ANALISIS POLA CURAH HUJAN DI WILAYAH SUMATERA BAGIAN UTARA MENGGUNAKAN FAST FOURIER TRANSFORM (FFT)
Isi Artikel Utama
Abstrak
Penelitian kali ini dilakukan di Sumatera bagian Utara yaitu pada stasiun Iskandar Muda, Malikussaleh dan Deli Serdang dalam kurun waktu 1885 s/d 2019. Tujuan penelitian untuk menganalisis pola curah hujan musiman dan antar tahunan. Metode yang digunakan adalah Fast Fourier Transform (FFT) dan korelasi antara curah hujan, suhu permukaan laut dan angin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pola curah hujan pada stasiun Iskandar Muda, Malikussaleh dan Deli serdang memiliki dua puncak curah hujan. Puncak curah hujan dari ketiga stasiun terjadi pada bulan Mei dan puncak kedua memiliki perbedaan antara stasiun Deli Serdang dan Iskandar muda serta Malikussaleh. Dimana puncak dari periodasasi yang tinggi hanya dalam kurun waktu 6 bulanan dan 12 bulanan. Adapula puncak periodogram dari masing-masing stasiun terlihat pada 18-30 bulan. Analisis periodogram curah hujan menunjukkan besarnya frekuensi data untuk masing-masing siklus fase dan frekuensinya. Korelasi antara curah hujan, angin dan suhu permukaan laut (SPL) pada ketiga stasiun memiliki pola yang berbeda. Pada stasiun Deli Serdang terlihat adanya pengaruh dari ENSO dan IOD, sedangkan pada stasiun Iskandar Muda dan Malikussaleh tidak ada pengaruh ENSO dan IOD. Kemudian pada season September, Oktober ,November (SON) pada ketiga stasiun tidak terlihat adanya pengaruh ENSO dan IOD.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel
Cara Mengutip
Referensi
Aldrian, E. dan Susanto, R. D,. 2003, Identification of Three Dominant Rainfall Regions within Indonesia and Their Relationship to Sea Surface Temperature, International Journal of Climatology, 23 (1): 1435 – 1452.
Emery, W. J dan Thomson,R.E. Analysis Methods in Physical Oceanography. Elsevier, USA, 2001, pp. 536-545.
Lestari, D., Sutriyono, E., Kadir, S.,dan Iskandar, I. (2018). Respective influence of Indian Ocean Dipole and El Nin ̃o – Southerns Oscillation on Indonesia prepitation. Journal of Mathematical and Fundamental Science, 50. 253-257.
Sagita dkk, 2013. Analisis korelasi suhu permukaan, NDVI, Elevasi dan Pola Perubahan Suhu Daerah Panas Bumi Rendingan –Ulubelu-Waypanas-Tanggamus Menggunakan Citra Landsat 8 OLI/TIRS. Jurnal Geosains dan Remote Sensing (JGRS), 1(3), 44-45.
Saji, N. H., Goswami, B. N., Vinayachandran, P. N., and Yamagata, T. (1999). A dipole mode in the tropical Indian Ocean. Nature, 401, 360-363.
Tyasjono,B. dan Harijono,S.R.,B.2012. Meteorologi Indonesia Volume II Awan dan Hujan Monsun . Jakarta :Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Tjasjono, B., Lubis, A., Juaeni, I., Ruminta., Harijono, S.W.B. (2008). Dampak VariasiTemperatur Samudra Pasifik dan Hindia Ekuatorial Terhadap Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Sains Dirgantara, 5(2): 2.