Religious Culture as the Basis For Formation of Religious Behavior at MAN 1 Palembang

Authors

  • Zulhijra Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Syarnubi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

DOI:

https://doi.org/10.19109/b7pgzp54

Keywords:

Religious Culture, Religious Behaviour

Abstract

J. Stanley's research concluded that the main aspects that determine success are honesty, high discipline, easy going, partner support, hard work, passion, leadership, competitive, and persuasive. In fact, the issue of moral decadence continues to grow. The parents still feel fear about the negative impact of globalization. The children are more easily influenced by negative moral values. As a basis for inculcating values and cultivating behavior, education should be illustrated the positive and negative impacts of globalization. The objectives of the study were to: analyze the create and developt of religious culture in MAN 1 Palembang, shape religious attitudes and behavior of the member of MAN 1 Palembang.The paradigm of this research are constructivism, a qualitative approach, a study research, and the data collection techniques are carried out by observation, interviews, and documentation. This research also using the stages of K Yin data analysis, they are: compiling, disassembling, reassembling, interpreting, concluding. The conclusion of this research is The creation of religious culture is formulated with the term PKP (Pencanangan visi misi, Kegiatan rutin, Program sekolah: Declaration of vision and mission, routine activities, school programs). From the declaration of the school's vision and mission, it was then implemented in routine activities and school programs: One Day One Juz, Halaqoh al-Qur'an, Clean Friday actions. The development of religious culture is implemented through a tradition of noble character. The findings of religious culture that shape the religious attitudes and behavior of school residents are formulated with 3M: (Menciptakan lingkungan kondusif, Mengaplikasikan keteladanan, Melaksanakan program ekstrakurikuler: Creating a conducive environment, applying exemplary, Implementing extracurricular programs).

References

Ahmad, M. F. H., & Othman, M. K. B. H. (2017). Pusat Islam Polimas: Penglibatan program dakwah dan hubungannya dengan amalan ibadat solat dan pengamalan akhlak pelajar. Proceedings of the ICECRS, 1(1).

Akhyar Lubis, S. (2007). Konseling Islami. Yogyakarta: Elsaq Press.

Al-Munawar, S. A. H., Tambak, S., & Kalsum, U. (2003). Aktualisasi nilai-nilai Qu’rani dalam sistem pendidikan Islam. Ciputat Press.

Al-Shiddiqi, M. H. (2001). Sejarah dan Pengantar Ilmu Tauhid. Pustaka Rizki Putra (Vol. 1).

Alston, W. (1964). Psychoanalytic theory and theistic belief. Faith and the Philosophers (pp. 63–102). Springer.

Arifandi, F., & Riani, S. N. (2021). Pembentukan Makna Melalui Teori Kepemimpinan Kontemporer Dan Relevansinya Dengan Budaya Pesantren: Kajian Pustaka pada Buku Perilaku Organisasi Karya Stephen P. Robbins. Tsaqofah: Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), 1–11.

Arifin, Z. (2012). Pendidikan Multikultural-Religius Untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik Yang Humanis-Religius. Jurnal Pendidikan Islam (JPI), I, 89–103.

Baidowi, B. (2014). FENOMENA ETIKA, AKIDAH DAN AHLAK DALAM PANDANGAN AGAMA. Jurnal Al-Ulum, Universitas Islam Madura, 1(1), 5.

Barnadib, I. (1990). Filsafat pendidikan: Pengantar mengenai sistem dan metode. Yogyakarta: Andi Offset.

Barnawi & Arifin, M. (2013). Branded school membangun sekolah unggul berbasis peningkatan mutu. Yogyakarta: AR-RUZZ Media.

Bauto, L. M. (2014). Perspektif Agama Dan Kebudayaan Dalam Kehidupan Masyarakat Indonesia. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 23(2), 11–25.

Berger, P. L. (1969). The social reality of religion. Faber.

Chotimah, C., & Fathurrohman, M. (2014). Komplemen Manajemen Pendidikan Islam: Konsep Integratif Pelengkap Manajemen Pendidikan Islam. Teras.

Creswell, J. W. (2010). Research design pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Djahiri, A. K. (1996). Menelusuri dunia afektif pendidikan nilai dan moral. Laboratorium Pengajaran PMP IKIP Bandung.

