzi, A. &. (2021). Reklamasi dan Konflik Sosial di Pesisir Semarang. Jurnal Kebijakan Maritim, 112–125.
Fienda, T. E. (2023). Politik Ekologi dan Post-Extractivism. Kabupaten Bangka: Universitas Bangka Belitung.
Hakam, A. (2024). Evaluasi Proses Kebijakan Penanganan Banjir Rob di Kota Semarang. Jurnal Politik dan Pemerintahan, Universitas Diponegoro.
Hakim, L. &. (2022). orruption in Environmental Permitting: Case Study of Central Java. Governance Review, 33-48.
Holdo, M. (2019). Cooptation and non-cooptation: elite strategies in responseto social protest. Routledge, 444-462.
Iskandar. (2020). Analisis Dampak Banjir Rob Terhadap Masyarakat Pesisir. Jurnal Kelautan, 123-130.
Jumadi. (2019, Oktober 18). 77 Persen Kawasan Pesisir Pantai Jawa Tengah Rusak. Diambil kembali dari berita.batangkab.go.id: https://berita.batangkab.go.id/?p=1&id=3300
Koral. (2022, Juni 16). BANJIR ROB DI JATENG, KIARA: EVALUASI PROYEK INDUSTRI-INFRASTRUKTUR! Diambil kembali dari koral.info: https://koral.info/id/banjir-rob-di-jateng-kiara-evaluasi-proyek-industri-infrastruktur/
Megashift Fisipol UGM. (2024). Ekologi Politik Banjir Rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Diambil kembali dari Megashift Fisipol UGM: https://megashift.fisipol.ugm.ac.id/2024/08/19/ekologi-politik-banjir-rob-di-kecamatan-sayung-kabupaten-demak-provinsi-jawa-tengah/
Mongabay Indonesia. (2024, April 12). Ancaman Tenggelamnya Wilayah di Pesisir Utara Jawa Tengah Makin Nyata? Diambil kembali dari Mongabay.id: https://www.mongabay.co.id/2024/04/12/ancaman-tenggelamnya-wilayah-di-pesisir-utara-jawa-tengah-makin-nyata/
Muzaki, A. F. (2024, November 29). Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa Tengah dan Solusi Semu Calon Gubernur. Diambil kembali dari rumahpemilu.org: https://rumahpemilu.org/banjir-rob-di-pesisir-utara-jawa-tengah-dan-solusi-semu-calon-gubernur/
Nuswantoro. (2019, Mei 09). Masyarakat Pesisir Jawa Tengah Khawatir Kehilangan Ruang Hidup. hal. https://www.mongabay.co.id/2019/05/09/masyarakat-pesisir-jawa-tengah-khawatir-kehilangan-ruang-hidup/.
Nuswantoro. (2019, Mei 9). Masyarakat Pesisir Jawa Tengah Khawatir Kehilangan Ruang Hidup. Diambil kembali dari Mongabay.id: https://www.mongabay.co.id/2019/05/09/masyarakat-pesisir-jawa-tengah-khawatir-kehilangan-ruang-hidup/
Pemerintah Kota Pekalongan. (2022, Agustus 09). Pembangunan Lanjutan Tanggul Pantai Pekalongan Mulai Dikerjakan. Diambil kembali dari pekalongankota.go.id: https://pekalongankota.go.id/berita/pembangunan-lanjutan-tanggul-pantai-pekalongan-mulai-dikerjakan.html
Purnama, A. C. (2019, Agustus 6). PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT MENGHADAPI ROB DI KELURAHAN BANDARHARJO KECAMATAN SEMARANG UTARA KOTA SEMARANG (SKRIPSI SARJANA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG). Diambil kembali dari https://lib.unnes.ac.id/: https://lib.unnes.ac.id/34051/1/3201413110maria.pdf
Putri, A. (2024, November 28). Banjir Rob di Pesisir Utara Jawa Tengah dan Solusi Semu Calon Gubernur. Diambil kembali dari kbr.id: https://kbr.id/berita/terbaru/banjir-rob-di-pesisir-utara-jawa-tengah-dan-solusi-semu-calon-gubernur
Robbins, P. (2020). Political Ecology: A Critical Introduction. . Wiley, 15-30.
Satria, A. (2020). Ekologi Poitik.
Schlosberg. (2013). Defining Environmental Justice: Theories, Movements, and Nature. Oxford University Press.
Tim Forsyth. (2003). Critical Political Ecology: The Politics of Environmental Science. Routledge.
WALHI. (2023, April 15). RPJPN 2005–2025 Tidak Prioritaskan Keselamatan Lingkungan Hidup dan Keadilan Iklim. Diambil kembali dari walhi.or.id: https://www.walhi.or.id/rpjpn-2005-2025-tidak-prioritaskan-keselamatan-lingkungan-hidup-dan-keadilan-iklim
WALHI JAWA TENGAH. (2024, Maret 21). Kajian Cepat Respon Banjir di Beberapa Titik di Jawa Tengah. Diambil kembali dari https://www.walhijateng.org/2024/03/21/kajian-cepat-respon-banjir-di-beberapa-titik-di-jawa-tengah/
Wijaya. (2023). Dinamika Kekuasaan dalam Perencanaan Tata Ruang: Kasus Jawa Tengah. Jurnal Ekologi Politik, 78-94.
Yandip Provinsi Jawa Tengah. (2020, Mei 2). Progres Penanganan Bencana Banjir Rob. hal. 1.
Zain, H. M. (2023). POLITIK EKOLOGI : KEBIJAKAN PENANGANAN . IJPA, 9-10.