Kepuasan Hidup pada Lansia Pensiunan Guru yang Bekerja sebagai Honorer
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami kepuasan hidup pada lansia pensiunan guru yang bekerja sebagai honorer. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomenologi, yang dilakukan untuk memahami suatu fenomena, dengan karakteristik relatif sama. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ketiga subjek memaknai kepuasan hidup sebagai rasa syukurnya atas kesehatan, pekerjaan dan pencapaiannya selama hidup sehingga merasa bahagia di usia saat ini. Rasa syukur tersebut di ungkapkan subjek dengan sujud syukur dan memuji Allah Swt, beribadah kepada-Nya, membagikan sebagian rezeki yang diperoleh dan berusaha membantu orang yang membutuhkan.
Article Details
How to Cite
Kepuasan Hidup pada Lansia Pensiunan Guru yang Bekerja sebagai Honorer. (2021). Indonesian Journal of Behavioral Studies, 1(2). https://doi.org/10.19109/ijobs.v1i2.9289
Section
Vol. 1, No. 2, June 2021
How to Cite
Kepuasan Hidup pada Lansia Pensiunan Guru yang Bekerja sebagai Honorer. (2021). Indonesian Journal of Behavioral Studies, 1(2). https://doi.org/10.19109/ijobs.v1i2.9289
References
Anoraga, P. (2005). Psikologi kerja cetakan ketiga. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Badan Pusat Statistik. (2014). Statistik penduduk lansia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik penduduk lansia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Cumming, E., Henry, W.H. (1961). Growing Old. New York: Basis books.
Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur`an dan terjemahannya. Jakarta: Diponegoro.
Departemen Sosial RI. (2007). Dukungan bagi kesejahteraan penduduk lanjut usia. Jakarta: Departemen Sosial.
Diener, E., and Ryan, K. (2015). Subjective well-being: a general overview. South African Journal of Psychology,39(4), 391-406.
Djamarah, S.B. (2005). Guru dan anak didik dalam interaksi eduktif, suatu pendekatan teoritispedagogik. Jakarta: Rineka Cipta.
Djatmika, S. (1995). Hukum kepegawaian di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Hanum, F. (2008). Menuju hari tua bahagia. Yogyakarta: UNY Press.
Herdiansyah, H. (2011). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E.B. (2004). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Kementrian Sosial. (2005). Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. Jakarta: Kemensos.
Moleong, L.J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., & Haditono S.R. (2002). Psikologi perkembangan pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University.
Neugarten, B.L. (1968). Middle age and aging a reader in social psychology. Chichago: The University Press.
Putri, A., Jannah, M. (2015). Kepuasan Hidup Lansia di Panti Werdha. Jurnal Psikologi, 1(1). 41-46.
Santrok, J.W. (2002). Life-span development perkembangan masa hidup edisi kelima jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sriastuti, B. (2017). Kedudukan Tenaga Honorer Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Jurnal IUS. 5(2). 284-299.
Suardiman, S.P. (2011). Psikologi usia lanjut. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.
Badan Pusat Statistik. (2014). Statistik penduduk lansia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2017). Statistik penduduk lansia 2017. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
Basrowi dan Suwandi. (2008). Memahami penelitian kualitatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Cumming, E., Henry, W.H. (1961). Growing Old. New York: Basis books.
Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur`an dan terjemahannya. Jakarta: Diponegoro.
Departemen Sosial RI. (2007). Dukungan bagi kesejahteraan penduduk lanjut usia. Jakarta: Departemen Sosial.
Diener, E., and Ryan, K. (2015). Subjective well-being: a general overview. South African Journal of Psychology,39(4), 391-406.
Djamarah, S.B. (2005). Guru dan anak didik dalam interaksi eduktif, suatu pendekatan teoritispedagogik. Jakarta: Rineka Cipta.
Djatmika, S. (1995). Hukum kepegawaian di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Hanum, F. (2008). Menuju hari tua bahagia. Yogyakarta: UNY Press.
Herdiansyah, H. (2011). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Hurlock, E. B. (1980). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Hurlock, E.B. (2004). Psikologi perkembangan suatu pendekatan rentang kehidupan edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Kementrian Sosial. (2005). Upaya peningkatan kesejahteraan sosial lanjut usia. Jakarta: Kemensos.
Moleong, L.J. (2017). Metode penelitian kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Monks, F.J., Knoers, A.M.P., & Haditono S.R. (2002). Psikologi perkembangan pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University.
Neugarten, B.L. (1968). Middle age and aging a reader in social psychology. Chichago: The University Press.
Putri, A., Jannah, M. (2015). Kepuasan Hidup Lansia di Panti Werdha. Jurnal Psikologi, 1(1). 41-46.
Santrok, J.W. (2002). Life-span development perkembangan masa hidup edisi kelima jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Sriastuti, B. (2017). Kedudukan Tenaga Honorer Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014. Jurnal IUS. 5(2). 284-299.
Suardiman, S.P. (2011). Psikologi usia lanjut. Yogyakarta: Gadja Mada University Press.