Strengthening the Capacity of Village Data Operators in the Implementation of Dtsen by the Ogan Ilir Regency Government
Main Article Content
Abstract
The implementation of the National Socio-Economic Single Data (DTSEN) as a single national database positions village data operators as key actors in ensuring the accuracy of data used for the distribution of social assistance and the formulation of development policies. However, the implementation of DTSEN in Ogan Ilir Regency still faces various obstacles, such as unequal understanding of the DTSEN concept, limited technical competence of operators, and suboptimal coordination between stakeholders. This study aims to analyze the capacity of village data operators in DTSEN implementation using the 6P Model developed by Christer Vindeløv-Lidzélius (2021), covering perspective, purpose, people, partners, planning, and practice. The research method used is a qualitative approach through document studies, in-depth interviews, and Focus Group Discussions (FGDs) with village data operators and relevant agencies in Ogan Ilir Regency. The results show that the capacity of village data operators has been quite good, but still needs strengthening across all 6P dimensions. The most prominent aspects include limited conceptual understanding of DTSEN, differences in technical competence between operators, and suboptimal coordination across actors. Therefore, a capacity-building strategy is needed through improving human resource competencies, aligning perceptions regarding the objectives of the DTSEN (Village Data Enforcement Agency), strengthening partnerships, improving planning, and providing ongoing support for data management practices. These efforts are expected to improve the quality of socioeconomic data, making it more accurate and valid, and supporting the formulation of targeted development policies.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
How to Cite
References
Pemerintah Republik Indonesia. (2011). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 83. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/39271
Pemerintah Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara. https://peraturan.bpk.go.id/Details/38685
Presiden Republik Indonesia. (2018). Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/94028
Presiden Republik Indonesia. (2019). Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/110030
Presiden Republik Indonesia. (2021). Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/174964
Presiden Republik Indonesia. (2025). Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Ditandatangani Presiden Republik Indonesia pada 5 Februari 2025. Jakarta: Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/314649/inpres-no-4-tahun-2025
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2025). Peraturan Menteri Sosial Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pemutakhiran dan Penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Berita Negara Republik Indonesia. Jakarta: Kementerian Sosial.
Kementerian PPN/Bappenas. (2025). Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pedoman Berbagi Pakai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2025). Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025 tentang Penetapan Peringkat Kesejahteraan Keluarga untuk Penyaluran Bantuan Sosial. Jakarta: Kementerian Sosial.
Kementerian PPN/Bappenas. (2025). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. Diluncurkan secara resmi pada 26 Mei 2025 di Auditorium Siwabessy, Gedung Kemenkes. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/survei-status-gizi-indonesia-ssgi-2024/
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S), Sekretariat Wakil Presiden. (2026). Stunting dalam Angka Provinsi Sumatera Selatan. Jakarta: Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. Memuat data prevalensi stunting Sumsel 31,7% (2018) menjadi 15,9% (2024); jumlah balita stunting absolut sekitar 125.879; sebaran 1 kabupaten >30% dan 8 kabupaten/kota ≥20%. https://stunting.go.id/stunting-dalam-angka-provinsi-sumatera-selatan/
Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. (2022, 12 Desember). Asisten I Dicky Syailendra Membuka Kegiatan Publikasi Analisa Data Stunting Tingkat Kabupaten Ogan Ilir. Memuat data prevalensi stunting Kabupaten Ogan Ilir berbasis aplikasi e-PPGBM tahun 2020 sebesar 9,10%; tahun 2021 sebesar 6,35%; dan tahun 2022 sebesar 5,6%. Indralaya: Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir. https://oganilirkab.go.id/news/asisten-i-dicky-syailendra-membuka-kegiatan-publikasi-analisa-data-stunting-tingkat-kabupaten-ogan-ilir
Kementerian Sosial Republik Indonesia. (2025, 5 Februari). Inpres DTSEN Sudah Ditandatangani Presiden, Kemensos Akan Lakukan Uji Petik dan Pendalaman Data. Berita Resmi Menteri Sosial RI. Jakarta: Kementerian Sosial. https://kemensos.go.id/berita-terkini/menteri-sosial/Inpres-DTSEN-Sudah-Ditandatangani-Presiden,-Kemensos-Akan-Lakukan-Uji-Petik-dan-Pendalaman-Data
Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. (2025, 27 Februari). DTKS Dihapus Ganti DTSEN, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional Implementasi Inpres No. 4 Tahun 2025. Memuat keterangan resmi Menteri Sosial RI dan Kepala BPS tentang cakupan DTSEN per Februari 2025: 285.579.122 jiwa dalam 93.025.360 keluarga. Surabaya: Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur. https://dinsos.jatimprov.go.id/detail-berita-publik/dtks-dihapus-ganti-dtsen-data-tunggal-sosial-ekonomi-nasional-implementasi-inpres-no-4-tahun-2025
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (2023). Kemenko PMK Lakukan Persamaan Data Prevalensi Angka Stunting. Memuat keterangan tentang selisih signifikan antara data e-PPGBM dan SSGI (5–10% dan dapat lebih dari 10% di sebagian daerah). Jakarta: Kemenko PMK. https://www.kemenkopmk.go.id/kemenko-pmk-lakukan-persamaan-data-prevalensi-angka-stunting
Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia. (2023). Kajian Identifikasi Potensi Korupsi pada Program Penanganan Stunting Tahun 2023. Memuat analisis selisih data SSGI 2022 (21,6%) dengan e-PPGBM (7,7%) dan implikasinya terhadap intervensi sensitif. Jakarta: KPK RI. https://cms.kpk.go.id/storage/6634/Laporan-Kajian-Stunting-Tahun-2023.pdf
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New Public Management Is Dead—Long Live Digital-Era Governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. doi:10.1093/jopart/mui057 https://academic.oup.com/jpart/article-abstract/16/3/467/934257
Program SKALA. (2024). Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (Tentang SKALA). Jakarta: Program SKALA Indonesia–Australia. https://skala.or.id/en/about/