Nasikh Mansukh Perspektif Ibnu Abi Hatim Dalam Tafsir al-Qur’an al-Adzim

Main Article Content

Yusril Ainur Rofiq

Abstract

Nasikh mansukh merupakan salah satu konsep yang masih menjadi perdebatan. Kesalahpahaman dalam memahami nasikh-mansukh hanya berhenti pada definisi nasikh mansukh, syarat syaratnya, macam-macam dan hikmah memahaminya, tanpa menyentuh penjelasan ayat-ayat yang di-nasakh secara mendalam. Terkait hal ini diperlukan pengkajian terhadap pandangan tokoh untuk memahami konsep ini secara komprehensif. Penulis memilih Ibnu Abi Hatim, tampaknya memiliki pandangan tersendiri terkait konsep nasikh-mansukh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Secara bahasa Ibnu Abi Hatim mendefinisikan nasikh dengan redaksi “menghapus.” Menurutnya nasikh adalah sesuatu yang ditinggalkan dari al-Qur’an dengan mendatangkan yang lebih baik atau sepadan dengannya. Penerapan konsep tersebut dapat dilihat dari penafsiranya terhadap QS. al-Baqarah ayat 115 yang di-nasakh dengan ayat 150 perihal perpindahan arah kiblat, QS. al-Baqarah ayat 180 yang di-nasakh dengan QS. an-Nisa’ ayat 11 yang berkaitan dengan warisan, QS. al-Baqarah ayat 183 di-nasakh oleh QS. al-Baqarah 187 terkait kewajiban puasa, dan QS. al-Baqarah ayat 240 yang di-nasakh dengan ayat 234 yang menjelaskan tentang iddah, meskipun ayat 240 belakangan letaknya, tetapi di dalam sejarah turunnya ia lebih dahulu. Terlihat bahwa Ibnu Abi Hatim tidak menentang adanya nasikh mansukh dalam tafsirnya, mengingat ia hanya memasukkan penafsiran berupa riwayat-riwayat yang berkaitan dengan ayat yang ditafsirkan.

Article Details

How to Cite
“Nasikh Mansukh Perspektif Ibnu Abi Hatim Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim”. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 3, no. 2 (December 31, 2023): 240–255. Accessed May 21, 2024. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq/article/view/21498.
Section
Articles

How to Cite

“Nasikh Mansukh Perspektif Ibnu Abi Hatim Dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adzim”. Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir 3, no. 2 (December 31, 2023): 240–255. Accessed May 21, 2024. https://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/jsq/article/view/21498.

References

Alhana, Rudy. Pandangan Mufasir Tentang Nasakh Dalam Al-Qur'an; Studi Atas Pandangan Tafsir Ibnu Katsir, Al-Maraghi, Al-Azhar Dan Tafsir Al-Misbah. Surabaya: PT. Revka Petra Media, 2016.

Arni, Jani. Metode Penelitian Tafsir. Pekanbaru: Daulat Riau, 2013.

Dainori. “Nasikh dan Mansukh dalam Studi Al-Qur’an.” Institut Ilmu Keislaman Annuqiah, Vol. 2 No.1, 2019

Fahmi, Labib. “Hermeneutika Emillio Betti dan Aplikasinya dalam Menafsirkan Sistem Kewarisan 2:1 pada Surat an-Nisa Ayat 11.” Ulul Albab: Jurnal Studi dan Penelitian Hukum Islam, Vol. 2, No. 1, 2018

Ibnu Abi Hatim. Al-Qur’an al-Adzim Musnadan ‘an Rasulillah Wa al-Shahabat Wa al-Tabi’in. Makkah: Maktabah Nazar Musthafa al-Baz, 2006.

Muhammad Ghufron, Rahmawati. Ulumul Qur’an praktis dan mudah. Yogyakarta: Teras, 2013.

Ngamilah, Ngamilah. “Polemik Arah Kiblat dan Solusinya dalam Perspektif al-Qur’an.” Millati: Journal of Islamic Studies and Humanities, Vol. 1, No. 1, 2016.

Qudsy, Saifuddin Zuhri. “Umar Bin Abdul Aziz dan Semangat Penulisan Hadis.” ESENSIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin,Vol. 14, No. 2, 2013.

Syaifulloh, Ahmad. “Nasikh Dan Mansukh: Langkah Ulama Dalam Memahami Al-Qur’an Dan Hadis.” Jurnal Studi Islam dan Sosial, Vol. 1, No. 1, 2018

Malik, Abdul Rahman. “Abrogasi Dalam Alquran: Studi Nasikh Dan Mansukh.” Jurnal Online Studi Al-Qur’an, Vol. 12, No. 1, 2016.

Mawardi, Mawardi. “Perkembangan Empat Mazhab Dalam Hukum Islam.” Jurnal An-Nahl, Vol. 9, No. 2, 2022.

N, Rustina. “Mengenal Musnad Ahmad Ibn Hanbal.” Tahkim, Vol. 9, No. 2, 2013

Nur Efendi, Muhammad Fathurrahman. Studi Al-Qur’an. Yogyakarta: Kalimedia, 2016.

Syamsudin, Kinkin. “Manhaj Ibnu Abî Hâtim Dalam Kitab Al-Jarh Wa Al-Ta’Dîl.” Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis, Vol. 2, No. 1, 2018.

Zulfikar, Eko. “Metodologi Tafsir Tabi ’ Tabi ’ in : Telaah Atas Kitab Tafsir Al- Qur ’ an Al -Azim Karya Ibn Abi Hatim Al-Razi.” Jurnal Al-Fath, Vol. 15, No. 1, 2021.

Handoko, Agus. “Kontroversi Nasikh Mansukh Dalam Islam.” Salam, Vol. 10, No. 4 (2023): 1105–26.

Hatim, Abi Muhammad Abdurrohman Bin Abi. Al-Qur’an Al-Adzim Musnadan “an Rasulillah Wa Al-Shahabat Wa Al-Tabi”in. Mesir: Dar Ibn Jauzi, 1438.

Irfanudin, M., Abdul Muid N, and Zakaria Husin Lubis. “Nasikh Mansukh Dan Implementasinya Dalam Tafsir Al-Qur’anul Majid An-Nur Karya Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy.” Bersatu, Vol. 1, No. 3 (2023): 99–107.

Jazmi, Kamarul Azmi. Keistimewaan Nabi Muhammad Dan Umatnya Serta Peristiwa Kiblat, Surat Al-Baqarah (2:142-150). Kertas Kerja Dalam Siri 28: Program Budaya Al-Qur’an, 2019.

Quraish Shihab. Membumikan Al-Qur’an. Bandung: Mizan, 1994.

Wijayanti, Henni, Arofah Windiani, and A. Azis Muhammad. “Metode Yadawi Dan Identifikasi Memudahkan Menghafal Ketentuan Waris Di Dalam Al-Qur’an.” Journal WIDYA Yustisia, Vol. 1, No. 1, (2013).

Willya, Evra, and Gusniarjo Mokodompit. “Konsep Nasikh Mansukh Dan Implikasinya Terhadap Hukum.” I’tisham, Vol. 1, No. 1 (2021): 25–38.