MENANGKAL ISU AGAMA MENGGUNAKAN PERSPEKTIF MODERASI BERAGAMA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK PADA PEMILIHAN UMUM 2019
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan tentang politisasi dan isu agama yang digunakan dalam Pemilihan Umum 2019 sebagai bentuk partisipasi politik dalam kaitan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yakni dengan salah satu cara pengumpulan data yang akurat mengenai pemilu yang telah masyarakat lalui. Di dalam bahasan ini dijelaskan bagaimana agama menjadi kekuatan yang penuh dalam mencalonkan pasangan calon dalam pemilu dari kelompok beragama. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teori partisipasi politik Michael Rush dan Philip Althoff. Politik identitas pun sangat terasa dalam pemilu karena pasangan yang maju pada tahun 2019 memiliki kepentingan yang membawa kepentingan kelompok beragama di Indonesia. Begitu pula dengan berbagai kelompok dan organisasi keagamaan yang menyentuh kehidupan politik menimbulkan anggapan bahwa pemilu 2019 dapat memunculkan partisipasi yang baik secara politik maupum melihat pemilu 2024 yang nantinya akan banyak calon yang bersaing dalam bursa Capres dan Cawapres. Namun kaitannya dengan agama sangat erat sehingga akan menimbulkan efek yang terlihat dirasakan oleh masyarakat.
Kata Kunci : Agama, Pemilu, Moderasi Beragama
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work
Cara Mengutip
Referensi
Al Qurtuby, S. (2018). Sejarah Politik Politisasi Agama dan Dampaknya di Indonesia. MAARIF, 13(2), 43–54.
Althoff, M. R. P. (2018). Pengantar Sosiologi Politik (Kartini Kartono (ed.)). Rajawali.
Antara TV Indonesia. (2018). Ketum PBNU dukung TGB jadi cawapres Jokowi.
Fernandes, A. (2019). Politik Identitas Dalam Pemilu 2019: Proyeksi dan Efektivitas. CSIS Election Series, 1(1).
Herdiansah. (2017). Politik Identitas Dalam Kompetisi Pemilu di Indonesia Pasca 2014. Jurnal Bawaslu, 3(2), 169–183.
Kementerian Agama. (2019). Moderasi Beragama, Badan Litbang dan Diklat kementrian Agama RI.
KPU RI. (2021). Data Partisipasi Politik Pada Pemilihan Umum 2019. Kpu.Go.Id.
opendata.k[u.go.id/dataset/79a45ff6e-db20af17d-f11f4bf9d-e7f1c
Miriam Budiarjo. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. CV Prima Grafika.
Muhammad Ardhi Razaq. (2020). Partai Politik dan Moderasi Beragama Sebagai Pilar Demokrasi di Indonesia. Resiprokal, 2(1), 1–12.
Republika. (2018). FUI: Prabowo-Sandi Sudah Sesuai Rekomendasi Ulama. https://republika.co.id/berita/nasional/politik/18/08/10/pd94t9409-fui-prabowosandiagasudah-sesuai-rekomendasi-ulama
Said Gatara, D. S. (2017). sosiologi politik (E. Sugriarti (ed.)). CV. Pustaka Setia.
Sumandoyo. (2018). Pilpres 2019: Ulama Sana Versus Ulama Sini. Tirto.Id. https://tirto.id/pilpres2019-ulama-sana-versus-ulama-sini-cRT4