Fathurrohman, M. (2016). Pengembangan Budaya Religius dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Ta’allum: Jurnal Pendidikan Islam, 4(1), 19–42. https://doi.org/10.21274/taalum.2016.4.1.19-42

Fitri, A. Z. (2012). Pendidikan karakter berbasis nilai dan etika di sekolah. Ar-Ruzz Media.

Fauzi, M., Lestari, A. R. S., & Ali, M. (2023, December). Pengaruh Berwudhu Terhadap Konsentrasi Belajar Siswa. In International Education Conference (IEC) FITK, (Vol.2,No.1), pp. 108–122).

Fuad, M. (2011). Makna Hidup Di Bauk Tradisi Mudik Lebaran (Studi Fenomenologi Atas Pengalaman Pemudik Dalam Merayakan Idul Fitri Di Kampung Halaman). KOMUNIKA: Jurnal Dakwah Dan Komunikasi, 5(1), 107–123.

Fudyartanta, K. (1995). Acuan Wawasan Pendidikan Budi Pekerti. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Geertz, C. (1957). Ritual and social change: a Javanese example. American Anthropologist, 59(1), 32–54.

Geertz, C. (1971). Islam observed: Religious development in Morocco and Indonesia (Vol. 37). University of Chicago press.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures (Vol. 5019). Basic books.

Geertz, C. (1983). Abangan, santri, priyayi: dalam masyarakat Jawa (Issue 4). Pustaka Jaya.

Geertz, C. (1992). Kebudayaan dan Agama. Kanisius.

Ghufron, M. N., & Risnawati, R. (2012). Teori-Teori Psikologi Cetakan III. Yogyakarta: Ar-ruzz media.

Gillin, J. E. (1954). For a science of social man: Convergences in anthropology, psychology, and sociology. MacMillan Co.

Glock, C. Y., & Stark, R. (1966). Christian beliefs and anti-Semitism. Harper Row.

Hakim, M. N. (2018). Upaya Kepala Madrasah Dalam Membina Budaya Religius. IMPROVEMENT: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan, 5(1), 74–88.

Ilyas, Y. (1993). Kuliah Akidah Islam. LIPPI Muhammadiyah.

Indrafachrudi, S. (1994). Bagaimana Mengakrabkan Sekolah dengan Orang Tua Murid dan Masyarakat. Malang: IKIP Malang.

Indrakusuma, A. D. (1973). Pengantar ilmu pendidikan: sebuah tinjauan teoritis filosofis. Usaha Nasional.

Irawan, P. (2006). Penelitian kualitatif dan kuantitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: DIA FISIP UI.

Irfan, M. F., & Muhid, A. (n.d.). TELAAH KRITIS PEMIKIRAN CLIFFORD GEERTZ TENTANG ISLAM DAN BUDAYA JAWA.

Islam, T. D. A. (1995). Pendidikan Agama Islam Untuk Mahasiswa. IKIP Malang.

Jalaluddin. (2004). Psikologi Agama. PT Raja Grafindo Persada.

Jasiman. (2011). Mengenal dan Memahami Islam. Solo. PT. Era Adicitra Intermedia.

Jawas, Y. bin A. Q. (2008). Prinsip-prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Pustaka At-Taqwa.

John W. Creswell. (2014). Research Design : Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches.

Kamal, Z. (1991). Pemikiran Muthahhari di Bidang Teologi. al-Hikmah Jurnal Studi-studi Islam (Issue 4).

Karcher, M. O. (1988). The Impact of Pesantren in Education and Community Development in Indonesia. Jakarta: P3M.

Kemendikbud. (2014). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kluckhohn, C., Frye, N., & Wigglesworth, V. B. (2019). The scientific study of values. Three lectures. University of Toronto Press.

Koentjaraningrat, R. M. (1971). Kebudayaan, mentalitas dan pembangunan. Gramedia.

Koesoema, D. (2012). Pendidikan karakter utuh dan menyeluruh. Yogyakarta: Kanisius.

Kotter, J. P., & Heskett, J. L. (1992). Dampak Budaya Perusahaan Terhadap Kinerja, terj. Benyamin Molan. Jakarta: Prehallindo.

