Perilaku Prososial pada Relawan Anak Sumatera Selatan
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku prososial pada Relawan Anak Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang dilakukan untuk mengeksplor fenomena-fenomena yang pernah terjadi dilingkungan sekitar peneliti dengan tujuan agar dapat menjadi suatu penilaian-penilaian masyarakat terhadap suatu fenomena yang terjadi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwagambaran perilaku prososial kedua subjek yaitu membantu tanpa meminta balasan (pamrih), ikhlas, dan jujur dengan harapan dapat membantu banyak pihak seperti pemerintah untuk mengurangi tingkat anak jalanan, kemudian dapat membantu masyarakat untuk mengurangi rasa gelisah karena kehadiran mereka yang dianggap menganggu, dan membantu anak jalanan itu sendiri.
Article Details
How to Cite
Perilaku Prososial pada Relawan Anak Sumatera Selatan. (2021). Indonesian Journal of Behavioral Studies, 1(2). https://doi.org/10.19109/ijobs.v1i2.9290
Section
Vol. 1, No. 2, June 2021
How to Cite
Perilaku Prososial pada Relawan Anak Sumatera Selatan. (2021). Indonesian Journal of Behavioral Studies, 1(2). https://doi.org/10.19109/ijobs.v1i2.9290
References
Adi, R. S. (2005). Ilmu Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial (Pengantar Pada Pengertian dan Pokok Pembahasan). Jakarta: Fisip UI Press.
Arifin, P. (2001). Pola Pencarian Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan Anak Jalanan di Kotamadya Yogyakarta. Tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Asih, G.Y & Pratiwi, M. (2010). Perilaku Prososial Ditinjau Dari Empati Dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus 1(1). 39-40.
Azwar, S. (1998). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baron, R. A., &Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Jilid 2. Alih Bahasa: Ratna Djuwita. Edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga.
Departemen Sosial RI. (2005). Petunjuk Teknis Pelayanan Sosial Anak Jalana. Jakarta: Departemen Sosial Republik Indonesia.
Departemen Sosial RI. (2007). Standart Pelayanan Minimal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Gelandangan Dan Pengemis. Jakarta: Departemen Sosial Republik Indonesia.
Golmen, D. (2007). Kecerdasan Emosional Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Herdiansyah, H. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Selemba Humanika.
Hurlock, E.B. (2010). Psikologi Perkembangan Jilid 2. (terjemahan Med. Meitasari Tjandrasa). Jakarta: Gelora Aksara Pratama Erlangga.
Kementrian Sosial RI. (2011). Buku Pedoman Program Desaku Menanti Rehabilitas Sosial Gelandangan Dan Pengemis Terpadu Berbasis Desa. Jakarta: Kementrian Sosial Republik Indonesia.
Lukman, M. L & Sujarwo. (2012). Kehidupan Anak Jalanan di Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta. Jurnal Diklus. 16(2). 162-172.
Miles, M B & Amichael H. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohisi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mintanawati, N. (2018). Peran Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (Ipsm) Kota Yogyakartadalam Pemenuhan Hak Anak Jalanan. Jurnal Welfare. 1(2).46-79.
Moleong, L.J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mutrofin. (2009). Mengapa Mereka Tak Bersekolah. Jakarta: Laks Bang Pressindo.
Perwitasari, D. (2007). Hubungan antara religiusitas dengan perilaku prososial pada mahasiswa psikologi UIN Malang. Skripsi. Universitas Islam Negeri Malang.
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development Jilid 1. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.
Sarwono, S.W., & Meinarno, E.A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Siregar. H, Zulkifli.R, & Suriandi A. (2006). Faktor Dominan Anak Menjadi Anak Jalanan di Kota Medan. Jurnal FISIPUSU: Medan. 1(2).86-96.
Sutopo HB. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.
Taylor, S. (2009). Psikologi Sosial edisi Kedua belas. Alih Bahasa: Tri Wibowo. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tobing, U.R.I., Nugrgohi, F., Tehuteru, E.S. (2008). Peran Relawan dalam Memberikan Pendampingan Pada Penderita Kanker dan Keluarganya. Indonesia Journal Of Cancer. 35-39.
Arifin, P. (2001). Pola Pencarian Pengobatan dan Pemeliharaan Kesehatan Anak Jalanan di Kotamadya Yogyakarta. Tesis. Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.
Asih, G.Y & Pratiwi, M. (2010). Perilaku Prososial Ditinjau Dari Empati Dan Kematangan Emosi. Jurnal Psikologi Universitas Muria Kudus 1(1). 39-40.
Azwar, S. (1998). Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Baron, R. A., &Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Jilid 2. Alih Bahasa: Ratna Djuwita. Edisi kesepuluh. Jakarta: Erlangga.
Departemen Sosial RI. (2005). Petunjuk Teknis Pelayanan Sosial Anak Jalana. Jakarta: Departemen Sosial Republik Indonesia.
Departemen Sosial RI. (2007). Standart Pelayanan Minimal Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Gelandangan Dan Pengemis. Jakarta: Departemen Sosial Republik Indonesia.
Golmen, D. (2007). Kecerdasan Emosional Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Herdiansyah, H. (2010). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Selemba Humanika.
Hurlock, E.B. (2010). Psikologi Perkembangan Jilid 2. (terjemahan Med. Meitasari Tjandrasa). Jakarta: Gelora Aksara Pratama Erlangga.
Kementrian Sosial RI. (2011). Buku Pedoman Program Desaku Menanti Rehabilitas Sosial Gelandangan Dan Pengemis Terpadu Berbasis Desa. Jakarta: Kementrian Sosial Republik Indonesia.
Lukman, M. L & Sujarwo. (2012). Kehidupan Anak Jalanan di Rumah Singgah Anak Mandiri Yogyakarta. Jurnal Diklus. 16(2). 162-172.
Miles, M B & Amichael H. (2007). Analisis Data Kualitatif Buku Sumber tentang Metode-Metode Baru. Terjemahan Tjetjep Rohendi Rohisi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mintanawati, N. (2018). Peran Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (Ipsm) Kota Yogyakartadalam Pemenuhan Hak Anak Jalanan. Jurnal Welfare. 1(2).46-79.
Moleong, L.J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mutrofin. (2009). Mengapa Mereka Tak Bersekolah. Jakarta: Laks Bang Pressindo.
Perwitasari, D. (2007). Hubungan antara religiusitas dengan perilaku prososial pada mahasiswa psikologi UIN Malang. Skripsi. Universitas Islam Negeri Malang.
Santrock, J. W. (2012). Life-Span Development Jilid 1. Yogyakarta: Penerbit Erlangga.
Sarwono, S.W., & Meinarno, E.A. (2009). Psikologi Sosial. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Siregar. H, Zulkifli.R, & Suriandi A. (2006). Faktor Dominan Anak Menjadi Anak Jalanan di Kota Medan. Jurnal FISIPUSU: Medan. 1(2).86-96.
Sutopo HB. (2006). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: UNS Press.
Taylor, S. (2009). Psikologi Sosial edisi Kedua belas. Alih Bahasa: Tri Wibowo. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tobing, U.R.I., Nugrgohi, F., Tehuteru, E.S. (2008). Peran Relawan dalam Memberikan Pendampingan Pada Penderita Kanker dan Keluarganya. Indonesia Journal Of Cancer. 35-39.