Peran Terapi Bermain Kelompok Untuk Meningkatkan Kecerdasan Emosi Remaja Berperilaku Agresi
Main Article Content
Abstract
Remaja berada dalam fase perkembangan yang kompleks, di mana sebagian dari mereka mungkin mengalami hambatan dalam memenuhi tugas perkembangan serta menghadapi dinamika emosional. Permasalahan emosi dapat diatasi apabila seseorang memiliki kecerdasan emosi yang baik. Untuk meningkatkan kecerdasan emosi dapat melalui terapi bermain kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain kelompok untuk meningkatkan kecerdasan emosi pada remaja berperilaku agresi. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode true-experimental dengan rancangan two group pre-test post-test control group design. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 12 siswa kelas VIII di salah satu SMP swasta di Kota Palembang. Pengambilan subjek menggunakan teknik Quota sampling. Analisis data menggunakan uji Paired-sample test. Analisis data kecerdasan emosi secara total menemukan kelompok eksperimen secara total % N-gain 84,5% (p>0,000) dengan aspek yang meningkat yaitu aspek mengelola emosi % N-gain 70,2% (p=0,001). Sedangkan kelompok kontrol secara total % N-gain -2,7% (p=0,339) dengan aspek yang paling menurun yaitu aspek mengelola emosi % N-gain -11,6% (p=0,027). Selanjutnya, analisis ukuran dampak intervensi didapatkan, pengukuran ARR (90%), RRR (90%) dan NNT (1,11). Terapi bermain kelompok efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosi pada remaja berperilaku agresi. Aspek mengelola emosi berpengaruh dalam mengatasi masalah emosi seperti jenis perilaku agresi kemarahan. Kemudian, terapi bermain kelompok juga 100% berpengaruh untuk meningkatkan kecerdasan emosi.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Allen, J. J., & Anderson, C. A. (2017). Aggression and Violence: Definitions and Distinctions. In The Wiley Handbook of Violence and Aggression (pp. 1–14). Wiley. https://doi.org/10.1002/9781119057574.whbva001
Annisa, S. W., Salsabila, A. A., & Mahmud, A. M. (2024). Perkembangan emosional remaja broken home. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1), 709–726.
Aryani, D., & Zaly, N. W. (2021). Pengaruh Terapi Bermain Mewarnai Gambar terhadap Kecemasan Hospitaslisasi pada Anak Prasekolah. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 10(1), 101. https://doi.org/10.36565/jab.v10i1.289
Bahdar, V. S., Mukaromah, S., & Abdurrahman. (2021). Hubungan verbal abuse dengan tingkat kecerdasan emosional anak kelas 5 dan 6 di SDN 012 Balikpapan kota. Jurnal Keperawatan Wiyata, 2(1), 61. https://doi.org/10.35728/jkw.v2i1.509
Buss, A. H., & Perry, M. (1992). The Aggression Questionnaire. Journal of Personality and Social Psychology, 63(3), 452–459. https://doi.org/10.1037/0022-3514.63.3.452
Children’s Mental Health. (2025, June). Data and statistics on children’s mental health. Children’s Mental Health.
Goleman, D. (2015). Kecerdasan Emosional. Gramedia Pustaka Utama.
Habibi, M. M. (2022). Efektifitas Terapi Bermain Sosial untuk Meningkatkan Kemampuan dan Ketrampilan Sosial Bagi Anak Autism. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(2), 504–511. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i2.706
Maiseptian, F., Marjohan, & Yarmis. (2017). Efektivitas layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan kecerdasan emosional siswa. Jurnal Penelitian Bimbingan Dan Konseling, 2(2). https://doi.org/10.30870/jpbk.v2i2.3057
Millah, W. N. (2024). Terapi Bermain Kelompok untuk Meningkatkan Regulasi Emosi pada Anak dengan Perilaku Agresi. Universitas Muhammadiyah.
Mukhlis. (2024). Pentingnya Interaksi Sosial dengan Bermain terhadap Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. JURNAL TILA ( Tarbiyah Islamiyah Lil Athfaal ), 4(1), 475–485. https://doi.org/10.56874/tila.v4i1.1849
Parton, D. M., & Chester, D. S. (2024). Aggression by omission: Redefining and measuring an understudied construct. Aggressive Behavior, 50(1). https://doi.org/10.1002/ab.22123
Putri, N. D. P., & Cahyanti, I. Y. (2021). Terapi Bermain untuk Menurunkan Perilaku Agresi pada Anak-anak di Pesantren X, Surabaya. JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K), 2(3), 259–267. https://doi.org/10.51849/j-p3k.v2i3.121
Santrock, J. K. (2003). Perkembangan Remaja. Erlangga.
Saraswati, A. (2023). Pengaruh kegiatan bermain peran terhadap kecerdasan emosional anak usia dini di BA Aisyiyah palur 1. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sehartono, I. (2002). Metode Penelitian Sosial. PT. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2019). Statistika untuk Penelitian. CV. Alfabeta.
Yonaevy, U., & Prananingrum, R. (2023). Efektivitas terapi bermain terhadap gangguan emosional pada anak : Systematic literature review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6980–6991. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.20703.