Kuntowijoyo, M. T. M. (2001). Esai-Esai Agama, Budaya, dan Politik dalam Bingkai Strukturalisme Transendental. Mizan.

Latif, A., Affandi, A., & Gunarsa, A. (2007). Pendidikan berbasis nilai kemasyarakatan. Refika Aditama.

León, A. K., & Pfeifer, C. (2017). Religious activity, risk-taking preferences and financial behaviour: Empirical evidence from German survey data. Journal of Behavioral and Experimental Economics, 69, 99–107.

Ma’rufah, A. (2020). Edukasia: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 1(1), 125–136.

Majid, N. (2008). Islam, kemodernan, dan keindonesiaan. Mizan Pustaka.

Marno, M. (2010). Transformasi Nilai-nilai Spiritual dalam Budaya Organisasi pada Sekolah Berprestasi di Kota Malang. El-Qudwah.

Marzali, A. (2014). Pergeseran Orientasi Nilai Kultural dan Keagamaan di Indonesia (Sebuah Esai dalam Rangka Mengenang Almarhum Prof. Koentjaraningrat). Antropologi Indonesia.

Miyatake, S., & Higuchi, M. (2017). Does religious priming increase the prosocial behaviour of a Japanese sample in an anonymous economic game? Asian Journal of Social Psychology, 20(1), 54–59.

Mruk, C. J., & Skelly, T. (2017). Is self-esteem absolute, relative, or functional? Implications for cross-cultural and humanistic psychology. The Humanistic Psychologist, 45(4), 313.

Muhaimin, Nur Ali R, S. (2001). Suasana Religius pada SMUN Kodya Malang. Ulul Albab, 3(1), 33–51.

Muhaimin, P. P. I. (2002). Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhammad Luthfi Abdullah, Handayani Nila Praja, D., & Mahendra, B. (2020). Religious Cultural-based Educational Model Through Mentoring to Form Islamic Humanistic Values. Istawa: Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 1. https://doi.org/10.24269/ijpi.v5i1.2234

Mulyadi, B. (2014). Model pendidikan karakter dalam masyarakat jepang. Izumi, 3(1), 69–80.

Mulyadi, E. (2018). Strategi Pengembangan Budaya Religius di Madrasah. Jurnal Kependidikan, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.24090/jk.v6i1.1688

Mulyasa, H. E., & Aryani, W. D. (2017). Developing Religious Culture In School. International Journal of Scientific & Technology Research, 6(7), 263–267.

Mutahhari, M. (1992). Keadilan Ilahi: Asas Pandangan Dunia Islam, terj. Mizan.

Mutahhari, M., & Hasan, I. (2002). Manusia dan alam semesta: konsepsi Islam tentang jagat raya. Lentera.

Muthahhari, M. (2013). Falsafah Agama dan Kemanusiaan. Perspektif Al-Qur’an Dan Rasionalisme Islam, Yogyakarta: Rausyan Fikr.

Naim, N. (2012). Character building. Ar-Ruzz Media.

Noor, I. H. M. (2014). Reduksi Nilai Moral, Budaya, dan Agama terhadap Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah. Jurnal Ilmiah Visi, 9(2), 148–157.

Nurcholis, M. (2010). Masyarakat Religius Membumikan Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. Jakarta: Paramadina.

Ong, S. (2017). Seikatsu Kaizen Reformasi Pola Hidup Jepang. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Parsons, T., & Shils, E. (1962). Toward a general theory of action. Harper & Row.

Putra, K. S. (2017). Implmentasi Pendidikan Agama Islam Melalui Budaya Religius (Religious Culture) Di Sekolah. Jurnal Kependidikan, 3(2), 14–32. https://doi.org/10.24090/jk.v3i2.897

Raco, J. R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Rahman, N. (2009). Regulasi pendidikan: menjadi guru profesional pasca sertifikasi. Pustaka Felicha.

Ramayulis. (2002). Ilmu Pendidikan Islam. Kalam Mulia.

Raudhatinur, M. (2019). Implementasi Budaya Sekolah Islami Dalam Pembinaan Akhlak Siswa SMP Negeri 19 Percontohan Banda Aceh. DAYAH: Journal of Islamic Education, 2(1), 131–150.

