In Silico Active Compounds of Musa troglodytarum L. as Antibiotic Candidates for Tuberculosis
Isi Artikel Utama
Abstrak
Pendekatan utama untuk mengelola tuberkulosis melibatkan penggunaan antibiotik, seperti isoniazid. Seiring berjalannya waktu, mutasi genetik menimbulkan resistensi bakteri terhadap obat sintetis. Sebagai hasil dari fenomena ini, dampak tersebut dapat dikurangi melalui pemanfaatan senyawa bioaktif yang berasal dari zat alami, seperti Pisang Ranggap (Musa troglodytarum L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai sifat farmakokinetik dan fisikokimia Pisang Ranggap, serta afinitas pengikatannya pada reseptor 4KL9, untuk mengantisipasi potensi toksisitas menggunakan pendekatan docking molekuler in silico. Temuan menunjukkan bahwa Pisang Ranggap mengandung senyawa asam Fumarat dan Asam Benzoat yang menunjukkan afinitas pengikatan yang lebih kuat untuk reseptor 4KL9 dibandingkan dengan isoniazid. Afinitas pengikatan ligan lebih negatif sebesar -4,8 kkal / mol dan -5,4 kkal / mol, memenuhi lima hukum Lipinski, termasuk berat molekul 116,072 g / mol dan 122,123 g / mol, nilai Log p 0,2882 dan 1,3848, nilai HBA 2 dan 1, dan nilai HBD 2 dan 1. Selain itu, senyawa menunjukkan profil ADME yang menguntungkan (penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi) dan termasuk dalam kelas toksisitas 3 dan 4, yang dianggap lebih aman daripada isoniazid. Akibatnya, kedua senyawa ini memiliki potensi sebagai obat tuberkulosis yang meminimalkan efek samping.
##plugins.themes.bootstrap3.displayStats.downloads##
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
- The author saves the copyright and gives the journal simultaneously with the license under Creative Commons Attribution License which permits other people to share the work by stating that it is firstly published in this journal.
- The author can post their work in an institutional repository or publish it in a book by by stating that it is firstly published in this journal.
- The author is allowed to post their work online (for instance, in an institutional repository or their own website) before and during the process of delivery. (see Open Access Effect).