Riady, A. S. (2021). Agama dan Kebudayaan Masyarakat Perspektif Clifford Geertz. 2(1), 13–22.

Ridwan, N. K. (2004). Agama borjuis: kritik atas nalar Islam murni. Ar-Ruzz Jogjakarta.

Riyadi, H. (2003). Respon Muhammadiyah dalam Dialektika Agama. Pikiran Rakyat.

Robbins, S. P., & Udaya, J. (1994). Teori Organisasi: struktur, desain, dan aplikasi. Arcan.

Roibin, R. (2009). Relasi agama dan budaya masyarakat kontemporer. UIN-Maliki Press.

Rosadi, A. (2015). Gerakan Salaf. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 7(2), 194–205.

Rulli, N. (2012). Komunikasi Antarbudaya di Era Budaya Siber. Kencana Prenada Media Group.

Saebani, B. A. (2007). Sosiologi agama: kajian tentang perilaku institusional dalam beragama anggota Persis dan Nahdlatul Ulama. Refika Aditama.

Saebani, B. A. (2012). Pengantar Antropologi. CV Pustaka Setia.

Safrilsyah, S., Baharudin, R., & Duraseh, N. (2010). Religiusitas Dalam Perspektif Islam: Suatu Kajian Psikologi Agama. SUBSTANTIA: Jurnal Ilmu-Ilmu Ushuluddin, 12(2), 399–412.

Sahlan, A. (2009). Pengembangan Pendidikan Agama Islam dalam Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah (Studi Multi Kasus di SMAN 1, SMAN 3 dan SMA Salahudin, Kota Malang). IAIN Sunan Ampel.

Sahlan, A. (2010). Mewujudkan Budaya Religius di Sekolah: Upaya Mengembangkan PAI dari Teori ke Aksi. UIN-Maliki Press.

Sakamoto, T. (1980). Jepang: dulu dan sekarang. Gadjah Mada Universiti Press.

Sakdiah, H. (2016). Komunikasi interpersonal sebagai strategi dakwah rasulullah (perspektif psikologi). Alhadharah: Jurnal Ilmu Dakwah, 15(30), 1–13.

Saptono, M. P. (2011). Dimensi-dimensi pendidikan karakter, wawasan, strategi, dan langkah praktis. Salatiga Esensi Erlangga Gr.

Sarwono, S. W. (2003). Psikologi Remaja. PT Raja Grafindo Persada.

Sasono, A. (1998). Solusi Islam atas problematika umat: ekonomi, pendidikan, dan dakwah. Gema Insani.

Sholikhin, M. (2012). Di Balik 7 Hari Besar Islam: Sejarah, Makna dan Amaliah Idul Fitri, Idul Adha, Maulid Nabi, Nuzulul Quran, Isra’Mi’raj, 1 Muharam, dan Lailatul Qadr. Garudhawaca.

Stanley, T. J. (2002). The Millionaire Mind. RosettaBooks.

Stark, R., & Glock, C. Y. (1968). American piety: The nature of religious commitment (Vol. 1). Univ of California Press.

Subagya, R. (1979). Agama dan alam kerohanian asli di Indonesia. Yayasan Cipta Loka Caraka: Nusa Indah.

Subchi, I. (2018). Pengantar antropologi. LP2M UIN Jakarta Press.

Sueca, I. N. (2017). Revitalisasi Pendidikan Agama Hindu Dalam Menciptakan Budaya Religius Bagi Generasi Hindu 2017. Jurnal Penjaminan Mutu, 3(2), 127–137.

Sumarto. (2020). Pembentukan Perilaku Keagamaan melalui Peran Ibu dalam Budaya Lingkungan Keluarga. 2(1), 92–106.

Sumidjo, W. (2002). Kepemimpinan kepala sekolah. Raja Grafindo Persada.

Supriyanto. (2018). Strategi Menciptakan Budaya Religius Di Sekolah. Jurnal Tawadhu, 2(1), 469–489. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Susiyani, A. S. (2017). Manajemen boarding school dan relevansinya dengan tujuan pendidikan Islam di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Madrasah, 2(2), 327–347.

Suyatno, J. (2017). Pendidikan Multikultural Religius untuk Mewujudkan Karakter Peserta Didik yang Humanis-Religius. JURNAL PEDAGOGY, 10(4), 14–29.

Syarbini, A. (2012). Buku pintar pendidikan karakter. Jakarta: prima pustaka.

Syarnubi, S., Alimron, A., & Muhammad, F. (2022). Model Pendidikan Karakter di Perguruan Tinggi. Palembang: CV. Insan Cendekia Palembang.. Palembang: CV. Insan Cendekia Palembang.

Syarnubi. (2024). Filsafat Pendidikan Islam Suatu Pengantar Untuk Memahami Filsafat Pendidikan Islam Lebih Awal (S. Fahiroh, Y. Oktarima, & N. Soraya, eds.). Palembang: Anugrah Jaya.

Syarnubi, Fauzi, M., Anggara, B., Mulya, A. N., Fahiroh, S., Ramelia, D., Oktarima, Y., & Ulvya, I. (2023). Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Nilai-Nilai Moderasi Beragama.

Syarnubi, Mansir, F., Purnomo, M. E., Harto, K., & Akmal Hawi. (2021). Implementing Character Education in Madrasah. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1).

Syarnubi, S. (2016). Manajemen Konflik dalam Pendidikan Islam dan Problematikanya: Studi Kasus di Fakultas Dakwah UIN-SUKA Yogyakarta. Tadrib, 2(1), 151–178.

Syarnubi, S. (2019). Guru yang Bermoral dalam Konteks Sosial, Budaya, Ekonomi, Hukum dan Agama (Kajian Terhadap UU No 14 Tahun 2005 Tentang Guru Dan Dosen). Jurnal PAI Raden Fatah, 1(1). https://doi.org/10.19109/PAIRF.V1I1.3003

Syarnubi, S. (2020). Pendidikan Karakter pada Madrasah Aliyah Negeri 3 Palembang. UIN Raden Fatah Palembang.

Syarnubi, S. (2022). Penerapan Paradigma Integrasi-Interkoneksi dalam Peningkatan Mutu Lulusan. Jurnal PAI Raden Fatah, vol 4(4), 375–395.

Syarnubi, S. (2023). Hakikat Evaluasi dalam Pendidikan Islam. Jurnal PAI Raden Fatah, 5(2), 468–486.

Syarnubi, S., Efriani, A., Pranita, S., Zulhijra, Z., Anggara, B., Alimron, A., & ... & Rohmadi, R. (2024). An analysis of student errors in solving HOTS mathematics problems based on the newman procedure. In AIP Conference Proceedings, Vol. 3058(No. 1. AIP Publishing).

Syarnubi, S., & Fahiroh, S. (2024). Shame Compensation in Islamic and Psychological Perspectives. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(1), 12–31.

Syarnubi, S., Syarifuddin, A., & Sukirman, S. (2023). Curriculum Design for the Islamic Religious Education Study Program in the Era of the Industrial Revolution 4.0. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 15(4), 6333–6341.

Syarnubi Syarnubi. (2019). Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Religiusitas Siswa Kelas IV di SDN 2 Pengarayan. Tadrib, 5(1).

Walgito, B. (2003). Psikologi Sosial (suatu pengantar).

Widisuseno, I. (2020). Rahasia Bangsa Jepang Memiliki Budaya Malu Yang Kuat (Suatu Kajian Filosofis). KIRYOKU, 4(1), 58–64.

Wiryopranoto, S., M. S. Herlina, N., Marihandono, D., Tangkilisan B, Y., & Nasional, T. P. K. (2017). Perjuangan Ki Hajar Dewantara: Dari Politik Ke Pendidikan.

Wiyani, N. A. (2012). Pendidikan Karakter Berbasis Iman dan Taqwa. Teras.

Yin, R. K. (2014). Studi kasus desain & metode. In Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Yin, R. K. (2015). Qualitative research from start to finish. Guilford publications.

Zuhairini. (1991). Filsafat Pendidikan Islam. Bumi Aksara.

Downloads

Published

20-10-2024

How to Cite

Religious Culture as the Basis For Formation of Religious Behavior at MAN 1 Palembang. (2024). Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(2), 1073-1086. https://doi.org/10.19109/b7pgzp54